
"Terserah kamu By. Aku juga belum lapar kok" Jawab Naila tanpa melihat ke arah Jefri.
"Ya sudah aku yang pesan kan saja ya. Kamu belajar saja dulu" Ucap Jefri.
"Iya aku kentang goreng ya By" Ucap Naila.
"Iya aku pesankan sekarang" Jawab Jefri mengusap lembut kepala Naila.
Jefri berjalan masuk ke dalam kamar nya. Dia mengambil ponsel nya untuk memesan makanan.
Baru saja selesai memesan Jefri ingin keluar dari kamar, namun Naila berlari masuk ke dalam kamar langsung menuju ke kamar mandi.
"By kamu kenapa?" Tanga Jefri mengetuk pintu kamar mandi.
"Aku tidak apa apa By" Jawab Naila dari dalam kamar mandi.
"Beneran kamu nggak papa?" Tanga Jefri khawatir.
"Iya aku nggak papa" Jawab Naila.
"Ya sudah. Aku masih di kamar kalau kamu butuh sesuatu" Ucap Jefri.
Jefri kembali duduk di pinggiran kasur. Dia memainkan ponsel nya untuk mengusi kejenuhan nya. Tak lama Naila memanggil nya.
"By boleh minta tolong" Pinta Naila.
"Minta tolong apa? Kamu kenapa lama di dalam kamar mandi?" Tanya Jefri khawatir.
"Aku baru dapet By. Tolong ambilkan pembalut ku di dalam lemari" Pinta Naila.
"Oh, iya tunggu aku ambilkan" Jawab Jefri.
Jefri berjalan ke arah lemari baju Naila, dia mulai mencari cari barang yang di inginkan Naila. Namun ia tidak menemukan nya.
"Tidak ada By. Apa kamu lupa naruh nya di mana" Ucap Jefri
"Enggak kok. Memang biasa nya aku taruh situ. Kalau di situ berarti habis" Ucap Naila.
"Ya sudah kamu keluar dulu dari kamar mandi, nanti kamu sakit kalau di dalam kamar mandi terus. Aku belikan ke supermarket depan " Ucap Jefri.
"Nggak usah By. Itu barang wanita nanti akmu malu kalau di lihati orang orang" Ucap Naila tidak enak dengan Jefri.
"Ini kan kebutuhan istri ku. Buat apa aku malu" Ucap Jefri tersenyum.
"Maaf ya By" Ucap Naila.
"Tidak usah minta maaf sayang. Aku akan lakukan apapun untuk kamu" Ucap Jefri lembut.
"Ya sudah kamu istirahat saja dulu. Tunggu aku pulang ya" Ucap Jefri.
"Iya By" Jawab Naila mengangguk.
Jefri mengambil jaket dan ponsel nya juga kunci mobil. Dia keluar dari rumah menuju ke mobilnya. Dia melajukan mobil nya keluar dari pekarangan rumah nya menuju ke supermarket yang terdekat dari rumah.
__ADS_1
Tak lama Jefri sampai di supermaket. Dia masuk ke dalam supermarket dan mulai mencari pembalut wanita.
"Mbak bagian pembalut wanita di mana ya?" Tanya Jefri pada petugas supermarket.
"Oh ada di sebelah sini pak. Silahkan syaa antar" Jawab pelayan.
Jefri mengikuti pelayan tersebut ke sebelah keperluan wanita.
"Silahkan pak. Mau yang merek apa?" Tanya pelayan.
"Saya tidak tau. Sebentar saya telfon istri saya dulu" Ucap Jefri.
Jefri mengambil ponsel nya yang ada di saku. Dia segera menghubungi Naila yang berada di rumah.
"Halo By. Merek yang biasa kamu pakai apa? Di sini terlalu banyak jenis nya. Tapi di sini aku sedang di temani petugas nya kok" Ucap Jefri .
"Berikan saja telfon nya ke petugas nya. Biar aku bicara saja sama petugas nya." Ucap Naila.
"Oh ok" Jawab Jefri.
"Nih mbak istri saya mau bicada sendiri sama embak nya" Ucap Jefri memberikan ponsel nya ke pelayan.
"Baik pak" Jawab pelayan.
"Selamat malam kak. Saya petugas supermarket nya. Kakak butuh pembalut yang apa ya?" Tanya pelayan.
"Saya mau yang merek S ya mbak, tolong ambilkan 2 picis" Ucap Naila.
"Tidak adasudah cukup itu saja. Makasihya mbak" Ucap Naila.
"Sama sama kak" Jawab pelayan.
Setelah itu Naila mematikan ponsel nya. Pelayan tersebut mengembalikan ponsel ke Jefri.
"Kakak nya minta merek S ini pak minta 2 picis " Ucap Pelayan.
"Oh ya sudah. Makasih ya mbak" Ucap Jefri.
"Sama sama pak" Jawab pelayan.
Jefri mengambil pembalut yang di inginkan Naila. Lalu dia segera membawa nya ke arah kasir.
"Lho Jefri kamu sedang apadi sini" Ucap Bela yang berpapasan dengan Jefri di depan kasir.
"Kamu nggak lihat aku sedang belanja" Ucap Jefri cuek.
"Kamu beli pembalut? Kamu nggak malu beli barang cewek?" Ucap Bela. Namun Jefri tidak menghiraukan ucapan Bela.
"Sudah ini saja?" Tanya pelayan.
"Iya mbak itu saja" Jawab Jefri.
"Kalau aku sih malu Jef kalau sebagai pria haru membelikan barang cewek. Lagian cewek kamu sengaja ya mempermalukan kamu" Ucap Bela memanas manasi Jefri.
__ADS_1
"Totalnya sekian pak" Ucap pelayan.
"Ini kembali nya buat embak nya saja" Ucap Jefri.
"Terima kasih banyak pak" Jawab pelayan.
"Sama sama" Sahut Jefri tersenyum. Jefri berjalan beberapa langkah namun ia berhenti dan berbalik menatapke Bela.
"Oh iya. Aku tidak pernah malu untuk memenuhi kebutuhan istri ku. Karena aku sangat mencintai nya. Dia lebih berharga dari harga diri ku" Ucap Jefri tegas.
Bela sangat marah dengan ucapan Jefri. Dia ingin membuat Jefri sadar namun yang ia dapat malahdi permalukan Jefri di depan umum.
"Maaf kak jika masih belum selesai membayar tolong beri jalan untuk pelanggan lain" Ucap pelayan.
Bela menaruh belanjaan nya kasr di meja kasir.
"Sudah saya mau bayar" Ucap Bela sombong.
Pelayan supermarket hanya mampu menghela nafas nya untuk lebih sabar menghadapi pelanggan seperti Bela.
Di sisi lain Naila sedang kesakitan di kamar nya. Dia mendengar suara bel pintu rumah nya yang terus berbunyi.
"Siap sih yang datang. Nggak tau apa kalau lagi sakit perut" Guman Naila turun dari ranjang nya. Namun saat akan membuka pintu kamar nya, bel rumah nya sudah tidak berbunyi lagi.
"Hah bikin orang kesusahan saja sih" Ucap Naila kembali ke ranjang nya.
Di saat bersamaan, Naila mendengar semua mobil Jefri yang datang. Naila kembali turum dari ranjang nya untuk menemui Jefri.
"Lho Reza sedang apa kamu di sini?" Tanya Jefri bingung dengan kedatangan Reza.
"Oh ini rumah pak Jefri. Saya mengantar makanan pesana bapak" Jawab Reza.
"Oh begitu. Iya uang nya saya transfer saja ya" Ucap Jefri.
"Iya pak. Kalau begitu saya permisi" Pamit Reza.
"Iya iya silahkan" Jawab Jefri kikuk. Dia takut kalau tiba tiba Naila keluar dan bertemu Reza.
Namun saat Reza sudah pergi dari rumah nya. Naila membuka pintu rumah nya.
"Tadi Reza yang antar makanan?" Tanya Naila.
"Jangan tanyakan pria laindi depan ku" Ucap Jefri menunjuk kening Naila.
"Nih barang yang kamu butuhkan. Aku mau menyiapkan makan dulu" Ucap Jefri.
"Makasih By" Ucap Naila manja.
# Selamat membaca ya kak
# Terima kasih banyak
🙏🙏🙏😊😊😊
__ADS_1