One Night With My Teacher

One Night With My Teacher
56


__ADS_3

Plack


Maya menarik tangannya dan tanpa sengaja mengenai wajah Ivan. Wajah Ivan terluka karena terkena kuku Maya.


"Maaf" Ucap Maya singkat.


"Apa dengan aku terluka kamu akan memaafkan aku?" Tanya Ivan.


"Kamu tidak salah apa apa, untuk apa aku harus memaafkan kamu" Ucap Maya.


"Aku hanya ingin kita berkumpul menjadi satu keluarga Maya. Aku sangat menyesal telah meninggalkan kamu dulu. Maafkan aku yang tidak pernah memikirkan perasaan kamu" Ucap Ivan menangis.


"Kalau begitu biar aku pergi, aku mohon lepaskan aku. Aku ingin menemui Raka" Pinta Maya.


"Jika kamu tidak mau kembali dengan ku, aku tidak akan melepaskan kamu Maya. Maaf" Ucap Ivan bangkit dan berjalan ke arah pintu kamar.


Brack


Maya ingin menghampiri Ivan namun karena sudah beberapa hari ini dia tidak makan dan minum membuat tubuhnya lemas.


"Maya" Teriak Ivan berlari menghampiri Maya. Dia menggendong Maya naik kw ranjang.


"Kamu tidak apa apa kan?" Tanya Ivan sangat khawatir.


"Aku ingin pulang Van, aku ingin pulang. Tolong lepaskan aku" Pinta Maya menangis dalam pelukan Ivan.


"Kasihan Raka, dia pasti terus mencariku. Aku mohon lepaskan aku Van" Pinta Maya terus menerus.


Ivan semakin tidak tega melihat Maya yang seperti ini. Badanya semakin kurus dan wajahnya yang pucat.


"Aku akan mengantar kamu pulang besuk. Tapi kamu harus makan dulu sekarang" Ucap Ivan lembut.


Maya seketika tersenyum senang, dia mengangguk dengan penuh semangat. Ivan mengusap rambut Maya yang berantakan menutupi wajah cantiknya.


"Bawakan makanan untuk nona" Ucap Ivan lewat telfon.


"Baik tuan" Jawab pelayan.


"Aku akan bantu kamu untuk membersihkan diri sekarang. Setelah itu kamu harus mau makan" Ucap Ivan dan di angguki Maya.


Ivan melipat lengan kemejanya, dia kembali menggendong Maya masuk ke dalam kamar mandi. Ivan dengan tanganya sendiri membersihkan dan merawat Maya.

__ADS_1


Tak lama Ivan sudah membawa Maya keluar dari kamar mandi dengan memakaikan Maya handuk kimononya.


"Sekarang aku akan suapi kamu" Ucap Ivan.


"Iya" Jawab Maya yang sudah terlihat lebih segar. Dengan telaten Ivan menyuapi Maya makan. Walaupun tidak sampai habis, tapi itu sudah cukup bagi Ivan karena Maya sudah mau makan.


"Tidur lah" Ucap Ivan yang beranjak pergi. Nam dia terhenti katika Maya mencekal tangannya.


"Jangan pergi, kamu pasti tidak kembali seperti kemarin" Ucap Maya menangis.


Ivan naik ke atas ranjang, dia berbaring di sebelah Maya dan memeluk tubuh Maya erat.


"Aku tidak akan pergi" Ucap Ivan lembut.


"Maya, aku memang salah karena telah pergi meninggalkan kamu di saat kamu mengandung anak ku. Jujur aku sangat marah saat itu karena melihat kamu dengan pria lain" Ucap Ivan.


"Aku pun hancur ketika mengetahui kamu sudah memiliki anak, karena aku pikir itu adalah anak kamu dengan pria lain" Jelas Ivan.


"Maaf kan aku Maya, maaf atas semua yang telah aku lakukan ke kamu. Aku tau aku tidak pantas mengatakan hal ini. Tapi aku tidak sanggup jika melihat kamu dengan pria lain." Ucap Ivan


"Menikah lah dengan ku Maya. Kembali lah pada ku. Aku sangat mencintai kamu melebihi apapun. Aku ingin kita berkumpul menjadi satu keluarga yang utuh untuk anak kita." Ucap Ivan


"Apa kamu menyekap ki di sini hanya untuk itu?" Tanya Maya.


"Karena aku takut Maya. Aku takut akan penolakan kamu. Aku sakit melihat kamu yang begitu mesra dengan pria lain di depan ku" Ucap Ivan.


"Tapi kamu sudah memiliki keluarga Ivan. Aku akan di cap sebagai wanita penggoda jika aku masuk ke dalam rumah tangga kalian" Ucap Maya.


"Kami sudah berpisah Maya. Aku tidak pernah memiliki perasaan apapun pada Citra. Selama ini hanya kamu yang selalu aku cintai tidak ada yang lain" Ucap Ivan.


"Kembali lah pada ku Maya. Ijinkan aku untuk menebus semua kesalahanku pada kalian berdua." Pinta Ivan.


"Aku tidak tau Ivan, sekarang hidup ku bukan hanya diriku sendiri. Ada Raka yang harus aku pikirkan juga" Ucap Maya.


"Aku tau. Lebih baik sekarang kamu istirahat saja dulu. Besuk aku akan mengantar kamu pulang" Ucap Ivan dan di angguki oleh Maya. Ivan terus memeluk Maya dalam tidurnya. Dia merasa takut jika Maya akan menghilang jika dia bangun nanti.


Ke esokan harinya.


Ivan sudah bangun lebih dulu dari pada Maya. Dia tersenyum ketika melihat Maya yang masih terlelap tidur dalam pelukannya.


"Aku sangat bahagia bisa melihat kamu setiap aku bangun tidur Maya. Aku ingin selamanya melihat kamu untuk setiap lagi saat aku membuka mata" Guman Ivan mengusap lembut kepala Maya.

__ADS_1


Usapan Ivan membuat Maya terbangun. Dia bengun dan duduk di pinggiran ranjang.


"Mandi lah, setelah itu kita makan" Ucap Ivan.


"Ingat janji kamu" Ucap Maya.


"Aku akan menepatinya sayang" Ucap Ivan mencium kening Maya.


"Aku tunggu kamu di bawah" Imbuh Ivan dan Maya mengangguk pelan.


Ivan keluar dari kamar, sedangkan Maya segera masuk ke dalam kamar mandi agar bisa segera pulang untuk bertemu dengan Raka.


Tak butuh waktu lama, Maya sudah turun ke ruang makan dengan memakai gaun berwarna putih yang sudah Ivan siapkan khusus untuk di kenakan Maya pagi ini.


"Kemari lah, kamu harus makan dulu agar kamu tidak terlihat pucat" Ucap Ivan penuh perhatian.


Maya dan Ivan makan bersama di meja makan. Ivan terus tersenyum melihat Maya yang makan bersama dengannya.


Setelah makan, Ivan pun menepati janjinya. Dia mengantarkan Maya ke rumah kedua orang tuannya yang ada di Jakarta.


Ivan dan Maya turun dari mobil. Maya berjalan cepat masuk ke dalam rumah untuk menemui Raka.


"Raka..... Raka ....." Panggil Maya berlari masuk ke dalam rumah.


Raka pun berlari ketika ia mendengar suara mominya. Maya berlutut dengan merentangkan kedua tangannya. Raka berlari menghamburkan dirinya ke dalam pelukan Maya.


"Momi" Ucap Raka memeluk erat Maya. Maya menciumi seluruh wajah Raka terus menerus untuk mengobati rasa rindunya.


"Maafkan momi sayang, momi sudah terlalu lama meninggalkan kamu" Ucap Maya menangis.


"Raka kangen sama momi. Raka mau ikut momi saja" Ucap Raka terus memeluk erat Maya.


"Ngapain kamu di sini?" Tanya Jefri yang marah dengan kedatangan Ivan di rumahnya.


Ivan menghampiri Jefri dan Naila yang berdiri berdampingan. Dia berlutut di depan kedua orang tua Maya dengan kepalanya yang menunduk.


"Maafkan semua kesalahan yang sudah saya lakukan om. Saya sungguh sangat menyesal sudah menyekap Maya dan memisahkan Maya dengan Raka" Ucap Ivan.


# Selamat membaca ya kak


# Terima kasih banyak

__ADS_1


😊😊😊🙏🙏🙏


__ADS_2