One Night With My Teacher

One Night With My Teacher
Eps 41


__ADS_3

Ke esokan hari nya.


Naila sudah membuat sarapan untuk diri nya dan juga Yuri. Naila membawa makanan yang ia masak keluar dari apartemen nya. Dia berjalan ke arah apartemen Yuri.


Naila memencet bel dan tak lama Yuri membukakan pintu apartemen nya.


"Pagi. Aku masak bubur abalon, kita makan bersama ya" Ucap Naila masuk ke dalam apartemen Yuri.


Naila menyiapkan makanan yang ia bawa tadi ke meja makan. Dia juga mengambil dua mangkuk untuk mereka makan bersama.


"Aku akan pergi hari ini untuk beberapa bulan ke depan" Ucap Yuri.


Naila menghentikan aktifitas nya. Dia berbalik dan menatap Yuri lekat.


"Ada apa? Apa ada masalah dengan perusahaan?" Tanya Naila.


"Tidak ada. Hanya urusan pribadi saja" Jawab Yuri.


"Kenapa mendadak?" Tanya Naila lesu.


"Ya begitu lah. Aku harap kamu akan baik baik saja selama aku pergi" Ucap Yuri mengusap kepala Naila lembut.


Naila hanya mengangguk. Dia melihat raut wajah Yuri yang tidak seperti biasa nya. Yuri hari ini memakai kaos cowok dan juga celana panjang. Tidak seperti baiasa nya yang selalu memakai pakaian ****.


Setelah sarapan pagi, Naila keluar dari rumah Yuri. Dia akan segera berangkat ke kantor. Naila menoleh ke arah pintu aparteman Yuri ketika dia akan masuk ke dalam lift.


Naila merasa ada yang di sembunyikan oleh Yuri dari nya.


"Enggak, aku nggak bisa diam saja seperti ini" Ucap Naila.


Naila berbalik lalu berjalan kembali ke pintu apartemen Yuri. Dia masuk begitu saja ke dalam apartemen Yuri. Dia berjalan ke arah pintu kamar Yuri dan membuka nya.


"Naila, kenapa kembali lagi?" Tanya Yuri terkejut.


Naila terkejut melihat Yuri yang sudah berambut pendek seperti potongan rambut pria. Di tambah pakaian yang di kenakan Yuri menambah kejantanan Yuri.


"Jadi selama ini kamu memakai wig?" Tanya Naila.


Yuri terduduk di pinggiran kasur nya. Dia bimbang harus mengatakan apa pada Naila atas apa yangia alami selama ini.


"Maafkan aku Naila. Aku akan menjawab semua pertanyaan kamu. Tapi tidak sekarang, sekarang aku harus pergi karena jadwal penerbangan ku sudah mepet" Jawab Yuri tertunduk.


"Memang nya kamu mau ke mana? Kenapa harus pergi sekarang?" Tanya Naila marah.

__ADS_1


"Aku tidak bisa menjawab nya Naila, maafkan aku" Ucap Yuri.


"Ok jika itu keputusan kamu. Pergi saja, pergi yang jauh bahkan jangan pernah kembali lagi" Ucap Naila marah.


Brack.


Naila menutup pintu kamar Yuri keras lalu pergi begitu saja dari apartemen Yuri. Yuri tertunduk sedih karena masih belum bisa jujur dengan Naila.


"Maaf kan aku Nai. Aku janji Yuri yang sekarang tidak akan pernah menemui mu lagi" Ucap Yuri lirih.


Naila keluar dari gedung apartemen nya. Dia melihat Jefri yang melambikan tangan nya dengan senyuman yang tampan. Naila berlari ke arah Jefri lalu menghamburkan diri nya pada pelukan Jefri.


"Naila" Ucap Jefri terkejut dengan pelukan dari Naila.


"Kenapa dia tidak bisa jujur pada ku. Apa aku tidak di anggap oleh nya?" Ucap Naila lirih.


Jefri terdiam ketika mendengar ucapan Naila. Dia merasa sakit hati karena Naila memeluk nya hanya untuk meredam amarah nya pada seseorang.


"Kenapa sih kalian selalu menyembunyikan semua hal pada ku. Apa kalian tidak pernah mengerti bagaimana perasaan seorang wanita" Ucap Naila marah melepaskan pelukan nya dari Jefri.


Jefri terdiam dan tertunduk sedih. Dia merasa kalau hati Naila kini telah memiliki tambatan hati lain.


"Apa aku sudah kalah" Guman Jefri.


"Tidak, tidak apa apa" Jawab Jefri memaksakan senyum nya.


"Ya sudah ayo masuk, aku akan mengantar kamu ke kantor" Ucap Jefri lembut.


Naila masuk ke dalam mobil Jefri. Jefri pun masuk ke dalam mobil nya lalu melajukan mobil nya meninggalkan gedung apartemen Naila.


Sedari tadi ternyata Yuri melihat Naila dan Jefri yang berada di depan lobi gedung. Hati nya hancur melihat Naila yang berlari ke arah Jefri dan memeluk Jefri erat.


"Aku akan segera kembali dan merebut mu Naila" Ucap Yuri lirih.


Di perusahaan Yuri.


Naila turun dari mobil Jefri, dia kini melihat Reza dan Aca yang bertengkar di depan kantor nya.


Naila dan Jefri menghampiri mereka. Naila menarik tangan Reza sedangkan Jefri menarik tangan Aca.


"Kalian ini kenapa sih?" Tanya Naila.


"Gara gara dia kan kamu pergi Nai. Kalau saja dia tidak membawa mu pergi, kamu dan pak Jerfi pasti baik baik saja" UcapAca marah.

__ADS_1


"Jangan sembarang kamu Ca, yang bermasalah itu pak Jefri yang tidak bisa menjaga istri nya sendiri. Dia malah sibuk dengan wanita lain dan melukai istri nya" Ucap Reza marah.


Deg.


Jantung Jefri serasa terhenti ketika mendengar ucapan Reza. Dia melepaskan tangan nya dari Aca. Dia tertunduk dan baru menyadari bahwa semua masalah ini terjadi karena diri nya. Karena senang dengan bertemu dengan Naila akhi akhir ini membuat nya lupa akan akar permasalahan nya dengan Naila.


"Cukup" Teriak Naila marah.


"Lebih baik kalian pergi saja dari sini sekarang" Ucap Naila lirih.


"Tapi Nai...." Ucap Reza terhenti.


"Cuku Za" Ucap Naila tegas.


Akhir nya Reza dan Aca pergi dari depan kantor Naila. Naila menatap Jefri yang tertunduk lesu. Jefri berjalan melewati Naila yang masih berdiri di depan kantor nya.


"Apa kamu akan melarikan diri? Apa kamu tidak ingin menjelaskan semua nya pada ku?" Ucap Naila lirih.


"Aku akan menjelaskan nya nanti ketika kamu sudah lebih tenang. Kamu tidak akan percaya dengan ucapan ku jika aku menjelaskan semua nya sekarang. Kamu pasti akan berfikir jika aku mencari cari alasan saja. Aku tidak berani jika kecewa lagi" Ucap Jefri.


Naila semakinmarah dengan sikap Jefri. Dia menarik tangan Jefri hingga Jefri berhadapan dengan nya. Naila menampar keras pipi Jefri.


Plack.


"Pengecut" Ucap Naila menangis. Naila berlari meninggalkan Jefri.


Jefri terdiam mematung melihat kepergian Naila. Lagi lagi dia hanya mampu menyesal karena tidak mengejar Naila.


"Maafkan aku sayang. Aku memang pengecut" Guman Jefri dalam hati.


Naila berlari entah ke mana tujuan nya sekarang ini. Dia terus berlari dan menangis karena hati nya kini telah hancur. Orang yang ia cintai menghianati nya dan orang yang sudah ia anggap seperti keluarga nya kini pergi entah ke mana.


Naila yang kelelahan berjongkok di pinggir jalan dan menangis. Dia tidak memiliki tujuan sekarang ini.


"Naila" Panggil seseorang.


Naila mendongakkan kepala nya, dia melihat papah nya yang sudah lama tidak pernah bertemu dengan nya.


# Selamat membaca ya kak.


# Terima kasih banyak


😊😊😊🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2