
"Sayang kapan kamu kembali ke Jakarta?" tanya Sisil duduk dipangkuan suaminya
"Mungkin besok atau lusa" jawab revlan mengelus rambut Sisil
"Apa enggak sebaiknya kamu disini dulu selama satu Minggu? kita menikah sudah 3 bulan tapi kamu selalu pergi-pergi satu bulan dirumah pun tidak pernah?" ucap Sisil menyenderkan kepalanya
"Kalau aku mau aku bahkan bisa meninggalkan kamu Sisil" gumam revlan dalam hatinya
"Yasudah mungkin beberapa hari lagi aku disini, besok aku akan mengabari Deri untuk segera ke sana supaya bisnis ku tidak terbengkalai" jawab revlan lembut
"Apa kamu tidak punya niat untuk mengajakku ke Jakarta?"
"Tidak usah aku selalu sibuk bekerja aku takut kamu malah kelelahan jika harus selalu mengikuti aku"
"Tidak masalah, aku akan selalu menunggu mu di apartemen milik mu. kita bisa berangkat besok bareng dengan Deri supaya kamu juga bisa mengontrol langsung" usul sisil yang membuat revlan melotot dan berpikir keras
"Hmmmm....tapi..."
"Ayolah kamu bahkan tidak pernah mengajak ku kemana-mana kalau tidak aku akan mengadu pada orang tua mu kalau kamu tidak mau mengajak ku" ancam Sisil menatap tajam revlan
"Siapa bilang aku tidak mau mengajak mu, aku bahkan mau sekali" jawab revlan cepat sambil tersenyum manis dan memeluk istrinya
"Siyalan jika begini jadinya, ini akan mempersempit gerak gerik ku nantinya. menyusahkan saja" gumam revlan dalam hatinya
.......
"Adila kamu serius mau menggugat cerai zaffran besok?" tanya Ghea pada Adila didalam mobil
"Aku juga bingung" ucap Adila menutup wajahnya
"Yasudah lusa aja kalau masih bingung" usul Ghea
"Kalau misal lusa aku masih bingung gimana?" tanya Adila menatap Ghea
Ghea menggaruk kepalanya dan tersenyum dengan terpaksa
"Tuh kan. pokonya kamu harus tetap dukung aku besok seret aku kalau perlu kalau aku gak mau ke rumah zaffran buat izin dan ngambil semua surat-surat. denger kan ghe?" ucap Adila memegang kedua pipi Ghea. Ghea hanya mengangguk ngangguk saja menatap mata Adila
Esok pagi...
"Adila cepat bangun...kita ke rumah zaffran" Ghea menarik-narik kaki Adila dalam selimut
"Hmmm...aku mandi" jawab Adila yang berjalan sempoyongan masuk ke kamar mandi
......
__ADS_1
"Bang....." Deri membuka pintu yang tidak dikunci terlihat lah kakak ipar nya yang sedang membuat sarapan
"Eh Deri..sini sarapan dulu" ajak Sisil
"Aku udah sarapan ka" jawab Deri yang kemudian duduk dimeja makan
"Abang mana?" tanya Deri yang tak melihat revlan
"Ada diatas dari tadi belum keluar" jawab sisil menoleh ke tangga
......
Revlan masih menggunakan handuk yang menutupi pahannya ia menatap wajah nya di cermin kamar mandi dengan wajah resah
"Akh...gimana ini?"
"Kalau emang gak bakal ketemu sih gak masalah, kalau ketemu adila ****** aku"
"Sisil kau ini membuat ku pusing saja"
Gerutu revlan sambil mengacak-acak rambutnya
"Sayang" Sisil masuk ke kamar mandi langsung membuka pintu membuat revlan terkejut "Jangan-jangan Sisil denger"
"Mas" Sisil menepuk pundak revlan. membuat revlan langsung memberikan senyum manis yang dipaksakan nya pada Sisil
"Kok kenapa! ada juga aku yang nanya kamu kenapa berdiri didepan cermin terus?" tanya Sisil keluar dari kamar mandi yang diikuti revlan
"Lagi ngaca aja hehe" jawab revlan santai
"Ada Deri dibawah, cepat pake baju"
Sisil pun turun lagi kebawah
"Lagi apa ka?" tanya Deri menatap sisil yang berjalan turun dari tangga
"Pake baju der, oh iya kamu jadi ikut ke Jakarta?" tanya Sisil yang duduk disamping Deri
"Jadi dong, koper aja udah aku masukin ke mobil tuh" jawab deri
"Ohh kakak juga ikut tau" ucap Sisil yang hanya dijawab anggukkan oleh Deri
"Sarapan dulu der" ucap revlan turun dengan menepuk pundak Deri
"Udah" jawab Deri
__ADS_1
"Nih mas makan" ucap Sisil menaruh piring berisi roti
Revlan menaikan alisnya
"Kamu jadi ikut?" tanya Deri menatap sisil
"Jadi dong, aku udah siapin baju aku. baju kamu juga diatas, oh iya nanti kita langsung berangkat kan?" tanya sisil manja
"Jadi sayang" jawab revlan dengan senyum penuh arti
"Aku ingin jalan-jalan nanti dan berkunjung ke tempat kamu kerja" ucap Sisil dengan senyum kepuasan
"Tempat aku kerja kan disini, cuman aku disana ada ruko manajemen aja buat ngurus-ngurus kontrak kerja dengan beberapa perusahaan" jawab revlan
"Ya biarin" jawab sisil ketus
"Kalau kamu kemana-mana pokonya harus Sama aku. awas aja" ancam revlan yang sebenarnya takut dia bertemu dengan Adila
"His...kalian ini lama sekali si" ketus Deri
Deri adalah lelaki yang cuek jangankan pada orang yang tidak dikenal pada keluarga dan para sahabat nya saja sangat cuek. dia belum menikah dan tidak memiliki kekasih bahkan dia berpikir nikah itu no yang sekian, karena menikah itu harus memikirkan Semua nya
"Makanya kamu cepat nikah biar bisa bahagia kaya kita" ucap Sisil penuh kebanggaan
Deri yang tau sejak awal bahwa kakaknya sempat bertengkar sebelum pernikahan dengan orang tua nya. tersenyum manis pada Sisil "Emang bahagia bang?" tanya Deri yang membuat revlan tersedak
"Minum-minum" ucap Sisil memberikan air
Deri bangun dari duduknya dan tertawa terbahak-bahak "Aku tunggu dimobil jangan lama-lama, oh iya tanya kan juga kak kenapa bang revlan batuk saat aku tanya bahagia?"
Sisil yang mencerna ucapan Deri segera menatap tajam revlan dengan wajah revlan yang melotot ke arah pintu
"Oh iya mas, kenapa kamu batuk saat ditanya bahagia? kamu bahagia kan sama aku?" tanya Sisil menaikan sebelah alisnya
"Jelas lah sayang, jangan di dengar ucapan bocah tengil itu" jawab revlan dengan mengelus rambut istrinya
"Aku juga yakin si, aku cuma ingin memastikan saja" ucap Sisil tersenyum manis pada revlan
"Yasudah ayo kita ke mobil" ucap revlan bangun
"Aku ke atas dulu sambil suruh bibi bawa barang-barang kamu duluan aja"
Revlan pun lari ke arah mobil dan langsung menoyor kepala Deri "Kamu itu kalau bukan karena mamah dan papah sudah aku buang kamu dari kecil"
"Aw....jadi kamu mau main-main sama aku?" tanya Deri yang membuat revlan Menggeleng kan kepalanya
__ADS_1
Ia tau bahwa Deri adalah orang yang susah menjaga omongan, bahkan ia ingin sekali memberitahu Deri tentang semua tentang Adila tapi dia yakin Deri bukan nya menutupi ia malah akan terus bersemangat membuat revlan pusing dihadapan Sisil. apalagi revlan tau bahwa Deri adalah orang yang sering memuaskan nafsunya ke beberapa perempuan yang dijanjikan akan dijadikan istri dengan mulut manisnya ia ngeri jika Adila juga ia goda nantinya untuk membuat revlan cemburu
Setelah beberapa lama Sisil keluar dan mereka pun langsung berangkat