
Dan benar saja, Jefri yang merasakan sentuhan pada kepala nya. Jefri bangun dan dia melihat Naila yang sudah bangun juga.
"Kamu sudah bangun? Gimana ada yang tidak nyaman?" Tanya Jefri.
"Enggak, aku mau minum" Ucap Naila. Jefri dengan sigap mengambilkan minum untuk Naila. Jefri membantu Naila bangun lalu membantu nya minum.
"Sudah kak, terima kasih" Ucap Naila lembut.
"Nail, maafkan aku. Karena kebodohan ku, kamu sampai terluka seperti ini" Ucap Jefri tulus.
"Jangan membahas nya lagi, aku tidak ingin mengingat nya" Ucap Naila dingin.
"Tapi aku benar benar menyesal Nai. Aku merasa bersalah dengan apa yang telah aku lakukan" Ucap Jefri.
"Aku sudah bilang tidak ingin membicarakan hal itu lagi kak. Lagian ini sudah siang, lebih baik kakak pergi saja mengajar" Ucap Naila dingin.
Naila masih merasa kecewa dengam Jefri. Dia yang masih emosi belum mau membicarakan masalah itu dari pada mereka harus bertengkar.
"Baik lah. Aku pergi mengajar dulu. Setelah selesai aku akan kembali ke sini menemani kamu" Ucap Jefri.
"Iya, hati hati" Jawab Naila singkat.
Jefri bangkit dari duduk nya. Dia meraih kepala Naila lalu mencium kening Naila lembut.
"Maafkan aku Nai, aku sangat menyesal" Ucap Jefri lembut. Jefri mengambil kunci mobil dan ponsel nya, dia lalu berjalan keluar meninggalkan ruang inap Naila.
Kini tinggal Naila sendiri di ruangan tersebut. Dia tetap diam di atas ranjang nya dengan melihat keluar jendela kamar inap nya.
Di sekolah.
Jefri baru saja sampai di sekolah, dia masuk ke dalam ruang guru lebih dulu untuk mengisi absen nya.
Namun saat dia masuk ke dalam ruang guru, dia melihat Vera dan Bela yang barada di depan kepala sekolah. Jefri menghampiri mereka untuk mengetahui apa yang sebenar nya terjadi pada Naila kemarin.
"Beneran pak, saya tidak sengaja menumpahkan nya ke Naila. Saya juga mencoba meminta maaf pada Naila tapi dia malah menendang saya" Ucap Vera.
"Apa yang di katakan Vera benar pak. Saya melihat sendiri kok kejadian nya" Ucap Bela.
"Berdiridi mana anda saat kejadian?" Sahut Jefri yang menghampiri meja kepala sekolah.
__ADS_1
"Saya bediri di dekat pilar sekolah" Jawab Bela.
"Apa anda mendengar jika Vera benar benar minta maaf pada Naila?" Tanya Jefri lagi.
"Ti.....tidak, saya tidak begitu mendengar nya" Jawab Bela gelagapan.
"Maaf menyela pak kepala sekolah. Dari apa yang saya amati dari kejadian kemarin. Jika benar Vera tidak sengaja menumpahkan susu basi itu pada Nial. Seharus nya terkena bagian baju Naila saja atau terkena pakaian Aca karena Aca sedang bergandengan tangan dengan Naila." Ucap Jefri.
"Tapi yang terkena susu basi bukan hanya baju Naila saja, tapi lebih tepat nya kepala bagian atas Naila. Itu terlihat jelas kalau ada unsur kesengajaan. Aca juga tidak terkena percikan dari susu tersebut sedikit pun" Jelas Jefri.
"Jika hanya mendengar penjelasan dari satu pihak mungkin Naila yang akan di berat kan" Ucap Jefri.
"Benar pak kepala sekolah. Saya bisa jadi saksi untuk membela Naila, karena saat itu saya berada di samping Naila." Sahut Reza yang masuk ke dalam ruangan guru.
"Reza, apa maksud dari ucapan kamu?" Tanya kepala sekolah.
"Saya mendengar dengan jelas kalau Vera menghina Naila. Dia juga dengan sengaja menumpahkan susu basi itu ke kepala Naila. Aca dan adik adik kelas yang dekat dengan kejadian kemarin juga bisa menjadi saksi atas apa yang sudah di lakukan Vera pada Naila" Ucap Reza.
"Vera, apa benar yang di katakan Reza?" Tanya kepala sekolah pada Vera
Vera yang ketakutan hanya diam saja tidak berani menjawab pertanyaan kepala sekolah. Dia hanya diam mematung dengan terus menundukkan kepala nya.
"Hah, seperti nya sudah jelas apa yang terjadi kemarin. Vera karena kamu sudah berani melukai teman kamu sendiri danjuga sudah berani berbohong. Maka saya akan menjatuhkan hukuman skorsing selama 1 minggu" Ucap kepala sekolah.
"Keputusan saya sudah bulat Vera. Ini hukuman dari apa yang telah kamu lakukan. Kamu harus berani bertanggung jawab " Ucap Kepala sekolah tegas.
"Sekarang kamu dan Reza jembali ke kelas. Sebentar lagi pelajaran akan segera di mulai" Ucap kepala sekolah lagi.
"Baik pak, saya permisi" Pamit Reza. Reza dan Ver keluar dari ruang guru.
Jefri berpamitan pada kepala sekolah untuk kembali ke ruangan nya. Jefri keluar dari ruang guru setelah mendapatkan ijin dari kepala sekolah.
Dia berjalan keluar untuk mengejar Reza.
"Reza tunggu sebentar" Panggil Jefri.
Reza menoleh lalu berhenti menunggu Jefri menghampiri nya.
"Ada apa pak?" Tanya Reza polos.
__ADS_1
"Maaf sebelum nya, tapi saya penasaran saja dengan hubungan kamu dengan Naila. Apa kalian pacaran?" Tanya Jefri sedikit kurang nyaman.
"Oh tidak pak, saya memang sedang mengejar Naila sih. Tapi kami belum bersama kok" Jawab Reza malu malu.
"Bagus lah" Celetuk Jefri
"Bagus? Maksud nya pak?" Tanya Reza penasaran.
"Ya.....ya bagus. Kalian kan sebentar lahi mau menghadapi ujian akhir. Kalian harus fokus belajar jangan main pacar pacaran" Ucap Jefri gelagapan.
"Hehehe iya pak" Jawab Reza menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
"Ya sudah, sana kembali ke kelas kamu. Ingat belajar yang giat jangan pacar pacaran" Ucap Jefri menepuk bahu Reza.
"Iya pak" Jawab Reza tersenyum.
Jefri berjalan ke arah ruangan nya. Dia masuk ke dalam ruangan nya lalu memikirkan apa yang telah ia lakukan pada Naila. Hanya sebuah kesalah pahaman membuat diri nya sampai bertengkar dengan Naila.
"Bodoh kamu Jefri. Hanya keegoisan kamu, kamu sampai melukai Naila" Ucap Jefri lirih.
Sepulang sekolah.
Jefri mendapat kabar dari mamah nya, kalau Naila sudah boleh pulang. Jefri segera pulamg ke rumah nya dengan tergesa gesa. Dia ingin segera bertemu dengan Naila untuk meminta maaf dengan Naila.
"Mah, di mana Naila?" Tanya Jefri yang baru masuk ke dalam rumah nya.
"Ada di kamar kalia." Jawab Sinta.
"Tunggu Jefri, mamah ingin bicara dengan kamu dulu. Naila sedang istirahat sekarang. Ikut mamah dulu untuk bicara di luar" Pinta Sinta.
"Iya mah" Jawab Jefri.
Jefri mengikuti Sinta keluar dari rumah. Mereka duduk di teras rumah untul bicara berdua. Sinta ingin bicara dengan Jefri mengenai Naila.
"Jefri mamah tau jika kalian belum ada perasaan satu sama lain. Tapi Jefri, kamu audah dewasa. Kamu harus menjaga Naila dengan baik. Jangan sampai kamu melukai dia Jef, dia gadis yang baik. Mamah sudah suka dengan Naila" Ucap Sinta.
"Kalian sudah mulai berumah tangga. Turunkan ego mu Jef, jika kamu ingin perjalanan rumah tangga mu berjalan dengam baik. Kamu harus lebih mengertikan Naila. Dia masih belum cukup dewasa" Ucap Sinta.
# selamat membaca ya kak
__ADS_1
# tarima kasih banyak
🙏🙏🙏😊😊😊