One Night With My Teacher

One Night With My Teacher
21


__ADS_3

"Aku tau kalau kamu suka sama aku Van. Maaf karena aku tidak meresponnya" Ucap Maya.


"Aku memang mencintai kamu Maya, tapi aku tidak ingin memaksa kamu" Ucap Ivan membelai lembut kepala Maya.


"Kamu tidak mengajak ku pacaran?" Tanya Maya.


"Memangnya kamu mau jadi kekasihku?" Tanya balik Ivan.


Cup.


Maya kembali mencium bibir Ivan sekilas.


"Mau" Jawab Maya tersenyum.


Ivan sangat senang dengan jawaban Maya, dia kembali mencium bibir Maya dan menciumnya semakin dalam. Karena suasana dan keadaan yang romantis pada malam itu, membuat sepasang kekasih yang baru saja jadian itupun memadu kasih.


Ke esokan harinya.


Maya terbangun dari tidurnya. Dia terbelalak melihat semua pakaian yang awalnya ia kenakan dan juga pakaian Ivan berserakan di mana mana.


"Enggak, ini nggak mungkin" Ucap Maya lirih.


Ivan juga bangun, dia melihat Maya yang sudah duduk dengan memegangi selimut untuk menutupi tubuhnya.


"Selamat pagi sayang" Ucap Ivan mencium kening Maya.


"Kenapa kita harus melakukan hal ini Van? Kenapa aku bisa terlena dan melakukannya?" Ucap Maya meneteskan air matanya.


"Sayang, kamu menangis?" Tanya Ivan khawatir.


"Ini semua salah Ivan, tidak seharusnya aku melakukan ini" Ucap Maya menangis.


"Maafkan aku sayang, aku.....aku tidak bisa menahannya. Aku tergoda dengan kecantikan kamu. Sungguh maafkan aku" Ucap Ivan menyesal.


"Ini bukan salah kamu Ivan. Harusnya aku....aku yang harus bisa menjaga diri aku sendiri" Ucap Maya menangis.


"Aku akan bertanggung jawab Maya" Ucap Ivan tegas.


"Ini bukan hal sepele Ivan. Ini tidak semuda seperti yang kamu kira" Ucap Maya menangis.


Di saat bersamaan, Dika masuk ke dalam kamar Ivan. Dia berencana membangunkan Ivan untuk mengajaknya ke pertemuan lagi. Namun saat Dika membuka pintu kamar Ivan betapa terkejutnya Dika melihat Ivan yang tanpa busana sedang memegangi wajah Maya yang memangis.


"Ivan" Teriak marah Dika.


Ivan dan Maya seketika menatap ke arah pintu. Ivan terkejut melihat papahnya yang melihat dirinya yang sedang berdua dengan Maya.


"Pakai pakaian kalian lalu turun ke bawah temui papah" Ucap Dika marah.


Brack


Dika menutup pintu kamar Ivan kencang.


Lantai 1 rumah Ivan.


Ivan dan Mata telah datang ke ruang tamu. Dika melihat Maya yang masih sesegukan karena menangis.


Plack

__ADS_1


Dika menampar keras pipi Dika hingga Ivan terpental membentur sandaran sofa.


"Om Dika" Ucap Maya terkejut. Maya membantu Ivan bangkit dan membantunya duduk.


Maya kembali menangis ketika melihat sudut bibir Ivan yang berdarah.


"Maafkan Ivan pah" Ucap Ivan lirih.


Plack


Lahi lagi Dika memukul Ivan.


"Cukup om, ini bukan salah Ivan" Ucap Maya membela Ivan.


"Kemari kalian" Ucap Dika. Lalu 2 anak buah Dika datang.


"Tarik Maya" Ucap Dika.


"Baik tuan" Jawab anak buah Dika.


"Tidak om, tolong jangan pukuli Ivan" Ucap Maya memohon.


Dika menghampiri Ivan lalu kembali memukul Ivan.


"Bangun kamu" Ucap Dika ketika Ivan tersungkur ke lantai.


Ivan yang sadar akan dirinya yang salah, akhirny kembali bangkit. Dia menerima semua pukulan yang di berikan Dika padanya.


"Kenapa kamu tega merusak masa depan Maya? Siapa yang kamu tiru?" Ucap Dika mencengkram kerah baju Ivan.


"Maafkan aku pah" Ucap Ivan.


Ivan kembali tersungkur ke lantai karena pukulan dari Dika.


"Ivan" Teriak Maya dan memberontak untuk menyelamatkan Ivan.


"Jangan pukul Ivan lagi Om, Maya mohon" Ucap Maya menangis.


"Maya mohon om, jangan pukul Ivan lagi om" Ucap Maya menangis.


Ivan yang sudah babak belur tidak mampu berdiri lagi. Dia tergeletak di lantai dengn darah segar yang keluar dari sudut bibirnya.


Dika memang orang tua yang disiplin. Dia paling benci dengan seorang pria yang merusak masa depan seornag gadis. Apa lagi pria itu adalah anaknya sendiri. Dia marah kecewa dan menyesal karena dia merasa telah gagal dalam mendidik Ivan.


"Kenapa kamu sampai melakukan itu Ivan? Apa yang harus papah katakan pada mamahmu? Kenapa kamu sekejam itu sama papah Ivan" Ucap Dika menangis.


"Maafkan Ivan pah" Ucap Ivan lirih dengan masih tetap di posisinya.


"Tolong lepaskan Maya om" Pinya Maya menangis.


Dengan satu gerakan tangan dari Dika, kedua anak buah Dika melepaskan Maya. Maya berlari menghampiri Ivan yang terkulai lemas di lantai.


"Ivan kamu terluka" Ucap Maya menangis.


"Aku tidak apa apa Maya. Uhuk uhuk uhuk" Ucap Ivan terbatuk batuk.


Maya beralih ke Dika, dia berlutut di depan Dika.

__ADS_1


"Tolong bawa Ivan ke rumah sakit om. Maya mohon om" Pinta Maya memohon sambil menangis.


Dika kasihan melihat Maya yang memohon padany. Akhirnya Dika menyetujui permintaan Maya, Dika menyuruh anak buahnya untuk membawa Ivan ke rumah sakit. Namun Dika melarang Maya untuk ikut ke rumah sakit.


"Om ijinkan Maya ikut ke rumah sakit om" Pinta Maya.


"Kamu harus pulang Maya. Untuk saat ini, kamu om larang bertemu dengan Ivan. Om akan bicara dulu tentang kalian ke orang tua kamu. Jika mereka mengujinkan kamu bersama Ivan, maka om akan membiarkan kalian bersama juga" Ucap Dika.


"Tapi om....." Ucapan Maya terhenti.


"Antar Maya pulang" Ucap Dika lalu berjalan keluar unutuk ikut ke rumah sakit.


Ke esokan harinya.


Maya mencari keberadaan Bimo di sekolah namun tidak menemukannya. Terlihat jelas ke khawatiran Maya membuat Nala tidak tega.


"Ayo, aku akan antar kamu ke rumah Bimo" Ucap Nala.


"Kamu tau rumah Bimo?" Tanya Maya bersemangat.


"Iya, aku tau" Jawab Nala.


"Terima kasih Nala, kamu memang teman terbaik ku" Ucap Maya.


"Sudah tidak usah merayu ku" Ucap Nala berjalan lebih dulu meninggalkan Maya. Maya tersenyum lalu berlari mengiktu Nala.


Cukup lama mereka di perjalanan karena rumah Bimo memang cukup jauh dari sekolah. Saat sampai di rumah Bimo, satpam rumah Bimo mengenali Nala. Dia segera membukakan gerbang rumah Bimo.


"Mbak Nala, silahkan masuk mbak" Ucap satpam.


"Makasih pak" Ucap Nala.


"Ayo masuk May" Ucap Nala pada Maya.


"Kamu sering datang ya La? Kok mereka akrab sekali dengan kamu" Tanya Maya.


"Aku hanya pernah menginap di sini semalam karena sesuatu" Jawab Nala.


"Kamu pacaran sama Bimo?" Teriak Maya bertanya. Di saat bersamaan, Bimo keluar dari rumahnya. Dia terkejut dengan kedatangan Nala dan Maya.


"Maya, Nala. Kalian sedang apa di sini?" Tanya Bimo.


"Aku mau minta tolong sama kamu Bim" Jawab Maya.


"Minta tolong? Soal apa?" Tanya Bimo.


"Ivan, dia masuk rumah sakit kemarin" Jawab Maya.


"Ivan masuk rumah sakit, kenapa aku tidak tau" Ucap Bimo.


"Elo beneran tidak tau?" Tanya Nala.


"Beneran honey, gue nggak tau" Jawab Bimo.


"Jangan panggil gue begitu. Gue jijik" Ucap Nala.


# Selamat membaca ya kak

__ADS_1


# Terima kasih banyak


😊😊😊🙏🙏🙏


__ADS_2