One Night With My Teacher

One Night With My Teacher
40


__ADS_3

Cukup lama Maya menangis di dalam kamarnya. Dia masih tidak menyangka bahwa Ivan mampu menikah dengan wanita lain.


"Karena kita memang di takdirkan untuk tidak bersama, maka aku akan melepaskan kamu Ivan. Aku akan mencoba melupakan kamu dan aku akan merawat Raka dengan baik tanpa ada kamu dalam hidup kami" Ucap Maya meneguhkan tekadnya.


Maya sadar jika dia tidak bisa terus berharap dengan Ivan yang kini sudah memiliki keluarga. Sejujurnya Maya ingin Ivan tau bahwa Raka adalah putranya. Namun di sisi lain ia juga tidak ingi menghancurkan rumah tangga Ivan. Dan mungkin saja Ivan tidak akan percaya jika Raka adalah putranya, putra kandungnya.


Tok tok tok


Nala mengetuk pintu kamar Maya. Dia khawatir dengan Maya karena cukup lama Maya tidak kekuar dari kamarnya.


"May, kamu tidak apa apa kan? Kamu kenapa sih May? Cerita dong ke aku" Ucap Nala khawatir.


Ceklek.


Maya membuka kunci lalu membuka lintu kamarnya. Maya tersenyum paksa untul menemui Nala. Dia tidak ingi Nala tau apa yang ia rasakan saat ini.


"Kamu kenapa May? Ada masalah apa?" Tanya Nala.


"Aku tidak apa apa kok La. Oh iya jam berapa sekarang?" Tanya Maya yang baru teringat untuk menjemput Raka pulang dari TK.


"Jam setengah 4 sore" Jawab Nala.


"Aku harus pergi menjemput Raka sekarang" Ucap Maya berlari masuk ke dalam kamarnya untuk mengambil tas serta kunci mobilnya.


"Nala aku pergi dulu ya. Nanti kalau kamu pulamg jangan lupa di kunci rumahnya. Sama itu jangan lupa undangan yang ingi kamu bawa tadi" Ucap Maya berlari keluar dari rumah.


"May hati hati jangan ngebut" Teriak Nala.


"Ok" Jawab Maya yang sudah masuk ke dalam mobilnya.


Dari rumah barunya cukup 25 menit saja untuk sampai di TK Raka. Saat sampai di TK, Maya turun dari mobil. Dia tersenyum ketika melihat Raka yang asik bermain dengan teman temannya.


"Raka" Panggil Maya.


Raka menoleh lalu berlari menghampiri Maya. Maya berlutut agar Raka mampu memeluknya.


"Momi" Ucap Raka memeluk erat Maya.


"Halo sayang, pamitan dulu gih sama teman teman" Ucap Maya.


"Aku pulang dulu ya teman teman" Pamit Raka.


"Dada Raka, sampai jumpa besuk" Jawab guru TK yang mengawasi anak anak yang belum di jemput orang tuanya.


Maya menggandeng Raka menuju ke mobil. Raka bercerita kegiatannya hari ini pada Maya penuh semangat. Maya pun tersenyum melihat kebahagian Raka. Ia mampu sejenak melupakan kekhawatiran mengenai status Raka pada Ivan.

__ADS_1


"Momi, Raka mau makan es krim" Pinta Raka menunjuk ke penjual es krim yang pernah di belikan oleh Nala.


"Iya sayang, kita ke sana ya sekarang" Jawab Maya. Maya memutar mobilnya lalu melaju kembali menuju ke kafe.


Saat sampai di kafe. Maya dan Raka masuk ke dalam kafe. Raka melepaskan tangan Maya untuk berlari ke arah tempat pemesanan.


Bruck.


"Raka" Ucap Maya berlari menghampiri Raka.


Tanpa sengaja Raka menabrak seseorang, karena tubuhnya yang kecil dia terpental hingga jatuh ke lantai.


"Kamu tidak apa apa kan sayang?" Tanya Maya khawatir.


"Maya" Panggil orang yang tadi di tabrak oleh Raka.


Maya menoleh ketika namanya di panggil. Betapa terkejutnya Maya ketika melihat Dika, papah Ivan yang ternyata di tabrak oleh Raka.


Dika berganti melihat ke arah Raka. Dia terbelalak ketika melihat wajah Ivan waktu kecil ada pada Raka anak Maya.


"Enggak mungkin" Ucap Dika terkejut.


Maya lalu menggendong Raka untuk kembali ke mobil.


"Tunggu Maya" Ucap Dika.


"Tolong lepaskan saya om. Saya mohon biarkan saya pergi" Ucap Maya memohon.


"Jawab pertanyaan saya Maya, apa benar anak itu adalah anak mu dengan Ivan?" Tanya Dika.


Maya kembali terkejut ketika mendengar pertanyaan itu dari Dika.


"Maafkan saya om, tapi saya harus pergi sekarang" Ucap Maya menepis tangan Dika lalu berlari keluar kafe dengan menggendong Raka. Raka menoleh ke arah Dika dengan wajah bingungnya.


"Aku yakin kalau anak itu adalah anak Ivan" Guman Dika.


Dika mengambil ponselnya yang ada di dalam saku. Dia menghubungi Wira saat ini.


"Halo Wira, tolong selidiki semua tentang Maya, khususnya ayah dari anak Maya" Ucap Dika.


"Memangnya ada apa dengan ayah anak Maya?" Tanya Wira.


"Jika kamu melihat anak Maya, kamu akan tau apa yang aku khawatirkan" Ucap Dika.


"Baik lah, aku akan mencari tau sekarang" Jawab Wira.

__ADS_1


Dika mematikan ponselnya, dia masih teringat wajah Raka yang begitu mirip dengan Ivan waktu masih kecil. Dika khawatir jika memang benar ayah dari anak Maya adalah Ivan. Jika Ivan tau dia akan sangat menyesal telah meninggalkan Maya, bahkan lebih parahnya dia akan kembali pada Maya tanpa memikirkan perasaan Citra yang saat ini sebagai istrinya.


Di dalam mobil, Maya memegang setirnya dengan tangan gemetaran. Entah kenapa dia merasa takut ketika Dika tau bahwa Rala adalah cucu kandungnya.


"Momi" Panggil Raka menyentuh tangan Maya. Maya menoleh ke Raka lalu menepikan mobilnya. Dia memeluk erat tubuh mungil Raka dan menangis.


"Momi, Raka tidak mau es krim lagi. Mmomi jangan menangis" Ucap Raka polos.


"Maafkan momi ya sayang. Harusnya momi lebih mementingkan kamu bukannya mementingkan diri momi sendiri" Ucap Maya.


Maya melepaskan pelukannya pada Raka. Dia segera menghapus air matanya dan kembali tersenyum ke arah Raka.


"Raka mau makan es krim? Kita beli di sana saja ya" Ucap Maya.


"Tidak mau, Raka tidak mau lihat momi menangis lagi" Ucap Raka.


"Momi tidak menangis kok sayang. Kita beli sekarang ya" Ucap Maya. Raka menagngguk pelan karena dia masih takut melihat mominya yang menangis.


Tak lama Maya dan Raka sudah sampai di minimarket untuk membeli es krim. Maya menggendong Raka turun dari mobil lalu berjalan masuk ke dalam minimarket.


"Kita beli bahan es krimnya saja ya sayang. Nanti di rumah momi akan buatkan untuk kamu" Ucap Maya.


"Yes momi" Jawab Raka.


Malam harinya.


Maya sedang menidurkan Raka. Dia mengusap lembut kepala Raka yang belum juga menutup matanya.


"Momi, Raka tidak nakal lagi. Momi jangan menangis lagi ya" Ucap Raka polos.


"Iya sayang. Momi tidak akan menangis lagi. Raka harus jadi anak yang baik ya. Raka juga harus selalu sama momi. Jangan tinggalkan momi sendiri" Ucap Maya.


"Yes momi" Jawab Raka memeluk Maya.


Maya dan Raka mulai mencari bahan bahan untuk membuat es krim di rumah.


"Raka mau rasa apa sayang?" Tanya Maya.


"Coklat momi" Jawab Raka.


# Selamat membaca ya kak


# Terima kasih banyak


🙏🙏🙏😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2