
"Aku tidak tau di mana letak kesalahanku. Tapi aku datang ke rumah kamu karena aku khawatir dengan kamu. Aku hanya ingin minta maaf soal tuduhan anak anak ke kamu" Ucap Maya.
"Cukup, keluar sekarang" Ucap Ivan tegas.
"Iya" Jawab Maya lirih lalu keluar dari mobil Ivan. Setelah Maya turun, Ivan langsung melajukan mobilnya meninggalkan rumah Maya.
Di rumah Ivan.
Ivan sudah sampai rumah lagi. Dia berjalan ke arah ruang kerja papahnya.
Brack.
Ivan membuka pintu ruang kerja papahnya keras.
"Mana sopan santun kamu Ivan? Apa begini sikap kamu pada papah kamu sendiri?" Tanya Dika.
"Apa yang papah inginkan?" Tanya Ivan.
"Apa maksud kamu?" Tanya Dika balik.
"Tidak usah pura pura lagi. Apa yang papah inginkan agar papah tidak menyentuh Maya?" Tanya Ivan.
"Hahahaha papah suka dengan cara berfikir kamu Ivan. Kamu benar benar menuruni papah ternyata." Ucap Dika.
"Jawab Pah" Ucap Ivan tegas.
"Bukan kah kamu sudah tau apa yang papah inginkan? Pikirkan lagi tawaran papah Ivan. Papah tau dengan otak kamu yang cerdas itu, kamu sudah bisa lulu kuliah sejak umur 16 tahun" Ucap Dika.
"Kamu sudah membuang 2 tahun waktu kamu hanya untuk bermain main. Papah membiarkan saja karena papah yakin suatu hari nanti kamu pasti akan mau menerima tawaran papah untuk mengambil alih kekuasaan papah" Ucap Dika.
"Pilihan papah serahkan seutuhnya di tangan kamu Ivan. Hanya saja papah ingatkan kalau papah bisa saja menyentuh gadis kecil kamu itu" Ancam Dika.
Setelah selesai mendengarkan kata kata papahnya, Ivan kembali ke kamarnya. Selama ini Ivan sudah sangat hati hati menyembunyikan keahliannya itu tapi dia tidak menyangka kalau papahnya sudah lama mengetahui kehebatan otaknya itu.
"Apa yang harus gue lakukan sekarang?" Guman Ivan dalam hati. Ivan bingung harus memilih apa? Karena dia tau semua pilihan yang ia pilih memiliki resiko yang cukup besar.
Beberapa hari berlalu.
Ivan belum juga masuk sekolah. Maya yang khawatir dengan Ivan meminta Bimo untuk mencoba menghubungi Ivan tapi ponsel Ivan sama sekali tidak bisa di hubungi.
"Maya, mau jalan bareng malam ini?" Tanya Damar yang saat ini sedang berjalan bersama dengan Maya ke arah parkiran sekolah.
"Maaf Dam, tapi......" Ucapan Maya terhenti.
"Aku mohon May, aku ingin bicara sesuatu dengan kamu" Ucap Damar.
"Baik lah, nanti malam jam 7 aku tunggu kamu" Ucap Maya.
__ADS_1
"Ok, aku akan jemput kamu jam 7 malam ini" Jawab Damar senang.
Malam harinya.
Maya dan Damar pergi bersama ke taman. Damar tampak begitu bahagia karena bisa mengajak Maya keluar malam ini. Namun berbeda dengan Maya yang masih kepikiran dengan Ivan.
"May mau beli itu tidak?" Tanya Damar yang menunjuk ke penjual topi.
"Tidak Dan, terima kasih" Ucap Maya.
Damar tau jika Maya masih memikirkan Ivan. Damar tidak ingin Maya memikirkan orang lain selain dirinya.
"Ayo May aku akan ajak kamu ke suatu tempat" Ucap Damar yang menarik tangan Maya.
Saat sampai di kebun bunga, pikirkan Maya mulai teralihkan. Maya tersenyum melihat keindahan taman pada malam hari yang hanya di terangi lampu taman dan juga bulan.
"Cantik sekali" Ucap Maya.
"Secantik kamu Maya" Ucap Damar lembut.
"Jangan menggodaku Dam" Ucap Maya tersenyum.
"May, aku suka sama kamu. Aku sudah lama menyukai kamu. Tapi baru kali ini aku memberanikan diri untuk menyatakannya ke kamu" Ucap Damar.
Mendengar pernyataan cinta dari Damar membuat Maya bahagia karena Maya juga memiliki perasaan yang sama dengan Damar.
Di saat ini Ivan yang ternyata sadari tadi mengikuti Maya dan Damar merasa dadanya yang sesak.
"Maya, kamu mau tidak jadi kekasih ku?" Tanya Damar
"Tidak Maya, aku mohon jangan" Guman Ivan dalam hati dengan terus menatap Maya dan Damar.
"Iya, aku mau" Jawab Maya tersenyum cantik.
Mendengar jawaban Maya, Damar pun tersenyum bahagia. Dia meraih tubuh Maya lalu memeluknya erat.
"Terima kasih Maya. Aku sangat mencintai kamu" Ucap Damar.
"Aku juga mencintai kamu Damar" Ucap Maya.
Hancur sudah hati Ivan. Bimo yang saat itu bersama Ivan menarim Ivan menjauh dari Maya dan Damar.
"Kita pergi sekarang Van" Ucap Bimo. Ivan mengangguk pelan lalu berjalan pergi bersama Bimo.
Di rumah Ivan.
Ivan dan Bimo sudah sampai di rumah Ivan. Mereka duduk di sofa berhadapan.
__ADS_1
"Sudah lah Van, mungkin dia bukan wanita yang cocok buat elo. Lepaskan dia dan biarkan dia hidup bahagia dengan pilihannya" Ucap Bimo.
"Ada apa? Siapa yang kamu bicarakan?" Tanya Dika
"Bu...bukan siapa siapa om" Jawab Bimo gelagapan.
"Ivan" Panggil Dika.
"Maya pacaran dengan teman sekolahku" Jawab Ivan tertunduk.
"Apa kamu mencintainya?" Tanya Dika.
"Bukan kah papah selalu tau? Kenapa bertanyan lagi" Ucap Ivan bangkit dari duduknya lalu menaiki tangga untuk menuju ke kamarnya.
"Papah akan membantu mu jika kamu benar benar mencintainya" Ucap Dika.
"Jika papah berani mengusiknya, jangan harap papah bisa melihat perusahaan papah lagi karena aku akan menghancurkannya" Ancam Ivan.
"Kamu berani mengancam papah? Kamu anak kemarin sore saja berani mengancam papah?" Ucap Dika mengejek.
"Aku bukan anak kemarin sore pah. Aku Ivan anak papah yang sudah hidup bersama papah selama 18 tahun. Jadi papah pasti tau sifat ku karena aku meniru sifat papah" Ucap Ivan. Ivan melanjutkan jalanya lagi menuju ke kamar.
"Kenapa dia bisa secerdas itu? Anak siapa dia?" Ucap Dika marah.
"Kan Ivan anak om" Jawab Bimo lirih.
"Pergi kamu" Ucap Dika tegas.
"Iya iya om" Jawab Bimo berjalan keluar.
Dika duduk di sofa dengan memegangi keningnya yang terasa sakit memikirkan Ivan yang sangat susah untuk di atur. Tapi Dika sedikit lega karena Ivan sudah mau mengikuti pertemu pertemuan penting. Apalagi dengan kecerdasan Ivan memecahkan masalah yang selama ini membuat Dika pusing.
"Ok Ivan, papah tidak akan ikut campur masalah kamu dengan gadis itu. Papah akan lihat apa yang akan kamu lakukan untuk mendapatkan gadis itu" Ucap Dika.
"Maaf mengganggu tuan, ada telfon dari asisten pak Jefri yang meminta kita untuk bertemu di Bandung besuk" Ucap anak buah Dika.
"Bail lah, kita berangkat besuk. Aku akan bicara dengan Ivan nanti" Ucap Dika.
"Baik tuan" Jawan anak buah Dika. Dika bangkit dari duduknya, dia berjalan menaiki tangga untuk menemui Ivan yang berada di kamarnya.
Tok tok tok
"Ivan, papah ingin bicara dengan kamu" Ucap Dika.
"Ada apa?" Tanya Ivan yang sudah membuka pintu kamarnya.
# Selamat membaca ya kak.
__ADS_1
# Terima kasih banyak
😊😊😊🙏🙏🙏