
"Maafkan aku Nala" Ucap Bimo lirih.
"Tidak Bimo, jangan lakukan itu" Pinta Nala menangis.
Bimo tetap melanjutkan aksinya. Dia tidak perduli dengan tangisan Nala. Yang ada di pikirannya hanya ingin memiliki Nala seutuhnya.
Pagi harinya.
Bimo sudah melepaskan ikatan tangan Nala. Dia yang sudah bangun lebih dulu terus memeluk tubuh Nala yang hanya tertutup selimut tebal.
"Aku sangat mencintai kamu Nala" Ucap Bimo mencium tengkuk Nala.
"Kenapa kamu malakukan ini Bimo? Kenapa kamu harus menghancurkan masa depan ku?" Tanya Nala lirih.
"Aku hanya ingin memiliki kamu Nala. Aku tidak ingin kehilangan kamu" Jawab Bimo.
"Yang kamu rasakan bukan cinta Bimo. Ini bukan cinta" Ucap Nala memangis.
Bimo bangun, dia membalikkan tubuh Nala agar menghadap ke dirinya.
"Lalu apa yang aku rasakan jika bukan cinta Nala? Aku merasa sangat merindukan kamu jika aku tidak melihat kamu. Aku ingin selalu di samping kamu ketika kita berjauhan. Aku bahkan sangat sakit ketika melihat kamu dengan pria lain. Aku sangat mencintai kamu Nala. Aku mencintai kamu" Ucap Bimo menangis.
"Aku hanya ingin kamu melihat ku Nala. Aku ingin selalu bersama kamu mencintai kamu membuat kamu bahagia. Hanya itu" Ucap Bimo menangis.
Nala pun menangis melihat kesedihan Bimo. Dia tidak menyangka jika Bimo benar benar tulus mencintainya. Nala meraih tengkuk Bimo lalu memeluknya.
"Maafkan aku, maafkan aku Bimo" Ucap Nala lembut. Bimo membalas pelukan dari Nala. Dia menangis dalam pelukan Nala untuk meluapkan semua emosinya.
Siang harinya Nala dan Bimo sudah berbaikan. Mereka makan siang sekaligus sarapan pagi karena pertengkaran tadi membuat mereka terlewat waktu sarapan.
"Setelah ini tolong antar aku pulang, adik ki pasti sangat mencemaskan aku di rumah" Ucap Nala.
"Iya, maafkan keegoisan ku Nala. Aku bersalah dengan kamu hingga melakukan hal yang memalukan" Ucap Bimo menyesal.
"Aku yang salah Bim, harusnya aku bicara sama kamu tentang alasan ku untuk menolak mu" Ucap Nala.
"Aku tidak akan meninggalkan kamu Nala. Apapun yang akan terjadi nanti, aku akan selalu bersama kamu" Ucap Bimo serius.
"Terima kasih, tapi aku harap kamu mau menunggu ku." Ucap Nala.
"Tidak, aku tidak mau" Ucap Bimo tegas.
"Bimo dengarkan penjelasanku dulu" Pinta Nala lembut.
__ADS_1
"Tidak Nala. Aku tidak mau, jangan paksa aku melakukan hal yang lebih kejam untuk mengikat kamu Nala." Ancam Bimo.
"Tapi aku merasa tidak pantas besanding dengan kamu Bimo" Ucap Nala tertunduk.
"Ada apa Nala? Kenapa kmu bicara seperti itu?" Tanya Bimo mendongakkan kepala Nala.
"Keluarga ku berantakan Bim, aku tidak mau jika kamu menjadi bahan tertawaan orang orang" Ucap Nala menangis.
"Jangan pikirkan apa yang belum tentu terjadi Nala. Kita jalani saja apa yang kita jalani sekarang" Ucap Bimo.
"Karena aku juga tidak sesederhana seperti yang kamu kira Nala" Guman Bimo dalam hati.
Di rumah lama Nala.
Bimo saat ini sedang mengantarkan Nala pulang.
"Ayo masuk dulu" Ucap Nala.
"Iya" Jawab Bimo mengangguk.
Nala yang di ikuti Bimo masuk ke dalam rumah. Nala melihat adiknya yang sedang menangis di ruang tamu.
"Surya, ada apa?" Tanya Nala yang menghampiri adiknya. Surya mengangkat kepalanya dan langsung memeluk erat tubuh Nala.
"Maafkan kakak Surya, kakak ada urusan yang penting jadi menunggalkan kamu. Maafkan kakak" Ucap Nala.
Bimo merasa bersalah karena sudah menculik Nala apa lagi kini Nala berbohong demi melindunginya.
"Maaf kan kakak ya Surya" Ucap Nala mengusap air mata Surya.
Betapa terkejutnya Bimo ketika mwlihat wajah Surya. Dia ternyata semalam cemburu buta pada adik kandung Nala sendiri.
"Bodoh kamu Bimo. Bahkan kamu cemburu dengan adik Nala sampai menghancurkan masa depan Nala" Guman Bimo dalam hati.
"Sudah sekarang kamu mandi ya, kakak akan belikan kamu makanan" Ucap Nala. Surya pun mengangguk lalu bangkit dari duduknya dan berjalan menuju ke kamarnya.
"Ayo ikut aku" Ucap Nala mengajak Bimo masuk ke dalam kamarnya.
Saat di kamar Nala, Bimo mengelilingi kamar Nala itu untuk melihat semua yang ada di dalam kamar Nala. Sedangkan Nala mulai memesan makanan lewat online.
Bimo tertuju pada sebuah foto yang memperlihatkan adik Nala dan Nala yang sedang berada di taman bermain. Adik Nala memeluk erat tubuh Nala dan mencium pipi Nala, persisi seperti sepasang kekasih.
"Apa kalian biasa melakukan hal seperti ini?" Tanya Bimo.
__ADS_1
Nala menoleh dan mengangguk setelah melihat apa yang sedang di tanyakan Bimo.
"Surya waktu itu kenaikan kelasnya. Saat ini dia sudah kelas 3 SMP. Tapi tingkahnya masih sangat manja sama aku karena hanya aku yang memperhatikan dia. Dia bilang kalau dia paling sayang sama aku" Ucap Nala tersenyum.
"Orang akan salah paham jika kalian berjalan berdua jika tidak begitu mengenal kalian" Ucap Bimo duduk di samping Nala.
"Biarkan saja orang berfikir seperti apa, aku tidak peduli. Karena aku tau apa yang kami rasakan hanya saling sayang sesama keluarga. Surya juga sudah memiliki kekasih bahkan sudah hampir 2 tahun mereka bersama. Dan kekasih Surya juga yang memotret kami saat itu" Jelas Nala.
"Maafkan aku" Ucap Bimo lirih.
"Aku akan tanggung jawab jika terjadi sesuatu dengan kamu nantinya" Ucap Bimo.
"Harus lah, jika aku hamil aku akan meminta pertanggung jawaban kamu" Ucap Nala.
"Iya" Jawab Bimo tersenyum. Bimo meraih bahu Nala lalu memeluknya.
"Aku sangat mencintai kamu Nala" Ucap Bimo lembut.
Tak lama makanan yang di pesan Nala sudah sampai. Nala menata makanan yang ia pesan tadi di piring. Sedangkan Bimo sedang di ruang tengah bersama Surya.
"Nama kakak siapa?" Tanya Surya.
"Aku Bimo, teman sekolah Nala" Jawab Bimo.
"Apa benar kakak hanya teman? Tapi dari yang aku lihat kakak sangat menyukai kak Nala" Ucap Surya. Bimo hanya tersenyum dengan ucapan Surya karena memang benar apa yang Surya bilang.
Plack
Nala menyentil kepala Surya.
"Jangan asal bicara dan cepat makanan mu" Ucap Nala.
"Memangnya kak Bimo bukan pacar kakak?" Tanya Surya.
"Entah lah, dia bilang kalau suka dengan kakak. Tapi dia tidak mengajak kakak untuk berpacaran" Ucap Nala yang menyindir Bimo.
Bimo tersenyum dengan sikap Nala. Dia tidak menyangka Nala akan seberani itu bicara dengannya dan juga Surya.
# Selamat membaca ya kak
# Terima kasih banyak
🙏🙏🙏😊😊😊
__ADS_1