
"Vera apa yang kamu lakukan?" Tanya Reza terkejut dengan Naila yang bau susu basi.
"Kenapa? Apa urusan nya sama kamu? Memang nya kamu di bayar berapa sama dia bjat jadi kacung nya?" Ucap Vera mengejek.
"Oh apa mungkin dia sudah tidur sama kamu, sampai kamu sebodoh ini? Hahaha" Ucap Vera tertawa.
Naila sudah tidak tahan lagi dengan ucapan Vera. Reza yang ingin menampar Vera tangan nya di cekal oleh Naila.
"Cowok mukul cewek, nggak jentel" Ucap Naila dingin.
Naila berjalan menghampiri Vera lalu menendang Vera hingga terpental jatuh ke lantai lapangan sekolah.
Semua orang yang melihat kejadian itu bersorak kegirangan karena Naila begitu keren.
"Mulut kamu lebih busuk dari susu basi yang kamu tumpahkan ke kepala ku. Mau di bilas berapa banyak pun tetap busuk karena bau nya sudah mendarah daging" Ucap Naila.
Naila berbalik lalu berjalan meninggalkan Vera. Namun Bela melihat Naila yang menendang Vera.
"Tunggu, mau ke mana kamu? Kamu membuli teman sendiri di depan teman teman lain. Apa kamu mau jadi preman di sini" Ucap Bela.
Naila berbalik ke arah Bela. Dia tetap diam di tempat, sedangkan Bela menghampiri Vera dan membantu nya berdiri.
"Kamu itu siswa di sini, kamu sudah kelas 3. Seharus nya kamu memberi contoh yang baik pada adik adik kelas kamu. Bukan nya malah membuli teman kamu sendiri" Ucap Bela.
"Dia yang menendang saya bu. Saya tidak sengaja menumpahkan susu basi yang mau saya buang ke baju nya. Dia tidak mau mendengarkan penjelasan saya malah langsung menendang saya" Ucap Vera.
"Tidak bu...." Ucapan Aca terhenti.
"Tidak apa? Aku lihat sendiri kok kalau Naila menendang Vera tadi" Sahut teman Vera.
"Cukup, saya sudah melihat sendiri kalau kamu memang menendang Vera tadi" Ucap Bela.
"Sekarang kamu ikut saya ke kantor guru." Ucap Bela tegas.
Bela berjalan ke arah Naila. Dia menarik tangan Naila kasar lalu membawa nya ke arah kantor guru.
Naila menatap tajam ke arah Vera. Dia sangat benci dengan Vera yang bisa bisa nya memfitnah diri nya di depan umum. Naila semakin benci ketika Vera tersenyum licik saat melihat Naila di bawa ke ruangguru oleh Bela.
Di ruang guru.
__ADS_1
Jefri baru saja akan keluar dari ruang guru untuk mengambil tas nya yang ada di ruangan nya. Dia akan segera pulang karena pekerjaan nya sudah selssia.
Namun dia terhenti ketika melihat Naila yang di tarik kasar oleh Bela.
"Ada apa ini? Kenapa bu Bela menarik Naila ke sini?" Tanya Jefri.
"Naila sudah memebuli teman nya sendiri di depan adik adik kelas nya pak. Saya melihat nya sendiri tadi" Ucap Bela.
"Apa benar itu Naila?" Tanya Jefri.
"Saya memang menendang dia, tapi saya tidak membuli dia" Jawab Naila datar.
"Lalu kenapa kepala kamu basah dan bau? Apa yang terjadi?" Tanya Jefri.
"Vera tidak sengaja menumpahkan susu basi ke baju Naila. Naila tidak mau mendengarkan penjelasan Vera tapi Naila malah langsung menendang Vera sampai terjatuh ke lantai" Ucap Bela.
"Apa benar itu Naila?" Tanya Jefri menyelidik.
"Tidak. Dia sengaja menumpahkan nya ke kepala saya. Saya hanya membela diri saja " Jawab Naila datar.
"Bu Bela lebih baik kita selidiki dulu permasalahan nya. Jangan langsung menyalahkan satu pihak saja" Ucap Jefri.
"Saya tidak menyalahkan satu pihak pak. Saya melihat nya sendiri kok" Ucap Bela.
"Baik pak, saya permisi" Pamit Naila
Naila berjalan keluar dari kantor guru. Jefri merasa bimbang karena dia tidak tau harus melakukan apa. Dia tidak tau kejadian yang sebenar nya.
"Maaf pak saya permisi pulang juga" Pamit Jefri pada kepala sekolah.
"Iya pak Jefri. Kasus ini akan di selesaikan besuk" Ucap kepala sekolah.
"Baik pak, terima kasih" Ucap Jefri lalu berlari keluar dari kantor guru. Dia masuk ke dalam ruangan nya untuk mengambil tas dan kunci mobil nya.
Jefri melajukan mobil nya keluar dari sekolah. Dia mencari cari keberadaan Naila di sekitar sekolah. Saat melihat Naila, Jefri tersenyum. Namun senyumnya hilang ketika melihat Reza yang memakaikan jaket pada tubuh Naila.
"Kamu pakai saja dulu jaket ku untuk menutupi baju kotor kamu. Tenang saja besuk aku akan jadi saksi kamubiar Vera mendapat hukuman nya" Ucap Reza.
"Tidak usah terima kasih. Untul jaketnya aku bawa dulu" Ucap Naila pergi meninggalkan Reza.
__ADS_1
Reza tidak mengejar Naila lagi karena dia tau Kalau Naila butuh waktu untuk sendiri saat ini.
Jefri melihat semua tingkah laku Reza yang begitu perhatian pada Naila. Dia marah melihat itu semua. Setelah Naila sedikit jauh dari Reza, Jefri menghentikan mobil nya tepat di depan Naila.
"Masuk" Ucap Jefri singkat.
Naila masuk ke dalam mobil Jefri. Dia memakai sabuk pengaman nya lalu memangku dagu nya melihat keluar jendela.
"Apa kamu berhubungan baik dengan teman pria kamu itu?" Tanya Jefri dengan melajukan mobil nya.
"Tidak, aku saja baru tau nama dia tadi" Jawab Naila.
"Kamu baru tau namanya tapi kalian tampak sangat dekat ya. Sampai dia meminjamkan jaket nya pada kamu. Padahal saat ini sedang musim dingin" Ucap Jefri.
"Berhenti" Ucap Naila marah.
"Jangan gila kamu Nai. Di luar sangat dingin, kamu juga lagi basah sekarang" Ucap Jefri tegas.
"Berhenti atau aku lompat" Ancam Naila.
"Apa sih mau kamu Nai? Jangan kekanak kanakan deh" Ucap Jefri.
"Berhenti aku bilang" Teriak Naila.
Dengan emosi Jefri mengehentikan mobilnya. Naila melepas sabuk pengaman nya lalu keluar dari mobil Jefri.
"Asal anda tau, Reza lebih baik dari pada anda. Dia lebih mengerti saya dari pada anda yang suka seenak nya sendiri" Ucap Naila.
Brack.
Naila menutup pintu mobil Jefri sangat keras. Jefri yang mendengar ucapan Naila sangat marah. Dia merasa Naila merendahkan diri nya.
Jefri melajukan mobil nya melewati Naila. Naila menahan air mata nya karena dia tidak ingin orang tau kalau dia lemah. Naila menggigit bibir bawah nya, dia berjongkok di pinggir jalan dengan memeluk lutut nya. Dia menangis melepaskan perasaan nya saat ini.
Dia kecewa dengan Jefri yang sama sekali tidak mengertikan diri nya. Jefri lebih mementingkan diri nya sendiri.
Cukup lama Naila menangis di punggir jalan. Sampai rambut nya tertutup salju cukup tebal. Di tambah rambut nya yang basah tadi karena ulah Vera.
# selamat membaca ya kak
__ADS_1
# terima kasih banyak
🙏🙏🙏😊😊😊