
Mendengar Nala masih berbicara dengan elo gue, Bimo menarik tangan Nala lalu mencium bibir Nala sekilas. Nala yang mendapati bibirnya di cium oleh Bimo hanya terbelalak karena terkejut.
"Aaaaah" Teriak anak anak sekelas Nala yang terkejut dengan sikap Bimo. Nala mendorong tubuh Bimo agar Bimo melepaskan ciumannya.
Plack
Satu tamparan keras dari Nala tepat mengarah ke pipi Bimo. Bimo tersenyum kecut ketika mendapat kejutan yang luar biasa dari Nala.
"Jangan sentuh gue sesuka hati lo. Memangnya lo pikir gue cewek gampangan yang bisa elo pegang pegang seenak jidat lo" Ucap Nala marah.
Nala mengambil tasnya lalu berjalan keluar dari kelas dengan keadaan marah. Nala sangat marah karena menurutnya Bimo mempermalukan dirinya di depan anak anak sekelasnya.
"La, tunggu. Apa maksud kamu? Kenapa kamu menampar ku?" Tanya Bimo yang mengejar Nala.
"Elo masih tanya kenapa gue nampar elo? Elo pikir gue pel****r yang bisa elo permiankan. Apa sih mau elo Bim? Kenapa elo terus gangguin gue? Gue capek Bim, gue capek. Harus berapa kali lagi gue harus bilang ke elo kalau gue enggak cinta sama elo. Jangan kejar gue lagi. Biarkan gue hidup sendiri, anggap gue nggak terlihat" Ucap Nala. Nala menarik tangannya yang di pegang oleh Bimo. Dia berbalik lalu kembali berjalan untuk kekuar dari sekolahan.
"Ok, jika itu yang kamu mau Nala. Aku akan turuti semua ucapan kamu tadi. Mulai sekarang aku tidak akan pernah peduli dengan kamu, aku tidak akan pernah peduli dengan apapun yang bersangkutan dengan kamu" Ucap Bimo marah.
Nala menangis mendengar ucapan Bimo. Nala menghindari Bimo karena malu. Dia merasa tidak cocok dengan Bimo karena keluarganya yang berantakan. Papah Nala yang sukanya mabuk mabukkan dan mamah Nala yang suka main lelaki bahkan seumuran dengan Nala.
"Maafkan aku Bimo. Jika kamu tidak dekat dangan ku itu adalah hal yang baik untuk kamu. Kamu pria yang baik Bim, kamu pantas mendapatkan wanita yang baik pula untuk melengkapi hidup kamu" Guman Nala menangis.
Ayu yang melihat pertengakaran Nala dan Bimo merasa senang. Ayu berpikir jika kesempatannya untuk lebih dekat dengan Bimo semakin besar.
Di rumah Nala.
Nala baru saja sampai di rumahnya. Dia turun dari mobilnya ketika ia sudah memarkirkan mobilnya.
"Mobil siapa lagi ini" Ucap Nala yang sudah biasa melihat mobil yang berganti ganti hampir setiap harinya di halaman rumahnya.
Nala masuk ke dalam rumahnya. Dia melihat mamahnya yang sedang bermesraan dengan pria muda yang berbeda lagi daro sebelumnya.
__ADS_1
"Nala, jam berapa ini? Kenapa kamu sudah pulang?" Tanya mamah Nala yang terkejut dengan kedatangan Nala.
Kedua orang tua Nala takut dengan Nala karena Nala yang sudah mati rasa berani memarahi kedua orang tuanya karena melakukan hal yang membuatnya muak.
"Jangan ikut campur dalam kehidupan ku. Nikmati saja dunia kalian karena kita sudah di dunia yang berbeda" Ucap Nala lalu masuk begitu saja ke dalam rumahnya.
Nala masuk ke dalam kamarnya dan melihat adik laki lakinya yang sedang memainkan komputer miliknya.
"Tumben sudah pulang" Ucap adik Nala yang bernama Surya.
"Iya malas di sekolah terus. Lagian tidak ada yang asik juga" Jawab Nala melompat ke atas ranjangnya.
Surya membalikkan kursinya menghadap ke arah Nala. Dia yang bingung harus berbicara pada Nala hanya meremasi jemarinya.
"Ada apa? Bicara lah" Ucap Nala yang tau maksud adiknya itu.
"Kita pergi dari sini saja kak, aku sudah tidak tahan hidup di rumah ini" Pinta Surya tertunduk.
Surya yang saat ini kelas 3 SMP merasa tidak nyaman dengan keadaan rumahnya sendiri. Dia merasa tidak betah bila berlama lama di rumah saat Nala tidak ada di rumah.
"Kamu yakin tidak apa apa jika kita hanya hidup berdua?" Tanya Nala.
"Aku pasti akan lebih baik jika hanya bersama kakak. Aku malu kak, aku tidak ingin tinggal di sini lagi. Aku juga ingin seperti teman teman ku yang lain. Mereka bisa sesuka hati mengajak teman teman lain ke rumahnya. Tapi aku tidak bisa melakukan itu. Aku takut jika aku akan jadi bahan tertawaan mereka. Dengan sikap mamah dan papah, aku malu kak" Ucap Surya tertunduk.
"Baik lah, besuk akhir pekan kita akan pindah ke rumah yang dekat dengan sekolah kamu. Kamu bebas mengajak teman kamu ke rumah. Tapi ingat 1 hal. Kakak tidak ingin kamu sampai melakukan hal yang tidak kakak sukai." Ucap Nala
"Aku janji tidak akan melakukannya kak" Jawab Surya bersemangat.
Nala tersenyum melihat adiknya yang kembali bersemangat. Rumah lama keluarga Nala yang ada di dekat sekolah Surya memang sederhana dan tidak sebesar rumah yang mereka tempati saat ini. Tapi dengan hanya mereka berdua yang kembali ke rumah itu, Nala yakin senyuman adiknya itu pasti akan selalu menghiasi hari harinya.
"Kakak tidak akan membiarkan senyuman kamu itu menghilang lagi Surya" Guman Nala dalam hati.
__ADS_1
Ke esokan harinya.
Nala kembali masuk sekolah setelah ia mengantarkan adiknya lebih dulu. Dia keluar dari mobilnya lalu berjalan sendirian ke arah gedung sekolah.
"Oh bukan kah ini orang yang sudah di campakan Bimo. Kasihan sekali padahal kemarin masih berlagak sekali" Ucap Ayu menyindir Nala.
"Pasti malu tuh" Ucap teman Ayu.
Namun Nala tidak memperdulikan mereka. Nala tetap melanjutkan jalannya menuju ke kelas. Saat Nala sampai di kelas dia duduk di bangkunya sendiri.
"Hah, aku mulai malas sekarang" Guman Nala. Nala mengeluarkan ponselnya dan handsetnya. Dia mulai memainkan lagu kesukaannya.
Dia sudah benar benar tidak memperdulikan anak anak sekelasnya yang berisik penuh canda.
Tak lama Bimo sampai di kelasnya juga. Dia melihat Nala yang sedang asik menatap keluar jendela dengan menutup matanya meresapi lagu yang ia dengarkan.
"Bagaimana bisa aku melepaskan kamu Nala? Bagaimana bisa aku tidak memperdulikan kamu jika kamu begitu mencolok dari pada yang lain" Guman Bimo dalam hati.
Bimo pindah duduk, dia memilih tempat paling nyaman untuk menatap Nala. Saat dia duduk di bangku barunya, dia melihat Nala yang begitu cantik dengan terpaan sinar matahari yang menerpa wajahnya.
"Sangat cantik" Guman Bimo tersenyum.
Tak lama bel masuk berbunyi. Ayu yang melihat Bimo duduk di sebelahnya tersenyum senang. Dia segera duduk di sebelah Bimo.
"Hai Bimo" Sapa Ayu.
Bimo menoleh ke arah Ayu. Dia merasa malas menghadapi Ayu yang suka kecentilan dengannya.
"Ngapain lo di sini?" Tanya Bimo.
# Selamat membaca ya kak
__ADS_1
# Terima kasih banyak
😊😊😊🙏🙏🙏