
"Maya ke mana sih? Sekolahnya sudah sepi, tapi kenapa dia tidak kunjung keluar?" Guman Joy.
Joy mengambil ponselnya yang ada di dalam mobil. Dia mencoba menghubungi ponsel Maya tapi tidak bisa tersambung.
"Ponselnya tidak aktif. Kamu ini ke mana sih May?" Ucap Joy.
Joy masuk ke dalam mobilnya lagi. Dia mencoba berkeliling sekitar sekolah kalau saja bertemu Maya di jalan.
Namun sampai malam, Joy tidak kunjung bertemu dengan Maya. Joy semakin khawatir dengan keadaan Maya. Dia kembali datang ke sekolah untuk bertanya pada satpam di sekolah.
"Pak permisi, saya keluarga salah satu murid di sekolah ini. Saya sedang mencarinya karena dia belum pulang sampai sekarang ke rumah" Ucap Joy ke satpam sekolah.
"Tapi di sekolah susah tidak ada muridnya pak" Jawab satpam.
"Em apa boleh anda mengantar saya ke kelasnya pak? Saya hanya ingin memastikannya saja" Ucap Joy.
"Ya sudah, mari saya antar" Jawab satpam.
"Nama muridnya siapa?" Tanya satpam.
"Maya Yuliana" Jawab Joy.
"Oh Maya yang bule itu?" Ucap satpam.
"Iya pak" Jawab Joy mengangguk.
"Ayo mati saya antar ke kelasnya" Ucap Satpam. Joy sedikit kega karena di perbolehkan mencari ke kelas Maya.
Saat sampai di kelas, Joy mencari di setiap bangku yang ada di kelas Maya. Dia mencari dari bagian depan sampai akhirnya dia menemukan tas sekolah Maya.
"Pak ini tas sekolah Maya" Ucap Joy mengambil tas Maya.
"Lho kok tasnya masih di sini?" Guman satpam yang juga bingung.
"Pak apa boleh jik saya melihat CCTVnya?" Tanya Joy.
"Iya iya boleh pak, mari ikut saya" Jawab Satpam.
Joy kembali mengikuti pak satpam dengan membawa tas milik Maya.
Di pos satpam, pak satpam mulai memperlihatkan rekaman CCTV hari ini. Joy melihat dengan teliti semua vidio. Joy merasa sakit hatinya ketika melihat Maya yang duduk bersama anak laki laki di bangku. Namun Joy ingin tetap fokus mencari Maya dulu.
"Stop pak" Ucap Joy.
Joy melihat 3 anak perempuan yang keluar dari kamar mandi dan memasang tanda di pintu kamar mandi.
__ADS_1
"Bukan kah Maya tadi masuk ke kamar mandi itu tadi?" Tanya Joy.
"Iya pak saya juga lihat non Maya masuk tadi. Tapi kenapa anak anak itu keluar dan non Maya tidak keluar?" Tanya satpam balik.
"Pak tolong antar saya ke kamar mandi itu sekarang" Pinta Joy.
"Baik pak" Jawab satpam.
Lalu satpam dan Joy berlari ke arah kamar mandi itu. Mereka masuk ke dalam kamar mandi dan mendengar suara Maya yang lemas meminta tolong.
"Maya, kamu di dalam kan May?" Tanya Joy.
"Joy" Panggil Maya.
Pak satpam mengambil kayu kain pel yang menutupi pintu kamar mandi yang menghalangi Maya keluar.
"Maya, kamu tidak apa apa kan?" Tanya Joy yang menghampiri Maya. Maya sudah lemas karena kedinginan dan juga kehabisan tenaga.
"Bawa ke rumah sakit saja pak" Ucap satpam.
"Iya pak" Jawab Joy. Joy melepas jaketnya, dia memakaikan jaketnya ke badan Maya lalu menggendong Maya keluar dari kamar mandi.
"Kamu harus bertahan Maya, aku akan bawa kamu ke rumah sakit sekarang" Ucap Joy.
"Maaf Joy, maafkan aku" Ucap Maya lemas.
Maya tersenyum lalu pingsan dalam gendongan Joy.
"May, Maya bangun Maya. Jangan tidur honey aku mohon" Ucap Joy. Joy sekuat tenaga berlari ke arah mobilnya agar segera membawa Maya ke rumah sakit.
"Pak terima kasih banyak" Ucap Joy ketika ia sudah menidurkan Maya ke dalam mobil.
"Sama sama pak" Jawab satpam.
Joy masuk ke dalam mobil lalu melajukan mobilnya keluar dari area sekolah dengan kecepatan tinggi. Dia melajukan mobilnya ke arah rumah sakit. Saat di perjalanan, Joy menghubungi Jefri, papah Maya.
"Halo om Jef, saya sedang dalam perjalanan ke rumah sakit. Saya akan jelaskan nanti di rumah sakit karena saat ini Maya sedang pingsan" Ucap Joy.
"Ya sudah kamu bawa Maya ke rumah sakit, om dan tante akan menyusul sekarang juga" Jawab Jefri.
"Baik om" Sahut Joy.
Di rumah sakit.
Maya sudah di pindahkan ke ruang inap. Jefri dan Naila masuk ke dalam ruang inap Maya.
__ADS_1
"Joy apa yang terjadi?" Tanya Jefri.
"Maya di kerjai teman sekolahnya om" Jawab Joy.
"Di rundung maksud kamu?" Tanya Jefri.
"Sepertinya tidak om, karena ini pertama kalinya Maya di jahili temannya" Jawab Joy.
"Lalu bagaimana keadaan Maya sekarang?" Tanya Naila khawtair mengusap kepala Maya lembut.
"Maya baik baik saja, besuk Maya sudah boleh pulang" Jawab Joy.
"Syukurlah kalau begitu" Ucap Naila lega. Jefri menghampiri Maya dan Naila. Jefri memeluk bahu Naila untuk menguatkan Naila.
"Maafkan Joy om, tante. Joy tidak tega membicarakan tentang yang sebenarnya dengan kalian" Guman Joy dalam hati. Joy melihat kedua krang tua Maya yang begitu menyayangi Maya.
Hari berikutnya.
Kemarin Maya sudah boleh keluar dari rumah sakit. Hari ini Maya di antarkan Joy untuk kembali ke sekolah.
"Kamu yakin mau sekolah hari ini?" Tanya Joy yang sedang menyetir mobil untuk mengantar Maya.
"Iya aku mau sekolah saja, di rumah bosan harus di atas ranjang terus" Ucap Maya.
Joy mengangguk pelan. Joy melirik Maya dan ingin bertanya lada Maya namun ia ragu.
"Ada apa sih Joy? Kamu tidak seperti biasanya?" Tanya Maya.
"Tidak ada apa apa" Jawab Joy yang mengurungkan niatnya.
"Kamu aneh hari ini" Ucap Maya tersenyum.
Sesampainya di sekolah, Maya turun dari mobil. Dia masuk ke dalam sekolah setelah berpamitan dengan Joy. Namun Jpy bukannya pulang tapi malah menunggu kedatangan anak laki laki yang kemarin bersama Maya.
"Hai tunggu" Ucap Joy ketika melihat anak yang ia tuju.
Ivan menoleh ke sumber suara. Dia menatap heran pada Joy yang menghampirinya. Ivan ingat betul Joy adalah pria yang bersama Maya waktu itu di taman bermain.
"Aku hanya ingin bilang ke kamu, kalau Maya baru saja keluar dari rumah sakit. Dia di jahili teman sekolahnya hingga demam dan masuk ke rumah sakit" Ucap Joy.
"Saya tidak bisa menjaga Maya saat berada di dalam sekolah tapi saya tau jika kamu dekat dengan Maya. Jadi tolong jaga Maya saat berada di sekolah" Ucap Joy tersenyum. Joy menepuk bahu Ivan lalu berbalik menuju ke mobilnya lagi.
Ivan mengapalkan tanganya ketika mendengar Maya di jahili temannya hingga masuk rumh sakit. Ivan berjalan ke arah ruang kepala sekolah untuk mencari tau siapa anak yang mengerjai Maya.
# Selamat membaca ya kak
__ADS_1
# Terima kasih banyak
😊😊😊🙏🙏🙏