One Night With My Teacher

One Night With My Teacher
41


__ADS_3

Maya dan Raka mulai mencari bahan bahan untuk membuat es krim di rumah.


"Raka mau rasa apa sayang?" Tanya Maya.


"Coklat momi" Jawab Raka.


"Dia anak kamu May?" Suara pria yang berada di belakang Maya. Maya menoleh dan melihat Bimo yang sedang berdiri di belakangnya dengan menunjuk ke arah Raka.


"Bimo, sedang apa kamu di sini?" Tanya Maya menutupi Raka dari pandangan Bimo.


"Aku sama Nala, dia sedang mencari barang kebutuhannya" Ucap Bimo menunjuk ke arah Nala.


Nala menoleh lalu tersenyum senang ketika melihat Raka dan Maya di minimarket itu.


"Boy" Panggil Nala melambaikan tangnya ke arah Raka. Raka menoleh lalu berlari menghampiri Nala.


"Tante Lala" Ucap Raka berlari. Maya menghampiri Nala bersamaan dengan Bimo.


"Kamu mau beli apa boy?" Tanya Nala menggendong Raka.


"Mau beli buat es krim tante" Jawab Raka polos.


"Wah, oh iya ini paman Bimo" Ucap Nala mengenalkan Bimo pada Raka.


"Halo om" Sapa Raka.


"Halo boy, kamu pintar sekali" Ucap Bimo mengusap kepala Raka lembut.


"Terima kasih" Ucap Raka.


"Sopannya" Ucap Nala.


"Iya, momi selalu bilang harus terima kasih jika mendapatkan hal yang baik buat Raka" Ucap Raka.


"Kamu sudah berhasil membesarkan anak kamu dengan baik Maya" Ucap Bimo.


"Terima kasih" Ucap Maya.


"Raka mau beli ea krim saja sama tante?" Tanya Nala.


"Mau tante" Jawab Raka polos.


"Boleh kan May?" Tanya Nala pada Maya.


"Boleh, tapi langsung pulang ya soalnya sebentar lagi waktu Raka makan malam" Ucap Maya.


"Ok. Kamu pulang saja dulu. Nanti aku sama Bimo akan antar Raka ke kafe" Ucap Nala.


"Iya" Jawab Maya mengangguk.


"Raka jangan nakal ya, harus dengarkan tante Nala dan om Bimo. Nanti langsung pulang setelah beli es krimnya" Ucap Maya menasehati putranya.


"Yas momi" Jawab Raka.

__ADS_1


"Ya sudah aku pulang dulu ya, titip Raka" Ucap Maya.


"Tenang saja, Raka akan aman jika sama aku" Ucap Nala. Maya mengangguk lalu keluar dari minimarket.


Nala, Raka dan Bimo pun keluar dari minimarket setelah Nala membayar barang barang yang ia sudah taruh ke ranjang belanjanya.


Di dalam mobil Bimo. Raka dan Nala duduk si sebelah kursi penumpang. Raka terlihat berseri seri karena senang di ajak beli es krim. Namun saat sampai di kafe yang tadi ia datangi dengan Maya, wajahnya berubah sedih.


"Raka ada apa?" Tanya Nala.


"Raka tidak mau es krim tante" Jawab Raka tertunduk.


"Kenapa? Kamu tidak suka es krim di sini?" Tanya Bimo.


"Tadi Raka dan momi sudah ke sini. Tapi momi menangis saat di dalam sana. Raka tidak mau momi menangis tante, Raka tidak mau es krim lagi" Ucap Raka sedih.


Nala dan Bimo saling pandang. Mereka bingung kenapa Maya sampai menangis ketika di kafe itu.


"Em Raka, kamu sama tante Nala tunggu saja di sini. Biar om Bimo saja ya yang belikan es krim buat Raka. Nanti kita makan es krimnya di rumah Raka saja. Biar momi Raka tidak sedih" Ucap Bimo lembut.


"Boleh tante?" Tanya Raka pada Nala.


"Tentu saja boleh sayang. Kamu di sini saja ya sama tante" Jawab Nala.


"Iya tante" Jawab Raka tersenyum ceria lagi.


Bimo turun dari mobil. Dia masuk ke dalam kafe seorang diri untuk membelikan Raka es krim yang ia inginkan. Tak lama dia sudah keluar dengan kotak es krim lalu masuk ke dalam mobil.


"Iya om, terima kasih" Ucap Raka tersenyum.


Bimo kembali melajukan mobilnya. Dia menuju ke kafe Maya yang di lntai tiganya ia buat sebagai rumahnya bersama Raka. Hanya butuh waktu 30 menit untuk sampai di kafe Maya.


Nala dan Raka turun lebih dulu dari mobil Bimo. Bimo memarkirkan mobilnya lebih dulu. Ketika turun dari mobil dia takjub dengan dekorasi kafe baru Maya dan Nala.


"Siapa yang memiliki ide tentang kafe ini?" Tanya Bimo pada Nala.


"Maya, katanya sih ini sudah ia impikan sejak lama" Jawab Nala.


"Kenapa? Bagus kan?" Tanya Nala.


"Bagus, dekorasinya sangat luar biasa menurutku" Jawab Bimo.


"Iya, Maya ingin mengusung teman Eropa. Katanya sih biar mengobati rasa kangennya" Ucap Nala.


"Ayo masuk" Ucap Nala.


"Jangan, kita ketuk pintu saja. Tidak enak sama suami Maya" Ucap Bimo mencegah Nala.


"Maya orang tua tunggal" Ucap Nala masuk begitu saja ke kafe. Dia berjalan masuk ke arah lift untuk menuju ke lantai 3 rumah Maya dengan di ikuti Bimo.


Bimo semakin takjub dengan dekorasi yang ada di lantai 2 kafe. Dengan gaya moderen khas Eropa, mambuat kafe tersebut memiliki nilai jual yabg sangat kuar biasa.


"Momi" Panggil Raka yang berlari mencari Maya di rumahnya.

__ADS_1


Maya keluar dari kamarnya dengan menggunakan celana pendek. Dia berlutut untuk menyambut pelukan dari Raka.


"Gimana jalan jalannya sama tante Nala?" Tanya Maya.


"Asik sekali momi" Jawab Raka antusias.


"Ya sudah, momi mau menyiapkan makan malam dulu ya. Kamu sama tante Nala dan om Bimo di ruang tengah dulu" Ucap Maya.


"Iya mom" Jawab Raka.


Raka menarik tangan Bimo ke ruang tengah. Bimo yang bingung hanya mengikuti Raka. Nala menghampiri Maya yang berada di dapur.


"Maya, aku boleh tanya sesuatu ke kamu?" Tanya Nala.


"Mau tanya apa La?" Tanya Maya balik.


"Kenapa kamu menangis tadi saat di kafe" Tanya Nala.


Prang


Maya yang terkejut dengan pertanyaan Nala menjatuhkan piring yang ia pegang.


"Maya kamu tidak apa apa kan?" Tanya Nala menghampiri Maya.


Maya berlutut dan tanpa sengaja lututnya terkena pecahan piring yang terpental.


"Ahhhh" Ucap Maya kesakitan.


Bimo menghampiri Nala dan Maya yang ada di dapur.


"Ada apa?" Tanya Bimo khawatir. Nala dan Maya menoleh ke arah Bimo.


Namun betapa terkejutnya Bimo ketika melihat tato Maya yang ada di pahanya. Dia sampai terbelalak melihatnya.


"Maya kamu....." Ucap Bimo menunjuk ke tato milik Maya.


Maya yang sadar lalu berlari ke kamarnya.


"May tunggu luka kamu harus di obati dulu" Ucap Nala.


"Tunggu Nala" Ucap Bimo mencekal tangan Nala.


"Ada apa sih Bim? Aku mau bantu Maya obati lukanya" Ucap Nala.


"Kamu tolong jaga Raka dulu. Aku ingin bicara dengan Maya dulu" Ucap Bimo serius.


Nala mengangguk lalu berjalan ke arah ruang tengah menemani Raka. Ini kali pertama Nala melihat wajah Bimo yang serius. Dia merasa asing dengam Bimo yang saat ini. Dia hanya mengikuti ucapan Bimo saja.


# Selamat membaca ya kak


# Terima kasih banyak


🙏🙏🙏😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2