
17 tahun berlalu.
Maya Yuliana seorang gadis remaja seperti para remaja pada umumnya. Maya harus ikut sang ayah untuk pindah kerja. Maya ikut pindah ke Jakarta dan mulai bersekolah di SMA 45 Jakarta.
Maya yang memang sudah terlahir dengan wajah yang cantik, seketika menjadi perhatian semua mutid saat pertama kali masuk.
Maya berjalan melewati kelas-kelas lain untuk menuju ke kelas yang akan ia tempati untuk belajar mulai sekarang. Saat ini Maya kelas XlI. Tak lama Maya telah sampai di depan kelasnya. Dia melihat papah yang bertuliskan XlI-IPA 4.
"Ayo Maya masuk" Ucap wali kelas Maya.
Maya mengangguk lalu masuk ke dalam kelas. Dia tersenyum pada teman-teman yang akan menjadi teman sekelasnya itu.
"Silakan perkenalkan diri kamu" Ucap wali kelas.
"Baik pak" Jawab Maya.
Maya maju selangkah ke depan dan mulai memperkenalkan dirinya.
"Nama saya Maya Yuliana. Saya murid pindahan dari Eropa. Semoga kalian semua bisa berteman dengan saya. Dan mohon maaf jika kata kata saya aneh karena saya baru belajar bahasa indonesia" Ucap Maya lembut.
Teman-teman Maya bertepuk tangan dan tersenyum menyambut Maya. Maya merasa lega karena dia di terima dengan hangan oleh teman teman barunya itu.
"Kamu boleh duduk di samping Nala, Maya" Ucap wali kelas.
"Baik pak, terima kasih" Ucap Maya sopan lalu berjalan menuju ke bangkunya. Dia duduk di bangku nomer 2 dari belakang.
Dia melihat bangku di belakangnya yang kosong. Nala yang tau Maya penasaran pun mulai memberitahukan Maya siapa yang duduk di bangku tersebut.
"Itu bangku Ivan. Dia anak berandalan yang suka bikin masalah. Dia jarang masuk sekolah, jadi kamu bisa sedikit tenang" Ucap Nala.
"Anak berandalan? Tapi kenapa dia tidak di keluarkan dari sekolah jika dia nakal bahkan jarang masuk sekolah" Ucap Maya.
"Karena dia anak pemilik sekolah ini. Guru saja sungkan dengan dia." Ucap Nala.
"Aku sarankan ke kamu, kalau bisa menghindarlah dari dia. Jika kamu ingin hidup mu tenang" Ucap Nala.
"Iya" Jawab Maya mengangguk.
"Aku Nala" Ucap Nala mengulurkan tangannya pada Maya.
"Aku Maya" Jawab Maya tersenyum dan membalas jabatan tangan Nala.
Nala teman sebangku Maya. Dia gadis yang sedikit tomboy. Nala gadis manis yang potongan rambutnya pendek. Dia juga memakai celana olah raga di dalam rok seragamnya.
"Nala lepas celana kamu itu. Kamu selalu susah di atur ya" Ucap waki kelas.
__ADS_1
"Maaf pak" Jawab Nala membuka celananya.
"Ya sudah, kalian belajar sendiri dulu karena hari ini akan ada rapat guru" Ucap wali kelas.
"Baik pak" Jawab semua murid.
Maya melihat ke luar jendela. Dia melihat anak anak OSIS yang sedang berlatih paskibra untuk hari kemerdekaan yang akan datang.
Mata Maya tertuju pada seorang pria tampan yang terlihat tegas dan berwibawa.
"Ada pria yang menarik ternyata di sekolah ini" Guman Maya dalam hati.
Maya menatap keluar jendela terus. Nala ikut melihat arah pandangan Maya.
"Jangan tertarik sama dia. Walaupun dia ketua OSIS tapi dia termasuk playboy di sekolah ini" Ucap Nala.
"Apa dia sudah punya pacar?" Tanya Maya.
"Bukan hanya sudah, tapi sering gonta ganti pacar" Jawab Nala.
"Sudah lah jangan membicarakan dia. Lapar nih mau ke kantin nggak?" Ajak Nala.
"Tapi kan belum waktunya istirahat?" Ucap Maya.
"Nggak papa, nggak ada guru juga. Sudah ayo" Ucap Nala menarik tangan Maya. Keluar dari kelas.
Di saat bersamaan, Damar dan beberapa temannya juga ke kantin. Damar melihat Nala bersama seorang gadis yang tampak asing baginya. Namun dia tersenyum karena melihat kecantikan gadis yang bersama Nala.
"Target baru nih Dam" Ucap teman Damar.
"Samperin yuk" Ucap teman Damar lainnya.
"Jangan, gue punya rencana sendiri. Ayo balik" Ucap Damar menghalangi kedua temannya itu. Damar dan kedua temannya berbalik meninggalkan kantin.
Tak lama Nala dan Maya sudah selesai dengan makanan yang mereka pesan. Mereka berencana kembali ke kelas setelah membayar makanan mereka.
"May biar aku saja yang bayar. Ini buat penyambutan kamu pertama kali sekolah di sini sekaligus pertama kali juga kabur dari kelas di hari pertama kamu sekolah" Ucap Nala tersenyum jahil.
Maya mengangguk dan tersenyum juga. Dia senang bisa kenal dengan Nala yang apa adanya. Maya rasa Nala adalah gadis tomboy yang jujur dan asik.
Setelah Nala membayar ke ibu kantin, mereka berjalan ke arah kelas lagi. Tapi entah datang dari mana, Damar menabrak Maya hingga hampir jatuh. Untung Nala sigap menahan tubuh Maya.
"Kamu nggak papa kan May?" Tanya Nala.
"Aku nggak papa kok" Jawab Maya.
__ADS_1
"Maaf ya gue tadi buru-buru" Ucap Damar merasa bersalah.
"Heh Dam, mata lo buta ya. Mau gue hajar lo" Ucap Nala marah.
"La, aku nggak papa kok" Ucap Maya menarik lengan Nala.
"Habis dia ngeselin May. Kalau kamu jatuh tadi gimana coba, kamu bisa terluka." Ucap Nala yang masih marah.
"Iya aku tau, tapi aku nggak jatuh kok. Aku baik-baik saja kok La" Ucap Maya menenangkan.
Nala sedikit lebih tenang, namun tatapan maranya masih tertuju pada Damar yang terus memperhatikan Maya.
"Sampai kapan lo mau lihatin teman gue?" Ucap Nala judes lalu menghalangi pandangan Damar dengan wajahnya sendiri.
"Ya Tuhan" Ucap Damar terkejut karena tiba-tiba wajah Nala tepat di depan wajahnya.
"Ayo May" Nala menarik tangan Maya dan membawanya pergi.
Damar tersenyum melihat Nala yang membawa pergi Maya. Maya menoleh dan membalas senyuman Damar. Setelah melihat kepergian Nala dan Maya, kedua teman Damar menghampiri Damar.
"Sepertinya bakal sukses besar nih" Ucap teman Damar.
"Gue yakin pasti sangat sukses" Ucap Damar.
"Hahaha gue setuju Dam" Ucap teman Damar yang lain.
"Balik kelas yuk" Ajak Damar.
Di sisi lain, Nala dan Maya sudah sampai di kelas. Nala mendudukkan Maya ke kursinya.
"May aku mau kamu jangan pernah dekat-dekat dengan Damar. Dia cowok yang nggak baik buat kamu" Ucap Nala serius.
"Kamu kenapa sih La? Tenang dong, jangan khawatir seperti itu. Aku tau kok apa yang aku lakukan" Ucap Maya.
"Bagus deh kalau begitu. Aku cuma takut saja kalau Kamu di permainan sama dia" Ucap Nala.
"Makasih ya La, kamu baik banget sama aku" Ucap Maya tersenyum.
Nala duduk di bangkunya. Dia terdiam sejenak mendengar ucapan Maya barusan.
"Aku takut kamu bakal disakiti May. Karena hanya kamu orang yang mau bicara sama aku." Ucap Nala tertunduk sedih.
# Selamat membaca ya kak
# Terima kasih banyak
__ADS_1
🙏🙏🙏😊😊😊