
"Ayo sayang, nanti kemaleman pulangnya. Kamu juga harus menjemput Raka bukan" Ucap Jefri.
"Iya Pi" Jawab Maya. Maya dan Nala bangkit dari duduknya. Mereka keluar dari kafe lalu menuju ke arah mobil Jefri.
Hanya butuh waktu selama 30 menit mereka sampai di tempat tujuan. Mereka turun dari mobil dan sudah di sambut pemilik rumah yang sudah di hubungi sekertaris Jefri tadi saat di perjalanan.
"Selamat datang tuan. Mari masuk" Ucap pemilik gedung.
Maya dan Nala berjalan mengikuti Jefri dan pemilik gedung mengelilingi rumah yang sedang ia jual.
Sekertaris Jefri pun ikut berkeliling dan melihat semua ruangan satu persatu.
"Menurut saya rumah ini masih sangat bagus. Jika ingin di pakai usaha juga tempatnya cukup strategis." Ucap sekertaris Jefri.
"Saya pun sepemikiran dengan kamu" Jawab Jefri.
"Kalau menurut kamu bagaimana sayang? Apa kamu suka dengan gedungnya?" Tanya Jefri.
"Aku suka Pi, aku berencana ingin membuka kafe di lantai 1 dan 2. Sedangkan lantai 3nya untuk tempat tinggal saja" Ucap Maya.
"Kamu yakin bisa tinggal sendiri di sini? Di tambah kamu masih harus mengurus Raka juga usaha kamu. Atau kamu ingin papi bantu?" Tanya Jefri.
"Om jangan khawatir, kan ada aku. Aku juga akan menanam modal di tempat usaha Maya. Aku juga akan selalu di sini. Jadi om Jefri tenang saja" Ucap Nala.
"Ya sudah jika itu memang keinginan kalian. Tapi kalian harus tekun untuk menjalankan usaha kalian. Jangan lakukan setengah setengah." Ucap Jefri.
"Iya Pi" Jawab Maya tersenyum.
"Siap om" Jawab Nala.
"Ok, papi dan sekertaris papi akan bicara dengan pemiliknya. Kalian tunggu saja di mobil" Ucap Jefri. Nala dan Maya mengangguk lalu keluar dari gedung.
"Kamu yakin mau terjun langsung membantu usaha ku La?" Tanya Maya.
"Usaha kita Maya. Aku tidak hanya terjun langsung, tapi aku akan menemani kamu terus. Sudah cukup kita berpisah selama 6 tahun. Jadi aku akan sering sering menemani kamu" Ucap Nala.
"Terima kasih Nala" Ucap Maya tersenyum.
"Oh iya, kamu tau tidak kalau Ivan akan segera kembali ke Jakarta. Tapi aku tidak tau kapan pastinya dia kembali sih" Ucap Nala.
__ADS_1
Deg
Jantung Maya serasa berhenti berdetak ketika Nala menyebutkan nama Ivan.
"Oh iya, kamu tau dari mana?" Tanya Maya memaksakan senyumnya.
"Aku tau dari Bimo" Jawab Nala.
"Bimo? Kamu jadian sama dia?" Tanya Maya lagi.
"Iya sudah sangat lama, tapi aku saja yang belum mau di ajak menikah sama dia" Ucap Nala.
"Wah, hebat kamu ya La" Goda Maya.
"Jangan menggodaku" Ucap Nala cemberut.
"Iya iya, maafkan aku" Ucap Maya tersenyum.
Namun di balik senyuman Maya, maya merasa khawatir dan juga bingung. Dia takut bertemu dengan Ivan yang akan membuat dirinya goyah. Dia khawatir jika Ivan mengetahui soal Raka dan meminta hak asuh Raka.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang? Apa aku pergi saja lagi untuk menghindarinya? Tapi mau sampai kapan aku menghindarinya terus?" Guman Maya dalam hati.
Raka dan Maya kembali datang ke rumah yang kini sudah ia beli dengan bantuan Jefri dan juga sekertarisnya.
"Raka, tempat ini akan menjadi rumah kita nantinya. Momi mau mencoba membuat kafe di sini. Nanti tente Nala juga akan membantu kita di sini" Jelas Maya.
"Raka mau tinggal di sini sama momi" Jawab Raka polos.
"Iya sayang, kamu akan selalu sama momi. Kan Raka anak momi yang paling baik dan tampan" Ucap Maya mencubit hidung kecil Raka.
"Ayo sini momi gendong. Kita masuk ke dalam ya untuk lihat lihat di dalam" Ucap Maya.
"Yes momi" Jawab Raka. Maya menggendong putra kecilnya itu masuk ke dalam rumah yang sedang ia renovasi. Dengan campur tangan Jefri, kafe yang di impikan Maya sebentar lagi akan terwujud.
Naila dan Jefri sangat mendukung Maya yang ingin hidup mandiri. Walaupun mereka harus tinggal terpisah, namun demi masa depan Maya, Jefri maupun Naila terus mendukung Maya. Karena mereka sadar, tidak selamanya mereka mampu mendampingi Maya.
Tanpa sepengetahuan Maya, Ivan sudah melihat Maya dan putra kecilnya dari dalam mobil. Ivan segera mencari keberadaan Maya setelah Nala menceritakan soal Maya yang ingin membuka kafe dan soal putra kecil Maya juga tentunya.
"Jadi kamu sudah bahagia Maya. Bahkan kamu sudah memiliki putra yang manis dan membuat ku terus tersenyum" Guman Ivan.
__ADS_1
Ivan kembali menutup kaca mobilnya.
"Kita ke kantor saja" Ucap Ivan.
"Baik tuan" Jawab supir Ivan.
Di perjalanan Ivan terus melihat keluar jendela. Dia sangat merindukan Maya dan ingin sekali memeluknya. Namun ia sadar jika Maya sudah tidak mungkin ia miliki.
Sejujurnya, Ivan masih sangat mencintai Maya. Sejak kepergiannya dulu, dia sangat menyesal karena tidak merebut kembali Maya ke dalam pelukannya. Namun saat kembali hancur sudah harapannya ketika mendengar Maya sudah memiliki putra.
"Aku sangat menyesal telah pergi meninggalkan kamu Maya. Andai saja saat itu aku memperjuangkan kamu, mungkin saja anak kita juga seusia anak itu. Aku sangat bodoh karena berfikiran sempit Maya. Aku sangat menyesalinya" Guman Ivan dalam hati.
Di kantor.
Ivan baru saja sampai di kantor. Dia berjalan masuk ke dalam kantor dan langsung menuju ke ruangannya.
"Dari mana saja? Kenapa telfonku tidak di angkat?" Tanya seorang wanita yang sudah duduk di sofa yang berda di ruangan Ivan.
"Bukan urusan kamu, lagia kamu ngapain di sini?" Tanya Ivan yang membuka jas kerjanya.
"Ivan hentikan sikap kamu itu. Aku ini istri kamu, kenapa kamu selalu cuek pada ku? Aku juga butuh kasih sayang dari kamu" Ucap wanita yang menyebut dirinya sebagai istri Ivan.
"Citra, aku sejak awal aku sudah pernah bilang ke kamu. Aku tidak akan memberikan perasaanku ke kamu. Bahkan hanya untuk berhubungan *** dengan kamu saja aku tidak mampu" Ucap Ivan tegas.
"Tega kamu Ivan. Kenapa kamu tidak pernah melihatku. Apa kurangnya aku di mata kamu?" Ucap Citra marah.
"Kamu sama sekali tidak kekurangan suatu apalun Citra. Hanya saja aku yang tidak mampu menyentuh mu. Maafkan aku" Ucap Ivan.
"Jahat kamu Ivan" Ucap Citra marah lalu keluar dari ruangan Ivan. Ivan menyandarkan kepalanya ke sandaran sofa. Dia memijat keningnya yang terasa sakit.
Citra adalah gadis yang Ivan sandra karena orang tuanya yang tidak mampu mengembalikan uang yang telah mereka gelapkan. Orang tua Citra memberikan Citra sebagai gantinya.
Dan Dika yang kasihan dengan Ivan saat terpuruk dengan perpisahannya dengan Maya, membuat keputusan sepihak. Dia menikahkan Ivan dengan Citra.
# Selamat membaca ya kak
# Tarima kasih banyak
🙏🙏🙏😊😊😊
__ADS_1