
"Permisi tuan" ucap seorang bodyguard yang menghampiri zaffran sedang duduk bersandar di dekat kolam berenang
"Ada apa?" tanya zaffran
"Apakah tuan sedang tidak mau diganggu?" tanya nya karena zaffran tidak menoleh sama sekali ke arah bodyguard itu
"Ngomong aja" jawab zaffran masih dengan memalingkannya wajahnya
"Kami sudah mendapatkan informasi tentang perempuan yang bertemu dengan nyonya di mall siang kemarin tuan"
"Yang bener?" tanya zaffran membalikkan tubuhnya menatap bodyguard yang berdiri dihadapannya
"Ini tuan silahkan" ia memberikan handphone yang terdapat data mia
Setelah sekitar lima menit zaffran mengembalikan handphone itu "Kerja bagus"
"Terimakasih tuan, jadi bagaimana? apa kami perlu membawa dia ke sini?"
"Gak usah, dia cuma sekertaris dari lawan bisnis saya. mungkin menurut dia lewat adila dia bisa cari tau, apa aja point prestasi saya nanti untuk menangin tender"
"Jadi? tuan tidak menyuruh kita untuk melakukan sesuatu?"
"Enggak, yang saya mau kalian jagain adila baik-baik. dan adila juga udah ngerti kenapa saya nyuruh kalian. saya yakin, adila gak akan ceroboh lagi"
"Baik tuan, kalau begitu saya permisi"
"Silahkan" jawab zaffran Kemabli meluruskan tubuhnya
"Sayang, aku bawa roti bakar" ucap adila menghampiri zaffran dengan sebuah piring di lengannya
"Kamu udah makan siang?" tanya zaffran
"Belum, aku gak laper" jawab adila duduk disamping zaffran yang sudah dalam posisi duduk
"Kalo laper langsung makan ya"
"Iya sayang" jawab adila sambil mulai memakan roti yang ia bawa
"Aku mau, suapin.." pinta zaffran
Dengan tertawa mereka menghabiskan waktu bersama
Rumah ghea
Deri sudah duduk berdua bersama ghea, mereka berdua sedang makan masakan dari keduanya
"Enak gak? ini aku yang goreng tadi" tanya ghea saat deri memasukan tempe ke mulutnya
"Enak dong"
"Hahaha, kapan kamu mau ke rumah aku?" tanya ghea yang membuat deri membelalakkan matanya
"Kenapa? katanya kamu mau nikahin aku?" tanya ghea lagi
"Enggak, gak kenapa napa. aku kira kamu gak bakal nanya gini ke aku" jawab deri "mungkin lusa, setelah bang revlan keluar. secepatnya kita ke rumah kamu" sambung deri
"Aku udah bilang sama ibu dan bapak, kalau aku bakal pulang sama calon suami aku" beritahu ghea
"Oh ya? terus kata mereka apa?" tanya deri
"Kata mereka, meraka setuju kalo aku mau. yang jelas kamu harus minta izin langsung" jawab ghea
Deri tersenyum bahagia mendapatkan lampu hijau dari calon mertuanya yang bahkan belum ia temui
Esok hari.
__ADS_1
Setelah zaffran berangkat ke kantor, adila dan bibi menonton televisi bersama. karena zaffran sudah mewanti-wanti bibi agar terus menemani adila agar tak merasa stres.
Sejak jam kantor zaffran mulai deri sudah menunggu nya di ruang tunggu kantor, namun mungkin itu akan jadi penantian panjang. karena, zaffran pergi entah kemana.
"Mau minum apa?" tanya ghea menghampiri deri yang duduk memainkan ponselnya
"Apa aja" jawab deri "tumben sekarang resepsionis yang ngelayanin tamu?" sambungnya
"Soalnya kan tamu nya calon suami resepsionis" jawab ghea sambil tersenyum meninggalkan deri
Setelah cukup lama zaffran datang dengan bu rani dan dua orang pegawai lainnya, deri segera menghampiri zaffran.
"Ngobrol sama bu rani, saya banyak kerjaan" ucap zaffran sambil melangkah pergi
"Baik pak" jawab deri
"Mari pak deri, ke ruangan saya dulu" ajak bu rani, deri pun mengikuti langkah kaki bu rani masuk ke dalam rumahnya
"Saya sebagai perwakilan pak zaffran akan mencabut tuntunan pak zaffran pada pak revlan hari ini. tapi, sebelum saya mencabut laporan tersebut ada beberapa perjanjian yang harus di tandatangani" ucap bu rani menyerahkan map merah dengan satu lembar kertas
"Perjanjian?" tanya deri mulai membaca itu
Di kertas itu tertera bahwa revlan tidak boleh lagi menemui keluarga aliyad, untuk urusan pribadi tanpa terkecuali. dan juga perusahaan revlan harus mengakui bahwa kesalahan yang dilakukan oleh perusahaan zaffran adalah hasil dari rekayasa perusahaan revlan. ini untuk mengembalikan refutasi perusahaan zaffran.
Yang terakhir adalah, cabutan laporan ini bersifat sementara selama satu tahun. jika sewaktu waktu ada masalah maka pihak pencabutan bisa melaporkan ulang pihak terdakwa
Deri pun setuju dan mendatangani kertas itu diatas materai.
"Baik, kalau begitu mari kita ke kantor polisi" ajak bu rani dengan beberapa map
"Saya, mau jemput istri pak revlan dulu. bisa?"
"Silahkan, saya tunggu di kantor polisi" jawab bu rani
Setelah mereka sampai di kantor polisi terlihat bu rani sudah berdiri disamping revlan yang berada di luar kantor polisi
"Sayang" teriak kak sisil memeluk hangat tubuh suaminya itu
"Aku minta maaf sil, walaupun aku belum jatuh cinta sama kamu. aku bakal belajar" ucap revlan membalas hangat pelukan sisil yang sudah dibasahi air mata kebahagiaan
"Ini silahkan, cofy perjanjian yang tadi sudah kita sepakati. saya permisi" kata bu rani memberikan map dan berlalu pergi
"Makasih der" revlan memeluk deri atas apa yang sudah deri lakukan untuk dirinya
"Jangan gr, deri ngelakuin ini bukan demi abang. tapi karena ghea" jawab deri sambil melepaskan pelukannya dan tersenyum lebar
"Ghea?" tanya revlan mengerutkan keningnya
"Iya, dia mau menikah sama ghea" jawab kak sisil
"Wah, akhirnya mau menikah juga" goda revlan sambil menepuk pundak deri
"Ayo kita ke apartemen, oh iya deri udah beli tiket buat bang revlan sama kak sisil ke kalimantan"
"Makasih deri" jawab kak sisil
"Kamu? ikut ke Kalimantan?" tanya revlan
"Enggak, besok deri mau pergi ke rumah orangtuanya ghea. buat minta izin mau nikahin ghea, mungkin setelah dapet restu baru deri pulang ke kalimantan sama ghea" jawab deri
"Okeh, nanti abang bilang sama papah sama mamah kalo kamu mau ngajak calon istri ke sana"
"Apaan si, gak usah!!!" tolak deri sambil meninggalkan kedua kakaknya itu
"Hahaha deri deri" ucap kak sisil menggelengkan kepalanya
__ADS_1
"Sisil, aku sekali lagi minta maaf. aku mau kita mulai semuanya" revlan memeluk tubuh istrinya dengan penuh kasih sayang
Setelah jam operasional kantor berakhir, zaffran pulang membawa hadiah untuk adila
Terlihat adila sedang meluruskan kakinya di sofa "eh mas" ucap adila dan mencium tangan zaffran
"Hadiah buat kamu" zaffran memberikan kotak kecil
"Apa ini?" tanya adila merekahnya senyumanan nya
Saat adila membuka kotak itu, terlihat lah sebuah alamat
"Alamat? alamat apa?" tanya adila bingung
"Ikut aku" ajak zaffran menggandeng adila keluar rumah
Zaffran dan adila pergi dengan sebuah taksi online yang dipesan zaffran "Ke alamat itu ya" ucap zaffran sambil terus tersenyum sedangkan adila hanya terlihat bingung dengan tingkah zaffran
Setelah sekitar setengah jam mereka berhenti di pinggir jalan "Sudah sampe alamat nya pak"
"Oh udah ya, ini" zaffran memberikan beberapa lembar uang tanpa menghitungnya
"Ini kebanyakan" tolak supir itu
"Gapapa saya lagi seneng" jawab zaffran yang langsung turun menyusul adila yang sudah turun duluan
Adila dan zaffran berhenti disebuah rumah besar bernuansa modern bercat putih , jauh lebih besar dari rumah nya saat ini
"Rumah siapa?" tanya adila mengerutkan keningnya
"Rumah kita, inisal AZ" zaffran menunjukkan pintu gerbang yang terdapat lengkungan besi berhuruf A dan Z yang diukir secara modern
"Adila, zaffran?"
"Iya, itu kamu tau" jawab zaffran
"Wah gede banget rumahnya, kamu yakin kita mau tinggal disini?" tanya adila
"Iya, aku mau mulai dari awal kehidupan yang lebih baik. apalagi nanti ada anak kita, kamu mau kan tinggal disini sama aku?" tanya zaffran menggenggam erat tangan adila
"Ya mau lah, gila kamu" adila tertawa dan memeluk zaffran
Zaffran tersenyum dan mencium kening adila dengan lembut
"Suamiku adalah suamiku, aku mempertahankan semuanya karena pernikahan bukanlah suatu permainan. tapi ketika aku lelah aku berhak melepaskan. namun, ketika suamiku mau mengakui dan berubah aku harus memberi kesempatan. bukan bodoh!!! tapi untuk mendapatkan kebahagiaan karena belum tentu keputusan bercerai adalah jalan terbaik"
•
•
•
•
•
•
Dalam suatu pernikahan, pertengkaran bukan hal yang aneh . bukan hanya bisa memberikan pelajaran bagi orang-orang didalamnya tapi juga, bagi mereka yang tau kisahnya.
Jika kita tidak bisa melihat perubahan terhadap dirinya, kita boleh menutup mata dan mundur perlahan walau itu sangat menyakitkan.
Tetapi lain hal, jika dia mau merubah semuanya dan memang terbukti apa yang ia ucapkan dan janjikan terjadi.
Maka, kita boleh meyakinkan hati yang kemarin goyah. sesungguhnya, perceraian adalah jalan buntu dan terakhir. bukan jalan pemecahan masalah.
__ADS_1