One Night With My Teacher

One Night With My Teacher
Eps 17


__ADS_3

Bel masuk sudah berbunyi. Jefri segera menyiapkan bahan yang akan ia berikan pada murid yang ada di kelas Naila.


Jefri keluar dari rungan nya. Dia melihat Bela yang menunggu diri nya di depan pintu ruangan nya.


"Pak Jef, apa boleh bicara sebentar. Sebentar saja kok" Ucap Bela.


"Maaf bu Bela. Tapi saya sedang buru buru untuk mengajar" Ucap Jefri dingin.


"Dan lagi, kalau memanggil nama saya tolong yang jelas. Kita tidak sedekat itu untuk memiliki nama panggilan khusus" Ucap Jefri tegas.


Jefri meninggalkan Bela lagi. Dia begitu acuh dengan Bela yang membuat hidup nya rumit.


Jefri masuk ke dalam kelas Naila. Dia melihat Naila yang sibuk dengan buku buku nya di meja nya. Jefri tersenyum karena Naila tetap fokus belajar.


"Semoga nanti di rumah dia nggak ngambek" Guman Jefri dalam hati.


Jefri mulai memberikan tugas yang ia buat kepada setiap murid. Dia mengawasi setiap murid yang sedang melakukan uji coba untuk ujian akhir mereka.


Jefri berkeliling mengawasi cara kerja murid nya untuk mengerjakan tugas yang ia berikan. Saat sampai di bangku Naila, dia sedikit memegang tangan Naila. Karena terkejut Naila reflek menarik tangan nya dan menatap tajam ke arah Jefri.


Jefri tersenyum lalu kembali melanjutkan berkeliling nya. Dia berhenti di meja guru lalu melingkarkan tangan nya dan mengawasi murid murid nya.


"Ok. Waktu mengerjakan nya sudah selesai. Silahkan lembar jawab nya di kumpulkan. Untuk soal nya kalian bisa bawa pulang untuk uji coba lagi di rumah" Ucap Jefri.


Saat semua sudah mengumpulkan, seketika meja Naila di penuhi oleh teman teman sekelas nya. Jefri bingung kenapa mereka mengerubungi Naila.


"Mereka sedang apa?" Tanya Jefri pada murid terahir yang mengumpulkan lembar jawab.


"Mungkin mau mencocokkan jawaban pak. Soal nya Naila selalu mendapat peringkat pertama di kelas" Jawab murid.


"Oh ya sudah kamu boleh kembali" Ucap Jefri.


Naila seketika bangkit dari duduk nya. Dia memanggil Jefri yang sedang berjalan keluar dari kelas nya.


"Pak Jefri tunggu" Teriak Naila.


Jefri menoleh dan melihat Naila yang sedang berjalan menghampiri nya.


"Tolong bawa pergi saya" Ucap Naila memohon.

__ADS_1


Jefri tersenyum lalu memberikan setumpuk jawaban yang ia bawa ke tangan Naila.


"Saya akan menjelaskan nya pada kamu. Tapi kamu harus membawa ini ke ruangan saya" Ucap Jefri keras agar semua teman Naila mendengar nya.


"Baik pak" Jawab Naila keras juga.


Naila mengikuti Jefri yang berjalan ke arah ruangan nya. Jefri membukakan pintu ruangan nya agar Naila masuk.


"Terima kasih pak" Ucap Naila sopan. Namun langkah Naila seketika berhenti ketika melihat Bela yang sedang duduk santai di kursi depan meja kerja Jefri.


"Bu Bela apa yang anda lakukan di sini?" Tanga Jefri terkejut melihat Bela di ruangan nya. Jefri melihat sekilas ke Naila yang terus menatap Bela.


"Saya ada perlu dengan bapak" Jawab Bela.


Bela berjalan menghampiri Naila. Dia meraih kertas jawaban dari Naila.


"Tugas kamu sudah selesai. Kamu bisa kembali ke kelas sekarang" Ucap Bela tersenyum.


"Kalau begitu saya permisi" Ucap Naila dingin.


Naila berbalik ingin pergi namun di cegah oleh Jefri.


Naila tetap diam saja. Jefri beralih ke Bela.


"Maaf bu Bela, anda lebih baik keluar sekarang dari ruangan saya. Anda sudah mengganggi privasi saya dengan masuk ke ruangan saya tanpa ijin. Lebih baik anda keluar sekarang" Ucap Jefri tegas.


"Tapi pak...." Ucap Bela terhenti.


"Saya lebih mementingkan murid saya dari pada anda, jadi saya harap anda segara keluar dari ruangan saya" Ucap Jefri tegas.


Bela tersinggung dengan ucapan Jefri. Jefri mengusir nya di depan murid dan itu membuat harga diri nya turun. Bela menatap Naila tajam lalu keluar dari ruangan Jefri.


"Ini semua gara gara kamu Naila. Lihat saja aku tidak akan membiarkan kamu hidup tenang. Gara gara kamu aku di permalukan oleh Jefri. Aku akan membuat ku susah" Guman Bel dalam hati.


Sedangkan Nail masih tetap diam di tempat. Jefri menarik tangan Naila lalu mendudukkan Naila di kursi.


"Nai, aku tidak tau kenapa dia ada di sini tadi. Aku juga tidak peduli dia mau bicara apa pun sama aku, aku selalu menolak nya. Kamu jangan berfikir yang macam macam ya" Ucap Jefri.


"Aku tidak apa apa kok. Aku kembali ke kelas dulu" Ucap Naila bangkit dari duduk nya. Dia berjalan ke arah pintu.

__ADS_1


Baru Naila meraih gagang pintu ruangan Jefri, Jefri menarik tangan Naila lalu membawa Naila ke dalam pelukan nya.


"Nai, aku jujur belum yakin dengan perasaan ku saat ini. Tapi aku sedih melihat kamu sedih. Aku marah metika kamu dekat dengan pria lain. Aku jugamarah ketika aku tidak melihat mu sebentar saja. Aku merasa ingin selalu di samping kamu. Aku ingin selalu melihat kami tersenyum. Mungkin aku sudah mulai mencintai kamu Naila" Ucap Jefri lembut.


"By lepaskan pelukan mu. Sebentar lagi aku sudah mau pelajaran lain lagi" Ucap Naila tersenyum.


Jefri melepaskan pelukan nya. Dia meraih tengkuk Naila lalu mencium nya sekilas.


"Jangan dekat dekat dengan teman pria mu. Aku orang yang pecemburu berat" Ucap Jefri.


"Iya, aku akan selalu dekat dengan Aca saja" Jawab Naila.


"Iya tapi jangan terlalu dekat juga dengan Aca. Kamu kalau lebih perhatian sama Aca, aku juga cemburu" Ucap Jefri memelas.


"Iya By. Aku akan selalu perhatian nya sama kamu saja. Nggak akan ke lain orang." Ucap Naila. Jefri tersenyum puas dengan jawaban Naila.


"Sudah ah, aku mau kembali ke kelas dulu" Pamit Naila.


"Iya" Jawab Jefri tersenyum.


Naila keluar dari ruangan Jefri. Dia berjalan kembali ke kelas nya dengan perasaan tenang dan bahagia.


Naila menaiki anak tangga sekolah yang menuju ke lantai kelas nya. Namunia terhenti ketika melihat Bela uang sedang berdiri di tengah jalan.


"Naila, ini kah cara kamu mendapat nilai tinggi? Kamu sengaja menggoda pak Jefri agar kamu bisa memiliki Nilai yanh tinggi" Ucap Bela.


"Apa maksud anda?" Tanya Naila dingin.


"Pikirkan saja sendiri" Ucap Bela berjalan menuruni anak tangga dengan sedikit menyentuh bahu Naila.


Naila bingung dengan ucapan Bela barusan. Dia berjalan kembali ke kelas nya dengan memikirkan ucapan Bela barusan.


"Dari mana Nai?" Tanya Aca yang melihat Naila baru kembali ke kursi nya.


"Dari ruangan pak Jefri" Jawab Naila. Namun seketika Naila mengerti apa yang di maksud Bela tadi.


# selamat membaca ya kak


# terima kasih banyak

__ADS_1


😊😊😊🙏🙏🙏


__ADS_2