
"Apa kamu ingat Dokter keluarga Maya dulu? Dia adalah kekasih Maya dan mereka berhubungan sudah cukup lama sebelum Maya pindah ke sini" Jelas Ivan.
"Aku pergi hanya tidak ingin terjebak di tengah tengah mereka. Aku sadar jika Maya sangat cocok dengan Dokter itu dari pada aku yang masih anak ingusan" Ucap Ivan bangkit dari duduknya.
"Tapi, aku sempat menyesalinya Bim. Seharusnya aku memperjuangkan Maya. Namun semua itu sudah terlambat, Maya sudah bahagia dengan Dokter itu dan sudah memiliki anak juga" Ucap Ivan tersenyum paksa.
"Tapi apa kamu tau jika Maya adalah ibu tunggal?" Tanya Bimo.
Seketika Ivan menoleh ke arah Bimo. Dia masoh tidak percaya dengan ucapan Bimo barusan.
"Jangan asal bicara kamu Bim" Ucap Ivan marah.
"Aku tidak asal bicara Van. Kamu bisa minta anak buah kamu menyelidikinya sendiri jika kamu tidak percaya dengan ucapanku" Ucap Bimo.
Ivan terkejut dengan ucapan Bimo. Dia pikir Maya sudah bahagia dengan Dokter itu tapi dari ucapan Bimo apa yang ia pikirkan salah besar.
"Besuk malam aku akan kirim alamat kafe Maya. Kamu datang lah dan coba perbaiki huhungan kamu denganya" Ucap Bimo. Bimo berjalan keluar dari ruangan Ivan tanpa menunggu jawaban dari Ivan.
Ivan duduk di kursi kerjanya. Dia mengambil foto Maya waktu SMA dulu yang ia simpan di lacinya. Dia memandangi wajah Maya yang penuh dengan senyuman.
"Apa benar yang dikatakan Bimo, Maya? Apa benar kamu sudah menjadi ibu tunggal sejak lama? Tapi kenapa?" Guman Ivan.
Di kepala Ivan penuh dengan pertanyaan pertanyaan mengenai Maya dan Dokter itu. Dia penasaran apa yang terjadi lada hubungan mereka hingga Maya menjadi ibu tunggal untuk anaknya.
Beberapa hari telah berlalu.
Malam ini adalah malam pembukaan kafe Maya dan Nala. Maya terlihat sangat cantik dengan balutan gaun putih tulang dan sepatu hak tingginya berwarna pink muda.
Sedangkan Nala memakai dres berwana biru muda dengan sepatu putihnya. Nala dan Bimo memakai pakaian yang berwarna senada.
"Selamat ya sayang kafe kamu sudah resmi di buka" Ucap Naila.
"Terima kasih mami" Ucap Maya tersenyum.
"Kami mau menyapa tamu lainnya dulu ya sayang. Sekali lagi selamat atas kafe baru kamu" Ucap Jefri.
"Iya Pi terima kasih" Ucap Maya.
Naila dan Jefri kembali menyapa para tamu undangan Maya yang mereka kenal. Sedangkan Raka sedang asik mencoba makan dengan suster barunya.
Maya terpaksa meminta bantuan suster untuk merawat Raka karena dia pikir, dirinya pasti akan sangat sibuk nantinya dengan kafe barunya. Namun ia bertekad sesibuk apapun dirinya. Ia pasti akan meluangkan waktu untuk bersama Raka.
__ADS_1
Nala dan Bimo menghampiri Maya. Bimo menyalami Maya untuk memberinya selamat.
"Selamat ya May, kafe kamu sudah di resmikan. Aku akan melakukan kerja sama dengan kafe kamu nantinya" Ucap Bimo.
"Terima kasih Bim" Ucap Maya tersenyum.
"Kok cuma Maya yang di kasih selamat. Aku kan juga gabung dengan kafe ini. Bahkan donatur terbesarnya adalah aku" Ucap Nala merajuk.
"Iya sayang, selamat juga ya buat kamu. Kamu harus tekun dengan pekerjaan kamu semarang. Jangan main terus" Ucap Bimo.
"Iya iya" Jawab Nala mengangguk.
"Kak Nala" Panggil Surya. Nala dan Bimo menoleh ke sumber suara. Nala mengayunkan tanganya agar Surya menghampirinya.
"Maya ini kenalkan adik ku. Namanya Surya" UcapNala ketika Surya sudah mendekat.
"Halo, aku Maya" Ucap Maya memperkenalkan dirinya.
"Surya" Jawab Surya singkat. Surya terpesona dengan kecantikan dan kelembutan Maya. Walaupun Surya baru beberapa bulan putus dengan kekasihnya. Namun kecantikan Maya mampu mengalihkan dunianya.
"Surya, kamu di sini saja temani Maya. Kakak mau menyapa tamu tamu yang lain" Ucap Nala.
Nala dan Bimo pergi untuk menyapa tamu lain. Surya dan Maya duduk di kursi yang berada di bar kafe.
"Umur berapa kamu sekarang?" Tanya Maya.
"Sekarang aku sudah 20 tahun kak" Jawab Surya.
"Kamu tidak mirip sama Nala sama sekali. Jik orang yang tidak tau menganggap kamu kekasih Nala jika pergi dengannya" Ucap Maya tersenyum.
"Iya, kak Bimo saja pernah cemburu dengan ku" Jawab Surya.
"Hahahaha, Bimo cemburu? Apa dia tidak tau kalau kamu adiknya Nala?" Tanya Maya tertawa.
"Tau kok kak. Tapi kata kak Bimo, aku terlalu manja dengan kak Nala. Makanya dia cemburu" Ucap Surya. Maya kembali tertawa dengan jawaban Surya. Surya pun tersenyum melihat tawa Maya yang sangat cantik.
"Momi, Raka mau pipis" Ucap Raka menarik ujung gaun Maya.
"Sama suster ya sayang, maafkan momi" Ucap Maya menyesal.
"Ayo den, sama suster saja ya pipisnya" Ucap suster menggendong Raka ke arah kamar mandi.
__ADS_1
"Itu siapa kak?" Tanya Surya.
"Anak ku, tampan bukan?" Ucap Maya.
"Iya tampan, papinya pasti setampan putranya" Ucap Surya. Namun tiba tiba raut wajah Maya berubah. Surya mengikuti pandangan mata Maya yang mengarah ke seseorang yang baru saja datang dan membuat dirinya sebagai pusat perhatian.
"Bukan kah dia Ivan? Pembisnis muda terkenal itu?" Ucap Surya.
"Surya, maaf ya" Ucap Maya menarik tangan Surya dan memeluk lengan kekar Surya. Awalnya Surya terkejut dengan tingkah Maya. Namun ada lerasaan senang ketika Maya dekat denganya.
"Lama tidak bertemu Maya" Ucap Ivan yang kini sudah berdiri di depannya dengan seorang wanita yang memeluk lengan Ivan.
Hati Maya terasa hancur melihat Ivan yang terlihat bahagia san harmonis dengan istrinya. Sedangkan dirinya hanya lah wanita yang kesepian karena berharap sesuatu yang tidak mungkin ia dapatkan.
"Ter....terima kasih atas kedatangannya" Ucap Maya memaksakan senyumnya.
"Halo, saya Citra istrinya Ivan" Ucap Citra.
Maya tersenyum paksa dengan membalas salaman dari Citra. Tangan Maya gemetaran ketika selesi menyalami Citra. Surya meraih tangan Maya dan menggenggamnya erat.
"Maaf, tapi kami harus menyapa tamu lain dulu. Silahkan menikmati hidangannya. Dan terima kasih sudah datang" Ucap Surya.
"Ayo kak" Bisik Surya menarik tangan Maya pergi menjauh dari Ivan dan Citra.
Surya membawa Maya ke balkon kafe. Dia mengambilkan air minum untuk Maya lalu kembali ke balkon.
"Minum dulu kak" Ucap Surya memberikan minuman untuk Maya.
"Terima kasih ya Surya, kalau saja tidak ada kamu tadi. Mungkin aku sudah menangis dan mempermalukan diri sendiri di hadapan mereka" Ucap Maya
"Apa dia palinya Raka?" Tanya Surya.
"Iya, tapi dia tidak tau jika Raka anak kandungnya. Kami berpisah saat aku baru mengetahui bahwa diriku hamil" Jawab Maya tertunduk.
# Jangan lupa like vote komen dan klik tombol favoritnya kak
# Selamat membaca ya kak
# terima kasih banyak
🙏🙏🙏😊😊😊
__ADS_1