One Night With My Teacher

One Night With My Teacher
24


__ADS_3

"Iya, aku sangat senang. Terima kasih honey" Ucap Joy.


"Iya" Jawab Maya tersenyum.


Ternyata sedari tadi Ivan mengikuti Maya dan Joy. Dia melihat semuanya dan itu membuat hatinya hancur.


Beberapa hari yang lalu Ivan baru membuka pasan dari Bimo. Karena pekerjaannya yang sangat padat, dia baru bisa membuka pesan dari Bimo beberapa hari setelah pesan Bimo terkirim.


Setelah melihat isi pesan Bimo, Ivan meminta ijin pada papahnya untuk pulang lebih awal. Dia tidak percaya begitu saja foto yang di kirim Bimo.


Pagi pagi sekali Ivan baru sampai di Jakarta. Dia langsung ke rumah Maya tanpa pulang untuk istirahat. Dia ingin melihat Maya dan ingin sekali memeluknya.


Namun dengan mata kepalanya sendiri, Ivan melihat Maya yang bermesraan dengan pria asing yang ada di foto itu.


"Jadi sekarang kamu telah sudah bersama pria yang lebih baik Maya." Ucap Ivan.


"Apa aku tidak berharga bagi kamu May? Kenapa kamu bisa begitu cepat melupakan aku.? Guman Ivan.


Bimo menepuk bahu Ivan. Dia menerima kabar dari Wira kalau Ivan sudah kembali. Bimo yang khawatir segera melacak keberadaan Ivan dan ternyata Ivan berada di taman bermain.


"Van" Panggil Bimo menepuk bahu Ivan. Ivan berbalik menoleh ke arah Bimo.


"Balik yuk" Ucap Bimo lirih. Ivan mengangguk lalu mereka pun keluar dari taman bermain untuk pulang ke rumah Ivan.


Bimo menoleh sekilas ke arah Maya sebelum pergi. Bimo melihat tawa polos Maya yang bersenang senang dengan pria yang bernama Joy itu. Bimo tidak berkomentar apa apa karena dia tidak ingin menambah kesedihan Ivan.


Ke esokan harinya.


Maya datang ke sekolah lagi. Pagi ini Joy juga yang mengantar Maya ke sekolah. Maya sudah terbiasa lagi dengan Joy dan mereka pun kembali selayaknya pasangan pada umumnya.


Saat Maya masuk ke kelasnya, Maya tersenyum senang. Dia melihat Ivan yang sudah duduk di bangkunya. Tapi Ivan sedang tidur. Maya berjalan menghampiri Ivan dan bermaksud untuk membangunkan Ivan.


"Iv...." Ucapan Maya yang mau menyentuh kepala Ivan namun di cegah oleh Bimo.


"Ivan baru pulang May. Jangan di ganggu dulu. Biarkan dia istirahat" Ucap Bimo.


"Oh, Iya" Jawab Maya kecewa.


"Maaf May, tapi elo lebih baik kembali ke bangku elo lagi." Ucap Bimo ketika Maya ingin duduk di sebelah Ivan.


"Iya Bim. Maaf" Ucap Maya lirih.


Maya berjalan ke arah bangkunya. Dia sempat menoleh ke Ivan dan terlihat jelas wajah Ivan yang sedang tertidur.


"Aku senang kamu baik baik saja Van" Guman Maya.

__ADS_1


Ivan membuka matanya ketika Maya sudah menghadap ke depan lagi. Dia mendengar ucapan Maya tapi dia masih terasa sakit hati melihat Maya yang bersama pria lain kemarin.


"Maafin aku May, tapi aku terlalu pengecut untuk bertemu kamu" Guman Ivan dalam hati.


Bimo menepuk bahu Ivan.


"Sabar ya bro" Bisik Bimo.


Bel istirahat berbunyi.


Maya yang ingin menemui Ivan gagal karena harus ikut guru ke ruang guru dulu. Saat dia kembali ke kelas, dia sudah tidak menemukan Ivan lagi.


"Ivan di mana ya?" Guman Maya. Maya kembali keluar kelas.


"Eh kalian lihat Ivan tidak?" Tanya Maya pada anak anak kelas lain.


"Oh Ivan, itu di sana" Tunjuk teman kelas lain ke arah pohon rindang yang berada dekat dengan lapangan.


Maya yang berada di lantai atas tersenyum ketika melihat Ivan yang sedang duduk di bawah pohon.


"Ok, makasih ya" Ucap Maya tersenyum.


Maya segera berlari menuruni tangga untuk menghampiri Ivan. Karena cuaca yang panas Maya mampir ke kantin untuk membeli minum dulu.


Setelah membeli minum, Maya berjalan ke lapangan. Dia menghampiri Ivan yang sedang tiduran di bangku panjang bawah pohon.


"Tidur terus, nih minum dulu" Ucap Maya.


Maya duduk di sebelah Ivan. Maya yang kesusahan membuka tutup kaleng minumannya meminta tolong pada Ivan.


"Bukain, tolong" Ucap Maya manja. Ivan mengambil minuman kaleng Maya lalu membukakannya.


"Nih" Ucap Ivan mengembalikan minuman kaleng Ivan.


"Terima kasih" Ucap Maya.


"Kamu dari mana saja? Aku cemas karena kamu tidak bisa di hubungi. Apa lagi om Dika melarang ku untuk ketemu kamu" Ucap Maya.


"Maaf May, aku capek. Aku mau pulang" Ucap Ivan yang langsung pergi meninggalkan Maya.


Maya kecewa dengan sikap Ivan. Tapi dia masih berfikir positif.


"Enggak apa apa Maya, mungkin Ivan kecapekan." Guman Maya untuk menyemangati dirinya sendiri.


Maya bangun dari duduknya. Dia berjalan ke arah kamar mandi sebelum dia masuk kelas. Maya masuk ke dalam kamar mandi lalu mengunci pintu kamar mandinya dari dalam.

__ADS_1


Tak lama setelah selesai, Maya membuka pintu kamar mandi namun tidak bisa terbuka.


"Halo, siapa di luar? Tolong buka dong pintunya" Ucap Maya menggedor gedor pintu kamar mandi.


Byur.


Seluruh tubuh Maya basah kuyup akibat siraman air dari luar.


"Siapa sih yang siram? Halo, buka pintunya" Teriak Maya.


"Nikmati saja suasana dingin di dalam kamar mandinya" Ucap Iren.


"Kamu. Buka pintunya" Ucap Maya marah.


"Buka" Teriak Maya.


Iren dan kedua temannya keluar dari kamar mandi. Salah satu teman Iren memberi plang pada pintu kamar mandi bertuliskan "Kamar mandi sedang dalam perbaikan"


"Biarkan dia kedinginan di dalam sana" Ucap teman Iren.


"Iya, biar dia tidur di temani tikus dan kecoa" Ucap Iren lalu Iren dan kedua temannya tertawa lepas. Mereka pergi dari kamar mandi dan membiarkan Maya yang berteriak teriak di dalam kamar mandi.


"Tolong. Tolong buka pintunya" Teriak Maya terus menerus.


"Hah percuma jika aku begini terus. Apa yang harus aku lakukan?" Guman Maya.


"Ah ponsel ku" Ucap Maya mencari ponselnya.


"Yaaaah mati" Ucap Maya lirih ketika melihat ponselnya yang mati karena terkena air.


"Sekarang aku harus gimana?" Guman Maya.


Maya mencoba untuk berteriak lagi, namun tidak ada satupun yang datang menolongnya.


Di kelas tas Maya masih tetap di tempatnya. Tidak ada yang sadar jika Maya tidak kembali ke kelas karena Nala juga hari ini tidak berangkat sekolah.


Joy yang masih menunggu Maya keluar dari sekolah merasa heran karena tidak seperti biasanya Maya yang terlambat pulang.


"Maya ke mana sih? Sekolahnya sudah sepi, tapi kenapa dia tidak kunjung keluar?" Guman Joy.


Joy mengambil ponselnya yang ada di dalam mobil. Dia mencoba menghubungi ponsel Maya tapi tidak bisa tersambung.


"Ponselnya tidak aktif. Kamu ini ke mana sih May?" Ucap Joy.


# Selamat membaca ya kak

__ADS_1


# Terima kasih banyak


🙏🙏🙏😊😊😊


__ADS_2