One Night With My Teacher

One Night With My Teacher
Eps 54


__ADS_3

"Za, aku bukan anak kecil. Jadi jangan khawatir seperti itu" Ucap Aca.


"Lagian yang sakit hidungku bukan anggota tubuh lain" Imbuh Aca.


"Walaupun hanya hidung tetap saja sakit. Jangan membantah Ca, kamu cukup diam dan dengar apa yang aku bicarakan lalu lakukan. Paham kamu" Ucap Reza tegas.


"Iya" Jawab Aca menyerah. Aca menyandarkan tubuhnya ke sandaran ranjang.


Setelah selesai menata pakaian Aca, Reza menghampiri Aca dan duduk di sebelahnya.


"Istirahat yang cukup Ca. Agar kamu segera sembuh. Jika kamu cepat sembuh aku akan mengajakmu melihat sakura minggu depan" Ucap Reza.


"Kamu janji?" Tanya Aca.


"Iya aku janji. Maka dari itu dengarkan ucapanku. Jangan terus membantah" Ucap Reza mengusap kepala Aca lembut. Aca mengangguk arti dia setuju.


Reza bangkit dari duduknya, dia mengambil tasnya yang ada di sofa lalu kembali menghampiri Aca untuk mencium kening Aca.


"Aku berangkat dulu ya" Pamit Reza.


"Iya" Jawab Aca mengangguk.


Reza keluar dari apartemen Aca. Dia turun ke lobi apartemen untuk menuju ke mobilnya.


"Tunggu aku Ca. Aku akan belajar keras agar bisa lulus secepatnya dan segera mengungkapkan perasaan ku ke kamu" Ucap Reza.


Di sisi lain.


Kedua orang tua Jefri dan Jefri datang ke apartemen Naila. Mereka ingin membahas rencana rujuknya Naila dan Jefri kembali.


"Jadi saya ke sini untuk meminta Naila agar rujuk kembali dengan Jefri. Kami tau kesalah pahaman dulu membuat Naila dan Jefri sama sama terluka. Kami minta maaf karena hal itu." Ucap Angga papah Jefri.


"Saya sebagai papah Naila hanya bisa mengikuti keinginan Naila. Saya tidak akan memaksakan keputusan saya untuk Naila. Karena dia yang akan menjalani kehidupannya kedepannya" Ucap Wirawan.


"Naila, papah kamu menyerahkan seutuhkan keputusan ke kamu nak. Mamah harap kamu mau untuk kembali rujuk dengan Jefri" Ucap Sinta mamah Jefri.


"Naila, aku tau aku bukan pria yang sempurna untuk kamu. Aku juga sadar banyak kekurangan dalam diriku yang tidak bisa aku ketahui sendiri. Tapi satu hal yang harus kamu tau dan yakin, bahwa aku dari dulu sampai sekarang ataupun nanti akan tetap mencintai kamu Naila. Aku tulus mencintai kamu dan tidak ingin berpisah untuk kedua kalinya dengan kamu" Ucap Jefri jujur.

__ADS_1


Naila tersenyum mendengar pertanyaan Jefri. Dia bangkit dari duduknya lalu menghampiri Jefri. Jefri pun bangkit dari duduknya untuk memeluk Naila.


"Aku juga sangat mencintai kamu kak Jef. Aku mau rujuk kembali dengan kamu. Aku pun sama tersiksanya dengan kamu yabg juga kehilanganku. Aku juga tidak ingin kehilangan kamu lagi" Jawab Naila dalam pelukan Jefri.


"Terima kasih sayang" Ucap Jefri bahagia.


Kedua orang tua Jefri dan kedua orang tua Naila tersenyum bahagia melihat sepasang suami istri tersebut kembali bersatu. Halangan yang cukup berat telah mereka lalu. Walau derai air mata membuat kebahagian itu semakin memancar. Kedua keluarga kini telah kembali lagi.


Beberapa bulan berlalu.


Jefri dan Naila sudah rujuk kembali. Kebahagian mereka bertambah ketika mereka tau bahwa Naila saat ini sedang mengandung.


Kedua orang tua Jefri semakin ketat mengawasi Naila karena kali ini adalah kehamilan pertama Naila yang artinya Naila sedang mengandung cucu pertama dari keluarga Jefri.


Sejak Naila rujuk dengan Jefri lagi. Naila di boyong lagi ke rumah Jefri. Naila juga sudah mulai berhenti kerja karena kehamilannya. Jefri melarang keras Naila untuk kerja karena dia tidak ingin Naila kelelahan dan terjadi sesuatu pada calon anak pertama mereka.


"Naila aku berangkat kerja dulu ya sayang" Teriak Jefri dari depan ruang kerjanya. Naila keluat dari kamarnya untuk mengantar sang suami berangkat ke kantor.


"Iya By. Tapi By............" Ucapan Naila terhenti karena dia merasa sungkan dengan Jefri.


Jefri tau jika Naila sedang menginginkan sesuatu. Dia menghampiri Naila lalu mencium kening Naila lembut.


"Baik lah. Apa yang kamu inginkan?" Tanya Jefri.


"Spaghetti. Tapi harus kamu yang buat sendiri" Ucap Naila semangat.


"Baik lah. Ayo ke dapur aku akan membuatkannya untuk kamu" Ucap Jefri. Naila seketika berubah ceria. Dia tersenyum bahagia mendengar Jefri akan memasakkannya makanan yang ia inginkan.


Saat sampai di dapur, Jefri menaruh tas kerja di meja makan. Naila duduk di kursi meja makan melihat Jefri yang kini sedang memakai apron agar pakaian kerjanya tidak kotor.


"Kamu duduk dengan tenang. Aku akan memasakkannya untukmu" Ucap Jefri.


"Iya By" Jawab Naila tersenyum.


Saat Jefri sedang asik memasak, mamah Sinta menghampiri mereka di dapur.


"Kamu sedang apa Jef?" Tany mamah Sinta.

__ADS_1


"Kak Jefri sedang memasakkan makanan yang Naila ingkan mah" Jawab Naila.


"Oh kamu nyidam ya sayang" Ucap Sinta mengusap kepala Naila.


"Nggak tau juga sih mah. Tapi aku ingin sekali melihat kak Jef masak" Ucap Naila.


"Nih sudah jadi, ayo makan" Ucap Jefri menaruh piring yang berisi spaghetti di depan Naila.


Namun Naila malah mendorong piring itu ke depan Jefri. Jefri bingung karena tadi Naila mengingkan spaghetti namun saat sudah jadi dia malah menolak nya.


"Kenapa kamu malah mendorongnya ke aku sayang. Ayo makan kamu dong" Ucap Jefri.


"Aku nggak mau By. Aku mau ke taman saja. Itu kamu saja yang makan" Ucap Naila lalu bangkit dari duduknya. Dia berjalan ke arah pintu samping yang menuju tepat ke taman.


"Apa? Kenapa harus aku sayang yang makan? Kan kamu tadi yang minta" Ucap Jefri sedikit emosi.


"Aku nggak mau By. Kamu saja yang makan" Teriak Naila.


"Ya Tuhan Naila. Aku sudah susah payah lho masak ini buat kamu" Ucap Jefri menyerah. Namun tidak ada jawaban lagi dari Naila.


Mamah Sinta yang melihat Jefri dan Naila hanya tertawa. Apa lagi melihat ekspresi wajah Jefri yang memelas membuatnya semakin tertawa lepas.


"Hahahaha. Sabar ya Jef. Namanya juga ibu hamil. Emang begitu permintaannya kalau nyidam suka yang aneh aneh" Ucap mamah Sinta.


"Nggak lucu mah. Aku sudah susah payah membuatkan makanan untuk dia. Tapi lihat dia malah tidak menyentuhnya sama sekali" Ucap Jefri marah.


"Kamu tidak dengar yang di ucapkan Naila tadi ya?" Tanya mamah Sinta yang sudah berhenti tertawa karena kelelahan.


"Dia bilang minta makan spaghetti dan harus aku yang masak" Jawab Jefri.


"Hahahaha, aduh aduh perut mamah kram" Ucap mamah Sinta kesakitan.


"Jefri tapi tadi Naila bilang ke mamah, dia ingin melihat kamu masak bukan mencicipi masakan kamu" Ucap mamah Sinta.


"Hahahaha kasihan sekali kamu Jef. Anak mu saja masih di dalam kandungan tapi kamu sudah di kerjai sama anak mu" Imbuh Sinta bangkit dari duduknya meninggalkan Jefri yang masih mencerna ucapannya.


# selamat membaca ya kak

__ADS_1


# Terima kasih banyak


🙏🙏🙏😊😊😊


__ADS_2