One Night With My Teacher

One Night With My Teacher
23


__ADS_3

"Honey" Panggil Joy.


Maya menoleh ke sumber suara. Dia terkejut ketika melihat Joy yang ternyata jadi pusat perhatian teman teman sekolahnya.


"Joy, sedang apa kamu di sini?" Tanya Maya yang menghampiri Joy.


"Aku tentu saja menjemput kamu honey" Jawab Joy lalu meraih kepala Maya dan menciumnya.


"Siapa dia May?" Tanya Nala.


"Halo, kamu teman Maya? Nama ku Joy, aku kekasih Maya yang baru datang dari Eropa" Ucap Joy memperkenalkan dirinya ke Nala.


"Halo, aku Nala teman Maya" Jawab Nala. Nala menatap ke arah Maya, dia pikir Maya dan Ivan sudah jadian karena kemarin Maya sangat khawatir saat tidak bisa menghubungi Ivan.


"Aku akan jelaskan nanti ya La, maaf" Ucap Maya yang mengerti kebingungan Nala.


"Iya" Jawab Nala mengangguk


"Kalau bagitu kami pergi dulu ya Nala" Pamit Joy dan di angguki lagi oleh Nala


"Ayo masuk" Ucap Joy membukakan pintu mobil untuk Maya.


Bimo yang juga melihat Maya dan Joy memfoto Maya saat di cium Joy di depan teman teman sekolahnya. Dia mengirimkan foto tersebut ke ponsek Ivan.


πŸ’ŒCepat pulang karena pacar elo di ambil orang


Isi pesan Bimo pada Ivan.


Di tempat lain.


Ivan sedang mengikuti Dika untuk melakukan transaksi lagi. Dia tidak membawa ponsel pribadinya karena pertemuan kali ini cukup beresiko.


"Tetap waspada Ivan, jangan sampai lengah" Ucap Dika.


"Iya pah" Jawab Ivan mengangguk.


Di pertemuan kali ini Dika menyerahkan kekuasaannya pada Ivan. Dika hanya datang untuk mendampingi Ivan serta mengawal Ivan.


"Hahahaha selamat malam tuan Ivan" Sapa orang yang bertransaksi dengan Ivan.


Baru saja Ivan duduk di kurai depan orang itu, Ivan langsung di todong senjata. Namu Ivan yang sudah terbiasa tidak bergeming sedikitpun bahkan berkedip pun tidak.


"Jangan memulai sesuatu yang mampu merugikan diri mu sandiri" Ucap Ivan santai.


"Hahahaha saya suka dengan keberanian kamu. Tapi kamu jangan sok berani karena kami sudah mengawasi gadis yang sedang dekat dengan kamu" Ucap orang itu.

__ADS_1


"Wanita hanya sebagai permain buat ku. Jika kamu menginginkannya maka ambil lah" Ucap Ivan mengejek. Tapi Dika melihat tangan Ivan yang sudah mengepal, yang artinya Ivan sedang emosi sekarang.


Orang yang mendengar ucapan Ivan gelagapan karena menurut informasi yang dia terima, gadis itu adalah satu satunya kekasih Ivan.


"Segera keluarkan barangnya, aku tidak punya banyak waktu hanya untuk meladeni kalian" Ucap Ivan.


Orang itu menggerakkan tangannya dan tak lama 2 orang anak buahnya membawakan koper dan menaruhnya di atas meja.


"Periksa" Ucap Ivan. Dika berjalan maju untuk memeriksa. Baru saja Dika menyentuh koper itu, dia di todong pistol tepat di kepalanya. Ivan bangkit dan ganti menodongkan pistolnya tepat ke kepala orang itu.


"Lanjutkan" Ucap Ivan. Dika melanjutkan membuka koper. Dika mengangguk ketika barang yang orang itu bawa asli.


"Berikan uangnya" Ucap Ivan. 2 anak buah Ivan memberikan 2 koper uang tunai pada orang itu. Dika membawa mundur koper yang berisi berlian berwarna hijau itu ke belakang Ivan. Ivan masih menodongkan pistolnya.


"Ok hentikan. Turunkan pistol mu, saya sudah memeriksa uangnya. Kalian boleh pergi sekarang" Ucap orang itu.


Ivan berbalik lalu berjalan keluar bersama Dika dan anak buahnya.


Di hotel.


Dika dan Ivan makan malam bersama. Ivan lagi lagi tidak nafsu makan karena kepikiran Maya.


"Kamu pasti sedang menghawatirkan aku sekarang Maya. Maafkan aku yang tidak bisa memberi tahukan keberadaanku sekarang ini ke kamu" Guman Ivan dalam hati.


"Ivan jangan melamun, cepat habiskan makanan mu" Ucap Dika.


"Tunggu Ivan. Kamu harus terus fokus. Jangan berikan sedikit celah pun lada mereka yang ingin mencelakai kamu. Ingat Ivan, jika kamu ingin mendapatkan Maya. Maka kamu harus mampu melindunginya dari bahaya apapun" Ucap Dika.


"Aku tau pah dan aku akan tepati janjiku untuk menerima jabatan papah" Ucap Ivan. Ivan berbalik lalu berjalan pergi dari tempat makan itu. Dia memilih untuk kembali ke kamar inapnya.


Ivan merebahkan dirinya ke ranjang. Dia mengusap wajahnya lalu menatap langit langit hotel.


"Tunggu aku Maya, aku akan segera pulang dan menemui kamu. Bukan sebagai teman SMA kamu. Tapi aku akan datang dengan identitas ku yang baru. Ivan pemimpin Naga Biru" Guman Ivan.


"Tunggu aku sayang" Ucap Ivan tersenyum ketika mengingat senyuman Maya yang begitu cantik. Ivan semakin bahagia ketika ia melakukan hubungan terlarang malam itu dengan Maya. Dan kejadian malam itu terus terngiang ngiang di kepala Ivan.


1 minggu telah berlalu.


Maya dan Joy sedang berada di taman hiburan saat ini karena Maya yang libur saat weekend memberikan kesempatan pada Joy untuk berkencan dengan Maya.


"Kamu mau naik apa honey?" Tanya Joy.


"Terserah kamu saja" Jawab Maya.


"Ayo lah, kamu kenapa sih? Kamu aneh sekali sejak aku datang kemarin" Ucap Joy.

__ADS_1


Maya tidak menjawab ucapan Joy. Dia bimbang dengan perasaannya saat ini.


"Sudah lah jangan di fikirkan, ayo kita naiki semua wahana yang ada" Ucap Joy lalu menarik tangan Maya.


Awalnya Maya tampak datar datar saja karena masih kepikiran Ivan. Namun lama kelamaan Maya mulai lupa, dia menikmati liburannya bersama Joy.


"Kita beli es krim kesukaan kamu dulu" Ucap Joy.


"Iya" Jawab Maya senang.


Joy dan Maya membeli es krim kesukaan Maya. Maya tertawa bahagia dengan Joy. Mereka bercanda dan saling jahil satu sama lain.


"Honey" Panggil Joy menyodorkan es krimnya di samping wajah Maya.


"Hem" Jawab Maya. Maya menoleh lalu pipinya terkena es krim milik Joy.


"Joy, kamu sengaja ya" Ucap Maya marah.


Joy tertawa dan berlari menjauh dari Maya.


"Kamu lebih cantik pakai es krim untuk masker wajah honey" Ucap Joy tertawa.


"Awas kamu ya Joy" Teriak Maya berlari mengejar Joy.


Joy berputar mengitari kolam air mancur yang ada di tengah taman bermain. Joy juga memercikkan air kolam ke Maya.


"Joy jangan lakukan itu, airnya kotor" Ucap Maya menghalangi air dari wajahnya.


Maya yang sudah kelelahan duduk di bangku panjang. Joy menghampiri Maya dan langsung merebahkan dirinya di bangku yang di duduki Maya. Dia memakai paha Maya untuk menjadi bantalannya.


"Awas Joy, kamu berat" Ucap Maya mendorong kepala Joy dari pahanya.


Joy meraih tangan Maya lalu menciumnya.


"Aku senang melihat kamu kembali tertawa Maya. Aku sangat mencintai kamu Maya" Ucap Joy tulus lalu mencium punggung tangan Maya.


"Apa kamu senang hari ini?" Tanya Maya mengusap lembut kepala Joy.


"Iya, aku sangat senang. Terima kasih honey" Ucap Joy.


"Iya" Jawab Maya tersenyum.


# Selamat membaca ya kak


# Terima kasih banyak

__ADS_1


πŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2