One Night With My Teacher

One Night With My Teacher
Eps 35


__ADS_3

"Hei, berapa umur mu?" Tanya Niko.


"Tahun ini 22 tahun" Jawab Aca.


"Hebat " Ucap Niko mengacungkan jari jempol nya.


"Hentikan kekacauan ini Aca" Ucap Jefri.


"Ok" Jawab Aca. Aca mulai mengotak atik leptopnya.


Niko melihat cara kerja Aca. Hanya butuh beberapa menit saja, semua komputer perusahaan sudahkembali normal.


"Benar benar hebat" Ucap Niko kagum.


"Aca, kamu akan satu ruangan dengan Niko. Aku akan menyiapkan semua kebutuhan kamu untuk bekerja. Lusa kamu sudah boleh mulai bekerja " Ucap Jefri.


"Ok" Jawab Aca.


"Kamu ikut Niko sekarang. Niko akan mengantar kamu ke apartemen yang sudah aku siapkan untuk tempat tinggal kamu" Ucap Jefri.


Aca mengangguk. Niko bangkit dari duduknya lalu membawa koper Aca keluar dari ruangan Jefri.


Saat Aca dan Niko mau masuk ke dalam lift. Di saat bersamaan mereka berpapasan dengan Dila yang baru kembali dengan membawa minuman yang di minta Aca tadi.


"Wah kamu serius membelikan aku minuman?" Ucap Aca.


"I... iya" Jawab Dila bingung.


"Makasih" Ucap Aca merebut minuman yang di bawa Dila.


Dila yang kebingungan melihat ke arah Niko. Niko mengangguk lalu memencet pintu lift nya. Lalu Dila kembali ke ruangan nya.


Di dalam lift, Aca terlihat senang dengan minuman yang ia bawa saat ini. Niko tersenyum karena menurut nya Aca terlihat menggemaskan.


"Kita akan habiskan minuman ini nanti" Ucap Aca.


"Kamu yakin mau minum dengan ku yang baru pertama kali bertemu dengan mu?" Ucap Niko.


"Memang nya kenapa? Apa ada yang marah kalau kita minum bersama?" Tanya Aca


"Hahaha kamu lucu sekali. Baik lah kita minum bersama nanti" Ucap Niko yang mulai gemas dengan Aca.


Dua hari berlalu.


Hari ini Naila dan Teo akan datang ke sebuah pertemuan di sebuah perusahaan. Naila sudah membawa berkas yang akan ia ajukan pada klein.

__ADS_1


"Semua nya sudah siap kan Naila?" Tanya Teo.


"Iya pak sudah" Jawab Naila.


"Bagus. Jika klein mau memakai disain kamu kali ini, akan ada bonus besar menanti mu" Ucap Teo.


"Hahaha baik pak" Jawab Naila tersenyum.


"Kita sudah sampai, silahkan" Ucap Dila yang menjemput Naila dan Teo.


Naila dan Teo keluar dari lift dan kembali mengikuti Dila yang sudah berjalan lebih dulu ke arah ruang rapat


Di sisi lain, Yuri baru saja sampai di perusahaan nya. Dia melihat jadwal yang tertera bahwa Teo akan melakukan pertemuan dengan di perusahaan Jefri.


"Naila dan Teo ke perusahaan Jefri. Kemungkinan besar Naila akan bertemu Jefri. Tidak, aku tidak akan membiarkan Naila bertemu dengan Jefri" Ucap Yuri.


Yuri keluar dari perusahaan nya lalu masuk ke dalam mobil milik nya. Dia mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi untuk menghalangi Naila bertemu dengan Jefri.


"Aku mohon jangan sampai mereka bertemu " Guman Yuri.


Tak lama Yuri telah sampai di perusahaan Jefri. Dia langsung masuk begitu saja ke dalam lift karena dia pernah datang ke perusahaan Jefri dan dia masih ingat di lantai berapa Naila dan Teo akan melakukan rapat bersama Jefri.


Di sisi lain Naila dan Teo telah sampai di depan pintu ruang rapat. Dila membukakan pintu ruang rapat untuk mempersilahkan Naila dan Teo masuk.


Deg.


Jefri berjalan menghampiri Naila lalu memeluk nya erat. Naila yang juga sangat merindukan Jefri dan terkejut hanya diam mematung. Dia tidak tau harus merespon apa dengan suasana sekarang ini.


Yuri yang baru keluar dari lift langsung berlari ke arah ruang rapat. Saat dia sampai di depan pintu ruang rapat yang terbuka, dia melihat Naila yang sudah di peluk oleh Jefri.


"Aku sangat merindukan kamu Naila. Aku sangat merindukan kamu" Ucap Jefri menangis dalam pelukan Naila.


Yuri berjalan menghampiri Jefri dan Naila. Dia melepas pelukan Jefri dari tubuh Naila lalu mendorong tubuh Jefri hingga tersungkur ke lantai. Yuri menarik Naila ke belakang tubuh nya.


"Jangan menyentuh Naila" Ucap Yuri tegas.


"Nai" Panggil Aca lirih.


Naila melihat ke arah Aca. Naila mulai menitihkan air mata nya. Dia melihat Jefri yang menangis dan Aca yang menatap nya sendu.


"Aku mau pulang" Ucap Naila.


"Teo. Kamu tau kan apa yang harus kamu lakukan?" Ucap Yuri menatap tajam Jefri.


"Baik bu" Jawab Teo.

__ADS_1


Yuri berbalik lalu merangkul bahu Naila dan membawa Naila keluar dari ruangan tersebut.


Jefri ingin mengejar Naila namun di hadang oleh Teo. Niko menarik tangan Teo yang menghalangi Jefri. Teo memukul Niko hingga terjatuh ke lantai.


Melihat Teo dan Niko yang tengah bertengkar, Jefri berlari keluar mengejar Naila dan Yuri. Namun Naila dan Yuri sudah masuk ke dalam lift.


"Enggak, aku tidak ingin kehilangan kamu lagi Naila" Ucap Jefri. Jefri berlari ke arah tangga darurat. Dia menuruni tangga untuk mengejar Naila.


Saat sampai di lobi kantor, dia melihat Naila dan Yuri yang masuk ke dalam mobil. Jefri berlari menghampiri mobil Yuri dan mengetuk kaca mobil Yuri.


"Naila tolong buka pintu nya Nai. Ijinkan aku bicara dengan kamu Nai" Teriak Jefri memohon.


"Jalan Yuri. Aku lelah dan aku ingin pulang" Ucap Naila.


Yuri mengangguk pelan. Dia melajukan mobil nya. Jefri masih berlari mengikuti mobil Yuri hingga tanpa sadar kaki nya tersandung kaki nya sendiri.


"By" Ucap Naila terkejut melihat Jefri terjatuh.


"Apa kamu ingin menemui nya?" Tanya Yuri.


Naila terdiam sekejap. Dia teringat dengan ucapan Jefri dulu. Hati nya masih terasa sakit jika mengingat kejadian dulu.


"Enggak. Aku ingin pulang sekarang" Ucap Naila.


"Baik lah" Jawab Yuri. Yuri kembali melajukan mobil nya meninggalkan perusahaan Jefri.


"Naila jangan pergi" Teriak Jefri.


Aca dan Dila keluar untuk mengejar Jefri. Dila terkejut melihat Jefri yang terjatuh di tanah. Dila ingin menghampiri Jefri namun lengan nya di tahan oleh Aca.


"Biar aku saja" Ucap Aca. Dila mengangguk pelan.


Aca berjalan menghampiri Jefri. Dia menarik lengan Jefri untuk mengajak Jefri bangkit.


"Tenangkan diri kamu Jef. Kita masuk dulu ke mobil" Ucap Aca.


Jefri berjalan ke arah mobil. Aca meminta kunci mobil pada Dila. Dila menyerahkan kunci mobil nya pada Aca.


"Aku pinjam dulu mobil mu. Nanti biar pak Niko yang mengantar kamu pulang" Ucap Aca.


"Iya" Jawab Dila. Dila menatap Aca yang sedang membantu Jefri masuk ke dalam mobil nya. Dila merasa kasihan dengan keadaan Jefri saat ini.


# Selamat membaca ya kak


# Terima kasih banyak

__ADS_1


😊😊😊🙏🙏🙏


__ADS_2