
"Baik pak" Jawab Riko dan Naila bersamaan. Naila dan Riko bangkit dari duduk nya. Mereka berdua memilih keluar dan masuk ke dalam ruangan Naila yang dulu.
"Sekarang jelaskan pada ku Yuri. Anak buah ku melihat kamu membuat janji dengan dokter yang sudah mengoperasi kamu di luar negri" Ucap Teo.
"Hahaha aku memang tidak bisa menyembunyikan apapun dari kamu Teo" Ucap Yuri tertawa.
"Jangan bercanda Yuri. Aku ingin jawaban kamu yang serius" Ucap Teo.
"Ok baik lah" Jawab Yuri.
"Awal nya aku ingin merubah kembali penampilan ku ke pria karena aku jatuh hati dengan Naila. Namun aku kembali merenungkan keputusan ku. Aku yakin jika Naila pasti akan menolak ku walaupun aku merubah diri ku lagi." Ucap Yuri.
"Sampai aku ketemu dengan Alex. Aku sadar jika apa yang aku rasakan pada Naila itu bukan cinta. Tapi sebuah rasa ketegantungan" Imbuh Yuri.
"Lalu apa yang akan kamu lakukan setelah ini?" Tanya Teo.
"Kembali ke kehidupan ku yang dulu." Jawab Yuri.
"Oh iya, aku dengar kalau Naila membawa orang tua nya? Apa benar?" Tanya Yuri.
"Menurut anak buah ku memang begitu. Dan aku memiliki hal lain yang harus kamu tau" Ucap Teo.
"Apa itu?" Tanya Yuri.
"Naila dan Jefri menikah sejak Naila masih sekolah. Mereka menikah karena sebuah kecelakaan. Orang tua Naila, terutama mamah tiri nya ternyata selalu memperlakukan Naila dengan buruk" Ucap Teo.
"Lalu kenapa Naila membawa mereka?" Tanya Yuri.
"Mamah tiri Naila terkena struk. Naila mulai merawat mereka lagi saat ini" Jawab Teo.
"Terus awasi mereka. Jika mereka berani melukai Naila lagi, jangan sampai aku melihat mereka lagi" Ucap Yuri
"Baik" Jawab Teo mengangguk.
Sore hari nya.
Jefri sudah menunggu Naila di depan perusahaan Yuri. Dia menunggu kepulangan Naila yang kurang dari 30 menit lagi.
Yuri yang lebih dulu keluar dengan Alex melihat Jefri. Dia menghampiri Jefri lebih dulu, sedangkan Alex masuk ke dalam mobil Yuri.
"Sedang apa kamu di sini?" Tanya Yuri dingin.
"Aku sudah ada janji dengan Naila malam ini. Aku datang untuk menjemput nya" Jawab Jefri tegas.
__ADS_1
"Jangan pernah menyakiti Naila lagi. Jika kamu berani melukai nya lagi, aku pastikam hidup kamu akan menderita" Ucap Yuri tegas.
"Aku sangat mencintai nya, jadi aku tidak mungkin menyakiti nya" Jawab Jefri.
"Aku pegang kata kata kamu" Ucap Yuri. Belum juga Jefri menjawab Yuri, Yuri langsung berjalan meninggalkan Jefri. Dia masuk ke dalam mobil nya dan pergi dari perusahaan nya.
"Aku akan selalu mencintai dia Yuri. Akan selalu mencintai nya" Guman Jefri lirih.
Tak lama Naila dan karyawan karyawan perusahaan Yuri keluar dari perusahaan. Jefri melambaikan tangan nya ketika melihat Naila yang sudah keluar dari pintu lobi.
"Kok tidak menghubungi ku?" Tanya Naila tersenyum.
"Aku memang sengaja. Ya sudah yuk masuk" Pinta Jefri dan di angguki Naila.
Naila dan Jefri masuk ke dalam mobil. Jefri melajukan mobil nya meninggalkan perusahaan lalu menuju ke apartemen Naila.
Hanya butuh 45 menit perjalanan meraka agar sampai di gedung apartemen Naila. Naila turun dari mobil dan Jefri punikut turun.
"Aku akan jemput kamu nanti malam" Ucap Jefri.
"Iya" Jawab Naila mengangguk.
"Ya sudah, aku pulang dulu. Kamu masuk gih" Ucap Jefri.
Setelah melihat Naila yang sudah masuk, Jefri pun masuk ke dalam mobil nya. Dia melajukan mobil nya untuk pulang ke apartrmen nya.
Malam hari nya.
Kini Naila dan Jefri sudah berada di sebuah kafe yang romantis. Jefri khusus memesan kafe tersebut merayakan ulang tahun pernikahan mereka.
Karena di saat ini sedang musim semi, Naila memakai gaun malam yang sedikit sexy. Gaun yang memperlihatkan lekuk tubuh nya yang indah.
"Aku senang kita bisa merayakan hari pernikahan kita bersama" Ucap Jefri.
"Iya aku juga" Jawab Naila tersenyum.
Jefri meraih tangan Naila dan menggenggam nya erat.
"Mamah dan papah ada di kota ini Nai. Mereka ingin bertemu dengan kamu" Ucap Jefri.
Naila terdiam ketika mendengar kedua orang tua Jefri ingin bertemu dengan nya. Dia masih belum mampu untuk bertemu dengan orang tua Jefri. Dia takut jika hati nya akan kembali terluka jika kedua orang tua Jefri menolak nya.
"Maaf, tapi aku belum bisa bertemu mereka" Jawab Naila tertunduk dan perlahan menarik tangan nya dari genggaman Jefri.
__ADS_1
Jefri tersenyum lembut. Dia tidak akan memaksa Naila lagi karena dia tidak ingin kembali kehilangan Naila.
"Ya sudah tidak apa. Aku akan bicarakan nanti pada mamah dan papah" Jawab Jefri.
Naila menatap Jefri nanar. Dia bimbang dengan perasaan nya kali ini. Dia ingin memeluk Jefri dan kembali pada nya. Namun dia juga masih ada perasaan takut dengan kejadian dulu.
"Sudah jangan pikirkan lagi. Apa kamu mau berdansa dengan ku?" Pinta Jefri mengulurkan tangan nya.
Naila mengangguk pelan. Naila meraih tangan Jefri lalu bangkit dari kursi nya. Jefri membawa Naila ke tengah kafe untuk mereka berdua berdansa.
"Aku sangat merindukan kamu Naila" Ucap Jefri. Naila hanya tersenyum mendengar pengungkapan Jefri.
Setelah acara makan malam mereka, Jefri mengantar Naila kembali ke apartemen nya. Namun saat sampai di depan gedung apartemen Naila. Jefri melihat Wirawan, papah Naila yang akan masuk ke dalam gedung apartemen Naila.
"Nai, bukan kah itu papah kamu?" Tanya Jefri menunjuk ke arah Wirawan.
Naila melihat ke arah tunjukam tangan Jefri. Dia juga melihat papah nya yang baru masuk gedung apartemen nya.
"Iya. Aku sudah berkumpul kembali dengan mamah dan papah ku" Jawab Naila.
"Tapi Nai, mereka kan...." Ucapan Jefri terputus.
"Aku tau jika kamu khawatir. Tapi mamah ku sedang sakit sekarang. Bisnis papah juga sudah bangkrut. Hanya aku yang mereka miliki sekarang" Ucap Naila tersenyum.
Jefri meraih kepala Naila lalu membawa nya ke dalam pelukan nya. Dia mencium kening Naila lembut dan mengusap kepala Naila juga.
"Maafkan aku Naila. Mulai sekarang aku janji tidak akan meninggalkan ataupun menjauh dari kamu. Aku akan selalu berda di sisi kamu" Ucap Jefri.
Naila tersenyum lalu membalas memeluk Jefri.
"Terima kasih" Ucap Naila lembut.
"Kembali lah dengan ku Naila" Ucap Jefri memegangi wajah Naila dengan kedua tangan nya.
"Aku akan memikirkan nya" Jawab Naila tersenyum.
Jefri yang bahagia dengan jawaban Naila seketika mencium bibir Naila. Naila menutup mata nya. Dia merasakan kehangatan yang di berikan Jefri dari ciuman mereka.
# Selamat membaca ya kak
# Terima kasih banyak
😊😊😊🙏🙏🙏
__ADS_1