
Tak lama seorang suster keluar dengan cepat aldi menghampirinya "Sus bagaimana?" tanya aldi
"Tenang ya pak, Alhamdulillah proses caesar nya berjalan lancar, sekarang bapak masuk ke dalam ya" jawab suster itu
"Iya sus, zaffran adila gue ke dalam dulu" ucap aldi pada zaffran dan Adila yang duduk dikursi tunggu
"Anak nya cewek apa cowok ya?" tanya Adila menatap zaffran
"Menurut kamu?" tanya balik zaffran
"Mmm laki-laki" jawab Adila
"Masa si?" tanya zaffran seolah tak percaya
"Ihh gak percaya sama aku" kata adila seolah menyombongkan dirinya
"Pasti perempuan"
"Hih, sotau"
Tak selang lama aldi kembali keluar dengan wajah bahagia nya "Alhamdulillah semua nya selamat dan sehat" ucap Aldi sambil menghampiri Adila dan zaffran
"Perempuan atau lelaki di?" tanya adila yang sudah tak sabar
"Alhamdulillah perempuan" jawab aldi tersenyum bahagia
"Tuh kan, apa aku bilang" teriak zaffran yang merasa bangga tebakan nya tak meleset sedikit pun
"Kebetulan saja benar"
"Ih tak mau kalah" saut zaffran
"Kalian meributkan apa?" tanya Aldi yang bingung
"Enggak" jawab Adila dan zaffran bersamaan sambil tersenyum
"Kenapa Aliya belum keluar?" tanya Adila
"Tunggu beberapa menit lagi katanya"
Tak lama seorang suster mendorong bayi mungil perempuan ke ruangan inkubator "Itu anakku" ucap Aldi menunjuk suster itu dengan penuh rasa bahagia
"Wah kamu sudah menjadi seorang ayah" zaffran ikut tersenyum pada Aldi
"Sebentar lagi kamu" jawab Aldi menepuk pundak zaffran
"Iya, sebentar lagi aku menjadi seorang ayah. huh tak sabar"
Setelah Ghea dan deri menyudahi obrolan Ghea langsung me whatsapp Adila. karena ia tadinya akan berkunjung ke rumah Adila untuk menceritakan semua kejadian dikalimantan namun, Adila masih berada di rumah sakit. alhasil Ghea mengirimkan beberapa foto deri yang menunjukkan wajah nya penuh luka lebam serta mengapa mereka bertengkar
Saat ini adila sudah ada diruang rawat bersama aldi, zaffran dan tentu saja aliya
"Sayang lihat" Adila menunjukan layar handphonenya
__ADS_1
"Siapa ini? bukannya?"
"Deri, adiknya revlan" potong adila
"Kamu dapat dimana?" tanya zaffran sambil menoleh pada Aldi yang menaikan alisnya
"Ini di, liat" zaffran menunjukkan nya pada aldi "Parah juga" ucap Aldi setelah melihat foto Deri
"Kamu dapat dimana Adila?" tanya lagi zaffran
"Dari ghea, Ghea dari Deri langsung" jawab Adila yang membuat zaffran dan Aldi bingung
"Ghea pacaran sama deri?" tanya Aldi
"Gak tau, tapi kayanya lagi Deket deh"
"Kamu tau apa aja tentang revlan dari Ghea?" tanya zaffran
"Katanya revlan mau ke Jakarta" jawab Adila
"Kamu tau kenapa revlan mau kesini?"
"Kenapa?"
"Gara-gara dia mau nemuin kamu" jawab zaffran dengan wajah datarnya menunjukan bahwa ia sedang cemburu
"Aku tau.... dia kan memang menyukai ku" jawab Adila tanpa rasa berdosa, membuat zaffran menoleh pada Aldi yang tengah menahan tawanya
"Aduh, ya iya aku bangga. berarti kan aku secantik itu" jawab Adila menepis tangan zaffran dan kemudian ia duduk sambil menatap Aliya yang masih memejamkan matanya karena terpengaruh obat bius
"Apa katamu?" zaffran mengerutkan keningnya
"Tidak sayangku, aku hanya bangga ketika kamu yang mencintaiku. dan aku hanya mencintaimu" jawab Adila mengelus pipi kiri Zaffran
"Hih, alasan" jawab zaffran dengan wajah kesalnya
Aldi yang menjadi penonton di tingkah laku zaffran dan Adila hanya menahan gelak tawa karena mereka terlalu mempermasalahkan apapun sejak dari tadi
Kalimantan.
Revlan dan sisil sedang makan siang berdua di rumah nya dengan wajah datar revlan sama sekali tak menoleh Sisil yang berada di sampingnya
"Mas" panggil Sisil dengan lembut
"Hhmm" gumam revlan
"Kamu kenapa si, sejak aku pulang pagi tadi kamu seperti cuek padaku?" tanya sisil dengan wajah yang memerah tak tahan dengan perlakuan revlan
"Aku gapapa" jawab revlan sambil menyuap nasi ke mulutnya
"Kamu emang gapapa, aku yang kenapa napa mas. aku yang ngerasain gimana rasanya didiemin sama suami sendri, pernikahan kita memang baru mas tapi lima bulan bukan waktu yang sebentar" kata Sisil dengan air mata yang sudah beruaraian di pipinya
"Kenapa kamu jadi bahas-bahas pernikahan?" tanya revlan menaikan nada bicaranya
__ADS_1
"Kenapa aku bahas pernikahan?" Sisil menunjuk wajahnya "Karena kita udah menikah, kalau emang ada masalah. harusnya cari jalan keluar bukan kaya gini"
"Hemm iya, kayanya kita emang punya masalah deh sama pernikahan kita"
"Kita apa kamu mas?"
"Aku lebih tepatnya" jawab revlan dengan angkuhnya , ia merasa Adila dan zaffran akan benar-benar berpisah karena malam tadi Aldi sempat mengirimkan pesan yang isinya "Aku tunggu di taman hijau jalan ampar kalau kamu mau menemui ku"
"Mas, kamu kenapa si?" tanya sisil dengan berteriak menarik lengan revlan
"Aku udah jawab, aku gapapa. tuli kamu ya?"
Revlan dengan segera melangkahkan kakinya naik ke tangga untuk pergi ke kamar meninggalkannya Sisil yang menangis di kursi
"Apa kamu ada perempuan lain mas?" tanya Sisil dengan gemetar mengikuti langkah kaki revlan
Revlan pun membalikan badannya dan menatap istrinya itu dari bawah anak tangga "Aku gak ada perempuan lain, dan aku gak punya hubungan dengan perempuan lain. tapi aku tak pernah menginginkan pernikahan ini dan aku... mencintai orang lain" jawab revlan yang langsung meneruskan kakinya menaiki tangga membuat Sisil terjatuh lemas sambil menangis menjerit-jerit
"Ibu...ibu kenapa?" pembantunya yang keluar dari dapur terkejut dengan keadaan Sisil yang sedang menangis tersedu-sedu itu
"Sini bu, ke sofa" bibi pun membantu Sisil berjalan ke sofa namun Sisil tak henti-hentinya menangis
"Sebentar ya bu, saya kasih tau sama bapak dulu" ucap bibi yang tak mengetahui sisil seperti itu pun karena ulah revlan
Bibi naik ke atas mengetuk pintu kamar "Masuk"
"Maaf pak, ibu dibawah sedang menangis. tadi saya keluar dari dapur ibu sedang duduk dibawah tangga sambil menjerit-jerit" perjelas bibi dengan wajah yang khawatir
"Biarkan saja bi" jawab revlan yang kini memainkan handphonenya
"Tapi pak..."
"Keluar!!!" teriak revlan yang membuat bibi segera menutup pintu kamar "Yaallah pak revlan tega sekali"
Bibi yang bingung harus bagiamana karena dari tadi Sisil terus menerus mengangis, akhirnya memutuskan untuk ke rumah Deri yang tak jauh dari situ
Bibi melihat deri sedang duduk di teras rumah menikmati sandwich ditangannya
"Pak deri, tolong bibi"
"Ada apa bi?" tanya Deri yang melihat bibi berlari tergopoh-gopoh
"Ibu, ibu sisil dari tadi menangis menjerit-jerit pak. sepertinya ibu bertengkar dengan bapak"
Akhirnya Deri pun pergi ke rumah revlan untuk melihat keadaan Sisil bersama bibi
•
•
•
Baca Terpaksa menikahi bos muda manja juga ya, jangan lupa like juga🙏bantu author
__ADS_1