
"Bilang ke kak Nala, kalau aku sangat sayang dengan dia. Aku akan selalu hidup di dalam hatinya" Ucap Surya.
"Kamu tidak boleh bicara seperti itu Surya" Ucap Maya menangis dan menggelengkan kepalanya.
Nala merasa perasaanya yang mulai tidak tenang ketika melihat Surya yang tersenyum ke arahnya. Nala menggelengkan kepalanya juga dan menangis.
"Tidak Surya, tidak" Ucap Nala menempelkan tanganya ke kaca.
"Aku mohon Surya jangan tinggalkan kakak" Ucap Nala semakin menangis.
"Sayang tenang lah, ada apa?" Tanya Bimo.
"Surya, tidak Surya. Jangan tinggalkan kakak" Ucap Nala histeris.
Bimo melihat ke arah Surya. Surya menutup matanya dengan wajah tersenyum. Nala semakin menangis histeris. Bimo memeluk erat tubuh Nala.
"Selamat jalan Surya" Guman Bimo lirih.
"Surya" Panggil Maya menangis juga. Ivan menarik tangan Maya lalu membawa Maya ke dalam pelukannya.
"Ivan, Surya Van" Ucap Maya menangis.
"Biarkan dia pergi Maya. Biarkan dia istirahat. Dia sudah tidak merasakan sakit lagi Maya" Ucap Ivan memeluk erat tubuh Maya.
"Kenapa dia meninggalkan aku Ivan? Dia bipang ingin bersama ku. Dia sudah janji ingin bersama ku" Ucap Maya.
"Surya........." Teriak Maya menangis histeris.
Dokter dan suster mulai memeriksa Surya. Setelah Dokter yakin, dia meminta suster untuk menutup seluruh tubuh Surya dengan selimut.
"Tidak, Surya...... kembali kan Surya" Ucap Maya menangis.
"Tenang lah Maya" Ucap Ivan terus memeluk tubuh Maya.
Melihat tubuh Surya yang di tutupi selimut, membuat Nala lemas. Dia kulai kehilangan kesadarannya dan pingsan dalam pelukan Bimo.
"Sayang sadar lah, Nala bangun Nala" Ucap Bimo menepuk pipi Nala. Namun tubuh Nala sudah lemas dan tidak sadarkan diri.
Di rumah Nala.
Jasad Surya di bawa Nala ke rumah mereka. Nala tidak ingin membawa Surya ke rumah orang tuanya. Namun kedua orang tua Nala datang ke rumah Nala. Dengan air mata yang membasahi wajah mereka, mereka masuk ke dalam rumah Nala dan semakin menangis ketika melihat jasad Surya yang sudah berada di dalam peti.
__ADS_1
"Surya..... maafkan mamah nak. Maafkan mamah" Ucap mamah Nala menangis.
"Maaf kan papah nak, papah yang salah" Ucap papah Surya juga menangis.
Nala yang sudah sadar masih berada di dekapan Bimo. Dia melihat datar ke peti Surya. Namun saat melihat kedua krang tuanya datang, dia merasa sangat benci dengan kedatangan orang tuanya.
Nala bangkit dari duduknya.
"Kamu mau ke mana?" Tanya Bimo yang mencekal tangan Nala.
"Lepaskan" Ucap Nala datar. Sejak Surya di bawa pulang ke rumahnya. Nala sudah tidak bisa menangis lagi. Dia hanya menatap lurus ke peti Surya dengan tatapan kosong.
Nala menghampiri kedua orang tuanya lalu mendorong mereka sampai mereka terjatuh ke lantai.
"Pergi kalian" Ucap Nala.
"Maafkan kami Nala, kami salah" Ucap papah Nala meraih tangan Nala namun Nala menepisnya.
"Apa kalian puas melihat adik ku meninggal. Kalian pasti sangat bahagia bukan" Ucap Nala.
"Tidak nak, mamah mohon jangan seperti ini Nala" Pinta mamah Nala.
"Nala hentikan sayang" Ucap Bimo.
"Pergi kalian" Teriak Nala histeris. Nala kembali menangis histeris dan menggila karena dia tidak bisa mengontrol emosinya.
"Maafkan kami nak" Ucap mamah Nala.
"Pergi" Teriak Nala terus menerus.
"Sayang aku mohon tenang lah" Ucap Bimo msmeluk erat tubuh Nala.
"Suruh mereka pergi Bim. Aku benci melihat mereka. Mereka tidak pernah menganggap kami ada Bim. Suruh mereka pergi" Ucap Nala menangis dalam pelukan Bimo.
Bimo mengisaratkan pada anak buahnya untuk membawa kedua orang tua Nala ke tempat yang tidak di lihat Nala. Bimo juga tidak tega jika harus mengusir kedua orang tua Nala. Karena dia tau jika mereka benar benar telah menyesali perbuatan mereka.
Setelah semua acara selesai, peti yang berisi jasad Surya di bawa ke tempat kremasi. Nala terus menangis ketika melihat peti Surya di masukkan ke dalam tempat kremasi.
Maya pun begitu. Dia masih menangis namun selalu ada Ivan yang berdiri di sampingnya. Walaupun hatinya sangat sakit melihat Maya yang menangisi pria lain namun kali ini dia tidak ingin egois. Dia akan tetap bersabar menemani Maya.
"Selamat jalan Surya, aku tidak akan pernah melupakan kamu. Aku akan selalu mengenang kamu sebagai bagian dalam hidup ku. Semoga kamu bisa tenang di sana Surya. Kamu orang yang baik, kamu pasti akan mendapatkan tempat paling indah" Guman Maya dalam hati.
__ADS_1
"Surya adik ku. Kakak tidak akan melupakan kamu. Hanya kamu adik ku satu satunya. Kakak iklas melepaskan kamu Surya. Semoga kamu bahagia di sana" Ucap Nala menangis.
Bimo memeluk bahu Nala dan mengusapnya lembut. Bimo tidak lepas dari Nala karena dia takut jika Nala akan pingsan lagi.
Semua acara telah selesai. Nala membawa abu milik Surya ke rumahnya. Dia menaruh abu Surya di tempat yang sudah ia siapkan.
"Kakak akan menjaga kamu Surya" Ucap Nala.
Nala menoleh ke belakang, Bimo menghampiri Nala dan memeluknya.
"Kamu gadis yang kuat sayang, kamu pasti bisa melewati cobaan ini dengan tegar" Ucap Bimo.
"Terima kasih Bim, kamu sudah selalu ada untuk ku. Aku sangat bersyukur bisa memiliki kamu" Ucap Nala.
"Iya sayang" Jawab Bimo mencium kening Nala. Nala menutup matanya merasakan kasih sayang yang di berikan Bimo padanya.
Satu bulan berlalu sejak kepergian Surya. Hari ini Maya pertama kali membuka kembali kafe miliknya. Dia hari ini masih bekerja sendiri karena Nala belum bisa membantunya di kafe.
Sejak Ivan mengetahui bahwa Raka anak kandungnya, Ivan sering datang ke rumah Maya. Maya pun membuka pintu rumahnya lebar lebar untuk Ivan karena dia tidak ingin Raka kekurangan kasih sayang seorang ayah.
"Selamat pagi Maya" Sapa Ivan yang datang ke kafe Maya.
"Pagi" Jawab Maya.
"Apa Raka sudah berangkat sekolah?" Tanya Ivan celingukan mencari keberadaan Raka.
"Sudah, tadi di antar sama suster" Jawab Maya.
"Kamu mau minum apa?" Tanya Maya.
"Tidak usah, aku hanya mampir sebentar" Ucap Ivan.
Maya mengangguk lalu ia kembali mengerjakan pekerjaannya. Ivan menatap Maya yang sibuk dengan pekerjaannya.
"Apa aku boleh mengajak kamu makan malam?" Tanya Ivan. Mendengar ucapan Ivan, Maya sempat menghentikan aktifitasnya.
"Kalau mau pergi sama Raka juga" Ucap Maya.
"Apa kamu masih belum bisa memaafkan aku?" Tanya Ivan.
# Selamat membaca ya kak
__ADS_1
# Terima kasih banyak
🙏🙏🙏😊😊😊