
"Halo Za, maaf ya aku tadi......" Ucapan Aca terhenti karena di sahut Reza.
"Ca kamu dari mana saja sih? Kamutau nggak aku nggak tenang karena kamu tidak membaca pesan ku. Kamu juga tidak mengangkat telfon dari ku. Kamu kenapa sih Ca? Kamu marah sama aku? Atau kamu keberatan datang ke tempat wisuda ku?" Tanya Reza lirih.
"Za bukan begitu....." Ucapa Aca terhenti lagi saat ponselnya di rampas oleh Naila.
"Kita ke kampus kamu sekarang. Nggak usah lebay dan jangan khawatir" Ucap Naila lalu mematikan ponsel Aca.
"Nih simpan saja di dalam tas kamu" Ucap Naila. Aca menuruti ucapan Naila. Namunbetapa terkejutnya Naila saat melihat tas yang di bawa Aca adalah tas punggung cowok. Tas yang biasa ia bawa untuk kerja.
"Ya Tuhan Aca. Kamu mau bawa tas itu dengan penampilan kamu yang sudah secantik ini?" Ucap Naila menepuk jidatnya.
"Hahahaha, kalau sudah dari sananya tomboy ya tetap tomboy sayang" Ucap Jefri tertawa.
"By diam" Ucap Naila tegas. Seketika Jefri berhenti tertawa. Namun Jefri masih saja cekikikan karena tingkah anak buahnya dan sekaligus sahabat istrinya itu.
"Diam di sini, aku ambilkan tas untuk kamu" Ucap Naila tegas pula pada Aca. Aca mengangguk mendengarkan ucapan Naila.
"Lagian kamu ada ada Ca. Memangnya kamu hanya punya tas kucel itu saja apa? Setahuku kamu selalu memakainya" Ucap Jefri.
"Walaupun kucal tapi tas ini tas keberuntungan saya pak. Nyatanya saya bisa lulus dengan nilai baik dan bisa bekerja di perusahaan bapak. Perusahaan yang sangat terkenal dengan perusahaan yang sangat ketat untuk setiap perekrutan pegawainya" Ucap Aca.
"Saya ke manapun selalu pakai tas ini pak" Imbuh Aca.
Tuk
Jefri menyentil kening Aca.
"Kamu sukses bukan karena tas ini. Kamu lulus dengan baik dan kerja di tempat yang kamu inginkan itu semua karena kerja keras kamu. Tidak ada hubungannya sama sekali dengan tas kucal ini" Ucap Jefri.
"Aku merekrut mu bukan karena tas jelek ini. Tapi aku suka dengan kegigihan kamu yang ingin selalu belajar. Aku juga suka dengan kerja keras kamu. Terlepas dari kamu teman Naila atau tidak. Jadi jangan suka bicara yang aneh aneh" Imbuh Jefri.
"Gaji kamu cukup untuk kamu beli barang barang mewah yang mampu merubah penampilan kamu. Walaupun dia tidak peduli dengan penampilan kamu. Tapi setiap pria ingin melihat pasangannya tampil cantik di depannya." Ucap Jefri.
"Bohong bila pria suka wanita yang apa adanya. Nyatanya kamu bisa lihat sendiri jika pria ada wanita cantik seidkit yang lewat dia pasti melihatnya terus. Jadi jangan seadanya begini jika kamu tidak ingin kehilangan dia" Ucap Jefri lagi.
"Oh jadi selama ini kamu melihat wanita lain di luar sana yang lebih cantik dari aku?" Ucap Naila dengan menarik telinga Jefri.
__ADS_1
"Aduh sayang bukan begitu maksud ku. Aku hanya menasehati Aca saja agar dia tidak terluka nantinya. Aku hanya memberi contok kok" Ucap Jefri membela diri.
Naila melepaskan tanganya dari telinga Jefri.
"Yang di katakan kak Jef benar Ca. Walaupun kalian saling cinta tapi tidak menutup kemungkinana Reza akan berpaling ke wanita lain jika kamu tidak sebisa mungkin merawat diri mu sendiri" Jelas Naila.
"Yang cantik saja bisa di tinggalkan karena ada wanita yang lebih cantik lagi. Apa lagi kamu yang selalu seenaknya dengan penampilan kamu. Aku bukannya mendoakan kamu berpisah dengan Reza. Aku hanya ingin kamu bahagia Ca. Aku tidak ingin kalian berpusah hanya karena masalah sepele dan akan membuat kamu menyesal nantinya" Imbuh Naila.
"Iya Nai. Aku akan dengarkan ucapan kamu dan pak Jefri. Terima kasih karena kalian selalu ada untuk ku. Kalian selalu membantuku" Ucap Aca tersenyum.
"Kami melakukan ini karena kami sayang sama kamu Ca. Kami tidak ingin kamu terluka" Ucap Naila.
"Iya" Jawab Aca mengangguk.
"Sudah cukup ayo berangkat. Aca akan terlambat jika kita tidak segera berangkat" Ucap Jefri.
"Iya, ayo Ca. Kita akan mengantar kamu bertemu dengan pangeran kamu" Ucap Naila.
Mereka bertiga lalu bangkit dari duduknya. Mereka keluar dari rumah Jefri untuk menuju ke kampus Reza.
Di kampus Reza.
"Sayang mau beli makanan itu" Bisok Jefri ke Naila.
"Nanti saja dong By. Kamu nggak peka dengan suasana banget sih" Ucap Naila tegas.
"Tapi aku ingin makan itu sayang" Ucap Jefri merengek.
"Nanti kita beli. Tapi sekarang kita temui Reza dulu" Ucap Naila.
"Hah aku malas sayang. Nanti pasti banyak orang yang mendatangi kita" Rengek Jefri.
"Jangan khawatirkan itu. Sudah ah ayo kita cari Reza dulu setelah itu kita cari makan sesuka kamu" Ucap Naila.
"Janji ya" Ucap Jefri memelas.
"Iya Baby" Jawab Naila lembut.
__ADS_1
Mereka menuju ke gedung utama. Saat sampai di dekat lapangan. Mereka melihat Reza yang duduk di bangku dengan ponsel di tanganya.
"Dia sedang mencemaskan kamu Ca" Bisik Naila.
"Sudah sana temui dia. Aku ingin segera cari makanan" Ucap Jefri.
"Sana temui dia" Ucap Naila.
"Iya" Jawab Aca.
Aca berjalan menghampiri Reza. Dia berdiri di depan Reza namun Reza masih menunduk menatap layar ponselnya.
"Pergi" Ucap Reza tanpa melihat ke arah Aca.
"Aku bilang pergi. Jangan mengganggu ku, atau aku akan membuatmu menyesal" Ancam Reza.
"Kamu yakin menyuruhku pergi?" Ucap Aca.
Mendengar suara Aca, Reza mendongakkan kepalanya. Dia bangkit dari duduknya ketika melihat penampilan Aca.
"Aca, ini kamu?" Tanya Reza terkejut. Aca mengangguk dengan senyuman termanisnya.
"Kamu cantik sekali" Ucap Reza memegang bahu Aca.
"Aku ingin terlihat cantik di acara penting kamu. Aku tidak ingin membuat kamu malu" Ucap Aca.
Reza meraih tubuh Aca lalu memeluknya erat.
"Terima kasih Ca. Aku senang kamu datang ke sini. Apa lagi kamu berdandan secantik ini demi aku" Ucap Reza.
"Aku mencintai kamu Aca. Aku sangat mencintai kamu. Kamu sudah mampu masuk ke dalam hati ku." Ucap Reza.
Aca mendorong tubuh Reza agar lepas dari dirinya. Dia melangkah mundur mendengar ucapan Reza. Aca pikir Reza bilang cinta ke dirinya karena perubahan penampilannya.
"Kamu bilang begitu karena aku dandan? Apa karena aku cantik maka dari itu kamu bilang cinta ke aku?" Tanya Aca tersinggung.
# Selamat membaca ya kak
__ADS_1
# Terima kasih banyak
🙏🙏🙏😊😊😊