One Night With My Teacher

One Night With My Teacher
09


__ADS_3

"Ada apa?" Tanya Angga.


"Aku tidak suka dengan anak itu. Dia penuh tipu muslihat" Ucap Sinta.


"Kita biarkan saja dulu. Kita lihat saja seperti apa dia" Ucap Angga.


"Papah sudah minta anak buah papah untuk menyelidiki anak yang tadi malam?" Tanya Sinta.


"Sudah, nanti mereka akan laporkan hasilnya" Jawab Angga.


"Bagus lah" Jawab Sinta lalu masuk ke dalam rumah.


"Aku juga tidak suka dengan anak itu. Dari tatapannya saja sudah terlihat dia tidam tulus dengan Maya" Guman Angga dalam hati menatap ke arah Damar dan Maya.


Jam istirahat.


Seteleha berolah raga, Maya dan Nala ke kantin untuk membeli minum.


"Mau minum di sini atau di bawa ke kelas May?" Tanya Nala.


"Bawa ke kelas saja La. Aku capek mau ke kelas" Jawab Maya.


"Ok tunggu sebentar" Ucap Nala.


Tak lama Nala memberikan minuman ke Maya satu. Lalu mereka berjalan ke arah kelas. Tapi tanpa sengaja Maya menabrak Ivan dan menumpahkan minumannya ke baju Ivan dan juga bajunya sendiri.


"Mata lo but.....ta" Ucap Ivan sudah akan melayangkan pukulannya karena dia tidak tau kalau Maya yang menabraknya.


"Maaf Van aku tidak sengaja" Ucap Maya ketakutan.


"Jalan pakai mata" Ucap Ivan lalu pergi meninggalkan Maya dan Nala.


"Elo enggak apa apa kan May?" Tanya Nala.


"Enggak apa apa kom La. Aku ke kamar mandi dulu ya" Pamit Maya.


"Mau gue temani?" Tanya Nala.


"Tidak usah, aku bisa sendiri kok" Jawab Maya.


"Ya sudah kalau begitu" Ucap Nala.


Maya berbalik untuk ke arah kamar mandi. Di kamar mandi, Maya membersihkan pakaiannya dari ketumpahan minuman tadi.


"Aduh perut ku sakit sekali" Ucap Maya kesakitan.


"Kenapa sih datang di saat hari olah raga begini" Ucap Maya kesakitan.

__ADS_1


Maya mengatur nafasnya agar tidak begitu sakit perutnya. Setelah sedikit lebih tenang, Maya keluar dari kamar mandi. Dia memegangi perutnya yang sakit hingga membuatnya tidak sanggup berjalan. Alhasil Maya berlutut di dekat pintu kanar mandi.


"Elo kenapa?" Tanya Ivan yang menghampiri Maya.


"Perut ku sakit" Ucap Maya kesakitan.


"Gue bantu ke UKS ya?" Ucap Ivan.


"Tidak usah aku bisa sendiri kok" Jawab Maya berusaha bangun. Namun karena lelah setelah olah raga dan di tambah menahan sakitnya, Maya jatuh pingsan.


"May bangun May. Maya" Panggil Ivan memangku Maya. Ivan sigap menangkap Maya tadi saat pingsan.


"May bangun May" Ucap Ivan menepuk nepuk pipi Maya.


"Maya" Panggil Damar khawatir dan langsung mengambil Maya dari pelukan Ivan.


"Apa yang elo lakuin ke Maya?" Teriak Damar marah.


"Gue...." Ucapan Ivan terhenti ketika anak anak lain menghampiri mereka.


"Jahat banget sih, masa sama cewek juga sejahat itu" Ucap anak anak lain.


"Iya, apa lagi dia akan anak baru. Dasar nggak punya hati"


"Sekalinya kejam ya tetap kejam"


"Makanya nggak punya teman, suka main tangan sih"


"Padahal kan anak baru anak yang baik sama anak anak lain" Ucap anak anak lain dan masih banyak lagi sindiran sindiran yang di lontarkan pada Ivan.


Ivan yang masih khawatir dengan keadaan Maya hanya diam menatap Maya yang di bawa pergi ke UKS oleh Damar.


"Van, ada apa? Kenapa Maya pingsan?" Tanya Bimo yang menghampiri Ivan.


"Gue nggak tau Bim. Bim tolong elo ikuti Maya. Lihat keadaannya gimana. Tolong Bim" Pinta Ivan memohon.


"I.....iya gue akan ikuti Maya" Ucap Bimo.


Bimo berjalan ke arah UKS, dia menoleh ke arah Ivan sejenak dan melihat Ivan yang seperti orang lunglung dan masih terduduk di lantai depan kamar mandi.


Bimo segera berlari ke arah UKS. sedangkan Ivan bangkit dari duduknya dan berjalan lesu ke arah atap sekolah. Masih terngiang iang di kepalanya setiap ucapan yang di lontarkan anak anak padanya. Ivan sadar jika apa yanv telah ia perbuat selama ini adalah salah. Dia suka main tangan tentang apapun yang membuatnya marah. Dia pun tidak peduli itu cowok atau cewek, kalau membuatnya marah maka langsung kena pukul olehnya.


Di UKS.


Maya sudah mulai sadar. Dia melihat Nala dan Damar yang berada di sisinya terlihat khawatir.


"Maya kamu nggak papa kan May?" Tanya Damar yang langsung memeluk Maya.

__ADS_1


"Aku nggak papa kok Dam" Jawab Maya tersenyum. Damar melepaskan pelukannya.


"Apa yang di lakukan Ivan sama kamu sampai kamu pingsan seperti ini May?" Tanya Nala.


"Ivan? Dia tidak melakukan apa apa ke aku kok. Aku pingsan karena kelelahan, malahan Ivan yang sudah menolongku" Jawab Maya.


"Lalu di mana Ivan sekarang? Kenapa dia tidak ada di sini?" Tanya Maya.


"Sudah lah May, lebih baik kamu istirahat saja dulu. Nanti setelah kamu segar lagi bari cari Ivan" Ucap Damar.


"Iya" Jawab Maya kembali istirahat.


Nala menatap tajam ke arah Damar. Dia heran pada Damar kenapa bohong padanya.


"Kenapa Damar bilang kalau Ivan yang menyakiti Maya hingga Maya pingsan ya?" Guman Nala dalam hati.


"Gue mau balik ke kelas dulu" Pamit Nala yang berjalan keluar dari ruang UKS.


Di sisi lain Ivan semakin khawatir dengan keadaan Maya. Dia keluar dari ruangannya lalu menuju ke UKS untuk melihat keadaan Maya sendiri. Namun dia di halangi oleh 2 guru yang sedang mencarinya.


"Ada apa?" Tanya Ivan.


"Kamu harus di hukum karena kamu sudah melukai Maya" Ucap Guru.


"Memangnya ada buktinya?" Tanya Ivan.


"Tidak perlu bukti karena kamu memang sering melakukanya bukan" Ucap Guru lain.


"Anda akan menyesak jika melakukannya" Ucap Ivan.


"Kami sudah bicara dengan papah kamu dan beliau setuju" Ucap Guru.


"Sekarang lari lapangan sebanyak 5 kali putaran" Ucap Guru lain. Ivan hanya bisa melakukannya. Percuma saja Ivan membela diri karena pasti tidak akan ada yang percaya dengan dirinya.


"Anak bandel seperti dia tidak pantas berteman dengan anak baru. Jelas saja dia melukai anak baru, karena anak baru yang selalu ceria berbeda jauh dengan dia yang suka bikin ulah" Ucap Guru.


Mendengar kata kata Guru barusan membuat Ivan berkecil hati.


"Benar kata mereka, gue tidak akan bisa berteman dengan kamu Maya. Nama baik kamu akan tercoreng jika berteman dengaku" Guman Ivan dalam hati.


Bukannya melakukan hukumannya, Ivan memilih pergi dari sekolah dan pulang ke rumahnya. Ivan sudah tidak peduli dengan ucapan para guru dan anak anak lain karena dia benar benar muak dengan ocehan mereka semua.


#jangan lupa likenya ya kak


# Selamat membaca ya kak


# Terima kasih banyak.

__ADS_1


🙏🙏😊😊


__ADS_2