
Hari ini hari Minggu kantor zaffran pun berlibur Ghea yang sedang duduk di teras sambil menikmati secangkir teh hangat tiba-tiba terkejut melihat siapa yang turun dari mobil
"Deri" ucap Ghea bangun dari duduknya
"Hai resepsionis" sapa Deri yang langsung duduk disebelah Ghea
"Tau dimana kau kontrakan ku?" tanya Ghea terheran-heran
"Oh ini kontrakan, aku kira ini rumah" jawab Deri santai sambil menyeruput teh hangat dimeja
"Hei itu punya ku" tarik Ghea mengambil gelasnya
"Oh maaf-maaf , aku kan disini tamu tapi kau tak menawari ku satu gelas minuman pun" jawab deri
"Aku bahkan tak mengundang mu!!!" ketus Ghea
"Aku tau"
"Kau mau apa kesini?"
"Hanya ingin bertemu dengan mu dan meminta maaf selama ini aku mengira kau yang tidak-tidak" jawab Deri menatap Ghea
"Aku sudah memaafkan nya" jawab Ghea
"Aku tau kau memang baik hati, Bagiamana minuman nya?" tanya Deri mengerutkan keningnya
"Kau mau minum apa?" tanya Ghea masih dengan wajah cuek
"Kopi juga boleh"
Ghea pun membuat kan secangkir kopi "Ini, sebaiknya jangan lama-lama disini"
"Memangnya kenapa? apakah pacarmu akan datang?"
"Aku tak punya pacar, tapi aku tak mau kau lebih lama disini"
"Benar-benar jual mahal sekali resepsionis ini, awas saja aku akan membuat nya jatuh cinta padaku" pikir licik Deri
"Aku akan tetap disini, nanti siang aku akan ikut makan juga disini"
"Apa-apa an kamu" ucap ghea sinis
"Tenang saja, aku bisa masak loh" jawab Deri menyombongkan diri
"Aku tak peduli"
"Pokonya aku akan masak untuk mu"
"Dimana kau akan masak"
"Dikontrakkan mu"
Ghea hanya mengehela nafas dan berusaha tak menggubrisnya
...........
"Apa kamu pegal sayang?" Adila mengelus pundak zaffran dalam mobil
__ADS_1
"Tidak sebentar lagi kan kita akan sampai. aku hanya deg-degan jika sewaktu-waktu aku didiagnosis"
"Mas jangan berpikir terlalu jauh kau akan baik baik saja dan sehat, percaya lah"
"Kalau sampai terjadi apa-apa padaku aku mohon jangan tinggalkan aku Adila"
"Tidak akan" jawab Adila menenangkan zaffran
Setelah tinggal setengah jam mereka sampai rumah Adila terlihat menahan mual lagi dengan minyak kayu putih yang sudah ia oleskan dilehernya
"Apa kau mau muntah?" tanya zaffran menoleh ke arah Adila
"Sebaiknya berhenti mas aku mual sekali" jawab Adila memegangi perutnya
Namun Adila sama sekali tak memuntahkan apa-apa zaffran yang sedang panik malah jadi lebih panik melihat Adila berwajah pucat
"Sebaiknya kita ke dokter sekarang"
"Kita pulang saja kan sudah dekat mas" jawab Adila masuk kedalam mobil "Kita suruh saja dokter Ilham ke rumah"
"Jangan, kita ke rumah sakit saja. aku ingin di periksaan secara detail dan aku takut terjadi sesuatu juga padamu"
Setelah beberapa menit mereka sampai dirumah sakit besar zaffran turun dengan memengangi bahu Adila
"Seperti nya aku kecapean" ucap Adila mengehela nafas nya
setelah memasuki rumah sakit terlihat seorang dokter lelaki menghampiri zaffran dan Adila
"Zaffran" sapa dokter itu
"Reza... kamu Reza kan?" zaffran memastikan nya
"Wahh cita-cita mu terwujud untuk jadi dokter" saut zaffran dengan menepuk pundak dokter Reza
"Alhamdulillah, ada apa kesini?" tanya dokter Reza dengan senyuman lebar
"Aku mau memeriksa istriku " jawab zaffran menoleh ke wajah Adila yang melemas
"Sebaiknya bawa keruangan ku" jawab dokter Reza
Kini Adila terbaring di tempat tidur dengan memejamkan matanya namun masih dalam keadaan sadar sedangkan zaffran terus berdiri disamping Adila dengan wajah paniknya
"Apa dia baik-baik saja?" tanya zaffran mengelus rambut Adila
"Seperti nya aku tau tapi untuk lebih memastikan tunggu sebentar"
"Kau mau kemana?" tanya zaffran yang melihat dokter Reza keluar kamar
"Suster tolong bawa istri sahabat saya ke ruangan dokter indah ya"
Suster itu pun membawa Adila pergi dengan kursi roda
"Mau dibawa kemana istriku?" tanya zaffran
"Diperiksa zaffran, kau tunggulah disini"
"Apa penyakit nya parah?" tanya zaffran panik
__ADS_1
"Seperti nya begitu" jawab dokter Reza dengan senyum menyeringai
"Aku sakit dan istriku juga sakit" ucap pelan zaffran
"Kau sakit apa memangnya?" tanya dokter Reza melihat tubuh zaffran yang seperti orang sehat
"Kau dokter apa za?"
"Dokter organ dalam, paru-paru lebih tepatnya"
"Baiklah, periksa aku" zaffran menidurkan tubuhnya ditempat tidur
"Apa keluhan mu?"
"Akhir-akhir ini aku selalu merasa kelelahan padahal kegiatan dan rasa lelah yang kualami tak sepadan, apa aku terkena penyakit?"
"Keluhan lain?"
"Aku selalu merasa keroncong Ngan dan selalu makan yang berkarbohidrat tinggi setiap pagi dan malam hari aku rasa perutku ada apa-apa" jawab zaffran dengan ucapan lembut
"Bangunlah, yang ada apa-apa itu istrimu! kau hanya mengalami seperdua nya saja" jawab dokter Reza ketus
"Apa maksudmu? kenapa kau tak memeriksa aku za?"
Belum sempat dokter Reza menjawab Adila datang sambil menangis dengan sebuah kertas yang dipegangnya ia langsung memeluk zaffran kuat sambil terus terisak tangis
"Ada apa Adila?" tanya zaffran panik
"Mas..." Adila melepaskan pelukannya dan menatap bahagia wajah zaffran
"Kenapa kamu menangis?" tanya zaffran mengusap air mata yang jatuh dipipi ya
"Aku Hamill" jawab Adila dengan suara keras membuat zaffran melongo dan menatap perut Adila yang masih datar "Aku hamil mas, ini hasil test nya kandunganku memasuki Minggu ke tiga"
"Aku benar-benar tidak percaya kau bisa hamil secepat ini, ahh sayang" zaffran memeluk Adila sambil meneteskan air matanya
"Anak papah" zaffran mengelus-elus perut Adila dan sesekali mencium nya membuat dokter Reza berdehem memberitahu tentang keberadaan nya
"Za thanks you banget za" zaffran menepuk pundak Reza
"Kenapa terimakasih sama gue? kan kalian yang kerja keras tiap malem" dokter Reza mengedipkan matanya ke arah Adila yang membuat wajah Adila memerah
"Oh iya bro, rasa letih, hobi makan, itu tuh bawaan bayi. gak semua suami ikut mengidam tapi emang beberapa ada juga yang mengalami nya dan Lo salah satunya" perjelas dokter Reza pada zaffran yang dijawab anggukkan oleh zaffran
Kini zaffran dan Adila pulang ke rumah dengan perasaan bahagia nya mereka tak percaya selama ini apa yang mereka rasakan adalah fase menjadi calon ibu dan ayah
Seorang satpam membukakan gerbang yang mengetahui kepulangan bosnya itu
"Tunggu, aku bukakan pintu" ucap zaffran berlari turun dan membuka pintu mobil lalu mengangkat Adila masuk ke dalam rumah
"Mas kamu apa-apa an!!!!" Adila mengayun-ayunkan kakinya
"Aku gak mau baby kecil diperutmu merasa kelelahan"
Zaffran menurunkan Adila ditempat tidur
"Gak usah gitu juga mas" ucap Adila
__ADS_1
"Aku pernah ngecewain kamu dan gagal jadi seorang ayah, aku gak mau itu terjadi untuk yang kedua kalinya cukup jadi pembelajaran aja dan aku harap kamu ngerti " zaffran mengelus perut Adila yang membuat Adila tersenyum bahagia