
Saat mereka sedang asik makan makanan nya. Dua orang teman Naila menghampiri mereka. Dua gadis yang sudah lama tidak suka dengan Naila di tambah sikap Naila yang dingin membuat mereka tambah tidak suka dengan Naila.
"Ups maaf" Ucap gadis itu yang sudah menumpahkan jus pada makanan Naila.
Naila hanya diam menatap makanan nya yang sudah tidak bisa di makan lagi.
"Kenapa? Marah ya?" Ucap gadis itu lagi.
"Vera kamu gila ya. Kan makanan nya sudah tidak bisa di makan lagi" Ucap Aca marah.
"Kok kamu yang marah, Naila saja nggak marah. Iya kan Nai?" Ucap gadis yang bernama Vera itu.
Brack
Naila menggebrak meja dengan sangat keras. Seluruh orang yang berada di kantin menatap ke arah Naila.
Naila membawa piring makanan nya lalu dengan sengaja menumpahkan makanan nya ke badan Vera.
"Ups maaf" Ucap Naila dengan wajah dingin nya.
"Kenapa? Marah ya?" Ucap Naila lagi.
"Ayo Ca kita balik ke kelas, di sini terlalu bau. Bau busuk" Ucap Naila menyindir Vera.
Naila dan Aca berjalan meninggalkan kantin. Naila tidak peduli dengan bisikan bisikan teman teman nya yang sedang membicarakan diri nya.
Sedangkan Vera marah besar pada Naila. Gara gara Naila baju nya jadi kotor dan dia juga malu karena Naila.
"Awas kamu Naila" Guman Vera dalam hati.
Di kelas Naila kembali duduk di kursi nya. Dia memangku kepala nya dengan sebelah tangan dan menatap keluar jendela.
"Hai, ini buat kamu" Ucap seorang pria yang menghampiri Naila membawakan roti dan susu.
"Untuk apa?" Tanga Naila dingin.
"Tadi makanan kamu kan tidak bisa di makan. Jadi aku bawakan roti buat pengganti makanan kamu" Ucap pria itu.
"Aku nggak lapar. Kasih ke yang lain saja" Jawab Naila.
"Aku hanya ingin membawakan ini ke kamu" Ucap pria itu lagi.
__ADS_1
"Ok aku terima. Makasih" Ucap Naila mengambil roti dan susu tersebut.
Pria itu sangat senang karena Naila mau menerima pemberian nya. Namun seketika wajah nya berubah dan senyumnya hilang karena Naila memberikan roti dan susu nya ke Aca.
"Makan Ca" Ucap Naila singkat.
Setelah memberikan roti nya ke Aca, dia kembali melihat keluar jendela. Dia tidak peduli dengan pria teman sekolah nya itu yang terlihat jelas sedang kecewa.
Aca menarik tangan pria itu keluar dari kelas.
"Reza makasih ya buat roti nya. Tapi lebih baik kamu jangan pernah menemui Naila lagi. Dia susah untuk berteman dengan orang lain. Aku tidak masalah jika kamu ingin berteman dengan Naila. Tapi aku khawatir kamu aka kecewa jadi aku memberi tau sekarang agar kamu tidak terlalu kecewa" Ucap Aca menenangkan pria yang bernama Reza itu.
"Santai saja, aku tidak akan kecewa karena aku sangat penasaran dengan Naila. Aku pasti bisa membelah gunung es itu" Ucap Reza.
Reza pergi meninghalkan Aca, dia sudah bertekad untuk terus mendekati Naila karena dia tertarik dengan Naila yang susah untuk di dekati.
"Ya terserah kamu" Ucap Aca santai. Aca kembali duduk dibangku belakang Naila menikmati roti dan susu yang di berikan Naila tadi pada nya.
"Nai, kamu beneran nggak mau? Tadi kamu belum makan banyak lho Nai" Ucap Aca.
"Enggak, makan saja" Jawab Naila singkat.
"Ya sudah" Sahut Aca.
Kali ini giliran Jefri yang masuk ke dalam kelas Naila. Dia mencari keberadaan Naila dan ternyata Naila tetap dengan posisi yang sama. Memangku dagu nya dengan menatap keluar jendela.
"Apa dia tidak melihat aku masuk" Guman Jefri dalam hati. Dia sesikit kecewa karena Naila tidak memperdulikan dia.
"Hai anak yang melihat keluar jendela. Keluar saja jika terus melihat keluar jendela" Ucap Jefri yang sudah tidak tahan dengan sikap cuek Naila.
Naila menoleh ke arah sumber suara, dia melihat Jefri yang berda di depan kelas nya. Namun Naila bersikap biasa saja melihat Jefri. Jefri lagi lagi kecewa dengan sikap Naila.
"Karena semua nya sudah kembali fokus, jadi saya akan mulai pelajaran nya." Ucap Jefri.
Jefri menjelaskan pelajaran yang ia ajar, sesekali dia juga mencuri curi pandang ke Naila. Namu Naila lebih terfokus dengan pelajaran nya.
"Kenapa susah sekali sih menarik perhatian nya" Guman Jefri menyerah.
Jefri menjelaskan dengan berjalan jalan mengelilingi bangku murid nya. Semua murid tidak ada yang curiga dengan sikap Jefri. Tapi dalam pikiran Jefri dia sengaja berjalan jalan untuk menarik perhatian Naila.
Jefri berhenti tepat di bangku Naila. Dia berdiri di sebelah Naila dengan mata nya yang melihat ke arah Naila. Tapi lagi lagi Naila tidak memperdulikan Jefri.
__ADS_1
Brack.
Jefri yang sedikit emosi menggebrak meja milik Aca. Aca yang hampir tertidur seketika bangun karena terkejut.
"Jangan tidur" Ucap Jefri.
"Iy.....iya pak maaf" Ucap Aca gelagapan.
Jefri melihat Naila sedikit senyum. Dia merasa senang karena Naila ternyata memperhatikan Jefri.
Jam pelajaran Jefri telah selesai. Semua mirid mengumpulkan buku nya ke Jefri karena sebelum berahkir nya pelajaran, Jefri mengadakan sedikit ulangan.
Namun Naila tidak mengumpulkan buku nya sendiri. Aca yang mengambil buku Naila lalu membawa nya ke arah Jefri untuk di kumpulkan.
"Kenapa dia tidak ke sini sendiri sih" Guman Jefri dalam hati.
Jefri sudah benar benar menyerah, dia membiarkan Naila sesuka hati nya. Yang terpenting dia bisa puas menatap Naila di rumah ataupun di sekolah.
Sepulang sekolah.
Naila dan Aca berjalan ke arah pintu gerbang sekolah. Saat berada di tengah lapangan Vera dan teman nya kembali menghadang Naila dan Aca.
"Kamu mau ngapain sih Ver, kenapa kamu selalu buat masalah sama Naila. Naila nggak pernah menyentuh kamu tapi kamu selalu cari gara gara sama Naila" Ucap Aca marah
"Sudah lah Ca, kita pulang saja" Ucap Naila cuek.
Naila menarik tangan Aca melewati Vera. Baru 2 langkah Naila berjalan Vera menyiramkan susu basi tepat di kepala Naila.
Naila seketika menghentikan langkah nya, dia berbalik menatap ke arah Vera yang sedang tertawa lepas dengan teman nya.
"Hahaha Ver, kok ada yang bau busuk ya" Ucap teman Vera.
"Iya lah busuk, sebusuk kelakuan nya. Hahahaha " Ucap Vera tertawa.
Karena saat itu semua murid sedang perjalanan keluar dari sekolah. Semua orang menatap ke arah Naila. Mereka berbisik mengenai Naila yang sedang di buli oleh Vera.
"Vera apa yang kamu lakukan?" Tanya Reza terkejut dengan Naila yang bau susu basi.
# selamat membaca ya kak
# terima kasih banyak
__ADS_1
😊😊😊🙏🙏🙏