
Di saat Jefri menunggu Naila. Sinta datang ke rumah Jefri, dia langsung masuk begitu saja ke dalam rumah Jefri.
"Wah baru mau sarapan ya Jef" Ucap Sinta yang baru masuk ke dalam rumah Jefri.
"Mamah. Ada apa sepagi ini datang ke sini?" Tanya Jefri heran.
"Mau ketemu Naila lah. Di mana dia?" Tanya Sinta balik.
"Baru mandi tadi baru saja selesai masak" Jawab Jefri.
"Apa? Masak?" Tanga Sinta terkejut.
"Iya masak. Ini semua masakan Naila yang bikin" Jawab Jefri
"Kamu enggak lagi kekurangan uang kan Jef?" Ucap Sinta.
"Apa sih maksud mamah?" Tanya balik Jefri.
"Kemarin Naila bersih bersih halaman rumah sendiri. Sekarang pagi pagi sekali dia susah masak untuk kamu. Apa kamu sudah tidak mampu mempekerjakan asisten rumah tangga?" Ucap Sinta marah.
"Bukan begitu mah...." Ucapan Jefri terhenti.
"Jangan membuat menantu kesayangan mamah kelelahan Jefri. Dia sudah lelah dari sekolah dan harus mengurus kamu juga. Di tambah mengurus rumah. Apa kamu kira tubuh sekecil itu mampu melalukan semuanya sendiri?" Ucap Sinta marah.
"Mah ini semua bukan salah kak Jefri. Kak Jefri sudah sering ingin memperkerjakan asisten rumah tangga. Tapi aku yang menolak" Sahut Naila.
"Tidak bisa Naila. Kamu tidak boleh melakukan nya sendiri. Minimal harus memiliki 3 pembantu di rumah ini" Ucap Sinta.
"Tidak mah. Aku kurang nyaman jika banyak orang di rumah" Ucap Jefri.
"Jangan keras kepala kamu Jefri" Bantak Sinta.
"Mah cukup 1 saja. Aku juga kurang nyaman jika banyak orang di rumah. Cukup 1 saja jika mamah memaksa ada pelayan rumah tangga di sini" Ucap Naila.
"Ya sudah lah terserah kalian." Ucap Sinta menyerah.
"Oh iya mamah lupa tujuan mamah ke sini tadi. Naila ayo ikut mamah ke depan sebentar" Pinta Sinta.
Jefri sudah tau akan ada hal heboh lain nya yang akan terjadi jika mamah nya datang. Jefri bangkit dari duduk nya mengikuti Naila yang sudah di tarik paksa oleh mamah nya.
"Tara....." Ucap Sinta memperlihatkan mobil mewah berwarna merah yang terpakir rapi di depan rumah Jefri.
__ADS_1
"Mobil mamah baru?" Tanya Naila polos.
"Kok mobil mamah sih? Ini mobil kamu Nai. Mamah belikan kamu mobil baru untuk hadiah pernikahan kamu" Ucap Sinta penuh semangat.
"Mobil untuk Naila?" Tanya Naila terkejut.
"Iya ini mobil buat kamu. Bagus kan?" Ucap Sinta.
"Naila tidak boleh membawa mobil ke sekolah" Sahut Jefri menyilangkan tangan nya di depan dada.
"Banyak teman teman Naila yang bawa mobil kenapa Naila tidak boleh" Ucap Sinta.
"Ayo lah mah. Siapa juga yang akan mengijinkan anak SMA mengendrai mobil sport untuk datang ke sekolah. Mamah ada ada saja" Ucap Jefri.
"Yah padahal kan mamah hanya ingin memberikan yang terbaik untuk kamu Nai" Ucap Sinta sedih.
"Mamah jangan sedih dong. Naila sangat berterima kasih dengan hadiah dari mamah. Tapi Maaf Naila mengembalikan hadiah mamah kali ini karena Naila sudah mendapat hadiah yang sangat berharga dari mamah" Ucap Naila memperlihatkan kalung yang di berikan Jefri padanya kemarin.
"Kalung ini saja sudah sangat berharga untuk Naila mah. Naila tidak mengingin benda benda mewah ini. Naila sudah cukup dengan baju baju pemberian mamah kemarin" Ucap Naila lagi.
Sinta meraih tubuh Naila lalu memeluk nya erat. Dia merasa bangga pada Naila yang sudah tau Jefri anak orang yang kaya.
"Ya sudah kalau kamu tidak boleh mengendarai nya saat ke sekolah. Kamu bisa memakai nya saat jalan jalan" Ucap Sinta.
Jefri yang mendengar ucapan mamah nya pun menyerah. Dia kembali masuk ke dalam rumah dan membiarkan Naila yang menangani mamah nya itu.
Di sekolah.
Dengan perdebatan yang semget, akhir nya Naila berangkat ke sekolah di antat oleh Sinta.
Jefri yang pertama kali berangkat ke sekolah bersetatus sebagai sumai Naila ingin sekali berangkat bersama Naila. Namun rencana nya gagal karena sikap mamah nya yang ingin selalu merebut Naila dari nya.
Jefri baru saja sampai di sekolah. Sekolah sudah nampak sepi karena semua murid sudah mulai pelajaran. Dia berjalan masuk ke dalam sekolah menuju ke ruangan nya.
Baru saja Jefri duduk di kursi nya suara ketukan pintu ruangan nya terdengar.
"Silahkan masuk" Ucap Jefri ramah.
Seorang wanita yang cantik dan lembut masuk ke dalam ruangan Jefri. Dia adalah guru baru yang kemarin di adakan penyambutan hingga membuat Jefri mabuk.
"Ada apa bu Bela?" Tanya Jefri.
__ADS_1
"Ini saya di tugaskan pak Muh untuk menyerahkan ke pak Jefri. Untuk 4 bulan ke depan anda di minta pak Muh untuk menggantikan beliau mengajar" Jelas Bela.
"Baik bu terimakasih" Ucap Jefri. Namun Bela masih tetap berdiri di depan meja kerja Jefri.
"Apa ada yang lain?" Tanya Jefri bingung.
"Apa malam ini anda mau makan malam dengan saya?" Tanya Bela.
"Maaf bu Bela. Tapi saya harus pulang tepat waktu karena ada yang menunggu saya pulang di rumah" Jawab Jefri sopan.
"Em....baik lah kalau begitu. Saya permisi" Pamit Bela.
"Silahkan bu" Jawab Jefri tersenyum.
Bela keluar dari ruangan Jefri. Dia tidak tau kalau Jefri sudah menikah. Karena dari teman teman guru lain bilang kalau Jefri masih singgel.
Jefri membuka berkas yang di antar Bela tadi. Dia melihat kelas Naila yang di ajar pak Muh kini beralih diri nya yang mengajar. Jefri tersenyum puas karena waktu dia untuk bertemu Naila akan semakin banyak ketika dia mengajar di kelas Naila.
"Kita akan sering bertemu Naila" Ucap Jefri tersenyum.
Jam istirahat makan siang.
Naila dan Aca berjalan ke arah kantin sekolah. Mereka antri mengambil makanan dengan rapi seperti teman teman lain nya.
Setelah mendapat makana mereka memilih duduk di meja yang berada di sudut ruangan.
"Nai, kenapa kamu 1 minggu ini tidak masuk ke sekolah? Apa kamu di sakiti lagi sama mamah tiri kamu itu?" Tanya Aca memberanikan diri.
"Tidak kok Ca. Aku memang ada sedikit masalah, tapi semua nya sudah baik baik saja kok. Kamu jangan khawatir ya" Ucap Naila.
"Bagus deh kalau kamu baik baik saja" Jawab Aca.
Saat mereka sedang asik makan makanan nya. Dua orang teman Naila menghampiri mereka. Dua gadis yang sudah lama tidak suka dengan Naila di tambah sikap Naila yang dingin membuat mereka tambah tidak suka dengan Naila.
**Jangan lupa like komen dan klik tombol favoritnya kak 😊
# selamat membaca ya kak
# tarima kasih banyak
😊😊😊🙏🙏🙏
__ADS_1