One Night With My Teacher

One Night With My Teacher
Eps 19


__ADS_3

Di depan umum, di depan semua orang Jefri bicara dengan keras kalau Bela hanya orang asing bagi nya. Dia saja tidak tau nama Bela. Karena dia hanya kasihan dengan Bela lalu membantu nya. Dan juga tidak ada ucapan sedikit pun kalau Jefri menyatakan cinta pada Bela.


Akhir nya Bela di hujat dengan semua orang. Bela kembali ke jurang lagi karena kesombongan nya. Jefri sudah tidak peduli lagi dengan Bela yang kembali di buli oleh teman teman nya.


Tapi aneh nya Bela masih bisa selalu tersenyum aneh ketika berpapasan dengan Jefri.


Sampai akhir nya Bela masuk dan mengajar di sekolah tempat Jefri mengajar juga.


Pulang sekolah.


Naila masih berada di kelas membersihkan kelas nya sendirian. Dia melaksanakan hukuman yang di berikan kepala sekolah kepada nya.


"Ca kamu pulang saja. Aku nggak papa kok sendirian " Ucap Naila kepada Aca yang duduk di bangku nya menunggu Naila.


"Enggak papa aku tungguin. Lagian aku tidak mengganggu kamu kan? Aku cuma ingin main game saja" Ucap Aca.


"Tapi rumah kamu jauh Ca. Kamu juga tidak bawa sepeda kan tadi" Ucap Naila.


"Sudah lah Nai, kamu santai saja tidak usah repot mengurusiku" Ucap Aca.


"Ya sudah terserah kamu " Jawab Naila. Naila kembali menyapi lantai kelas nya.


"Nai, kamu belum cerita ke aku. Kenapa kamu dapat hukuman membersihkan kelas?" Tanya Aca.


"Hanya masalah kecil kok Ca" Jawab Naila.


"Kamu selalu begitu Nai, kamu selalu memendam sendiri penderitaan kamu" Ucap Aca.


Naila tersenyum mendengar ucapan Aca, dia berjalan menghampiri Aca lalu merangkul bahu Aca.


"Ca aku sangat berterima kasih kamu sudah mau menjadi sahabat terbaik ku. Dengan sikap ku yang judes cuek dan kurang menyenangkan. Kamu tetap mau berteman dengan ku" Ucap Naila.


"Kamu memang tidak pernah menyenangkan Nai" Celetuk Aca.


"Aca kok gitu sih" Ucap Naila menggelitiki Aca.


"Hahaha hentikan Nai hentikan" Teriak Aca kegelian. Naila pun tertawa lepas tanpa beban sedikit pun. Jefri yang melihat merasa senang karena perlahan Naila kembali ceria.


Tak lama Aca dan Naila keluar dari sekolah. Jefri yang melihat Naila sudah keluar segera melajukan mobil nya lalu menghampiri mereka.


"Lho kalian baru pulang?" Tanya Jefri.


"Eh pak Jefri. Iya pak baru selesai piket kelas" Jawab Aca.

__ADS_1


"Oh begitu. Ayo naik biar saya antar, sudah terlalu sore pasti susah untuk mencari kendaraan umum" Ucap Jefri.


"Nggak papa nih pak kalau kita ikut bapak. Nanti ada yang marah lagi" Ucap Aca memggoda Jefri.


Naila yang mendengar ucapan Aca seketika wajah nya berubah ekpresi. Naila mengalihkan pandangan nya dari Jefri.


"Ada sih yang marah tapi mungkin tidak akan marah kali ini" Ucap Jefri tersenyum.


"Sudah ayo naik" Ucap Jefri.


"Makasih pak" Ucap Aca tersenyum puas.


Naila masuk ke dalam mobil duduk berdua di belakang bersama Aca.


"Kok pada duduk di belakang sih? Memang nya kalian sedang pesan taxi online" Ucap Jefri.


"Eh iya. Kamu deh Nai yang duduk di sebelah pak Jefri. Aku nggak enak kalau di sebelah pak Jefri" Ucap Aca.


"Kok aku sih Ca. Kamu saja deh" Ucap Naila.


"Ya sudah kalau pada nggak mau nggak papa kok. Anggap saja supir priabadi" Ucap Jefri.


"Ya...ya sudah saya yang duduk di depan" Ucap Naila mengalah.


"Aca karena rumah saya dan Naila searah. Saya antar kamu dulu saja ya" Ucap Jefri.


"Iya pak" Jawab Aca yang sibuk dengan ponsel nya.


Jefri menatap ke arah Naila. Dia menunjuk ke arah pipi nya agar Naila mencium nya. Naila menggelengkan kepala nya karena dia takut kalau Aca sampai melihat mereka bermesraan.


Jefri cemberut lalu melajukan mobil nya ke arah rumah Aca. Naila tersenyum melihat Jefri yang ngembek. Jefri pun tau kalau Naila sedang mentertawakan nya saat ini.


"Awas saja nanti kalau di rumah" Guman Jefri dalam hati.


Tak lama mereka sudah sampai di rumah Aca. Aca turun dari mobil Jefri lalu berdiri di samping pintu mobil.


"Pak Jefri terima kasih ya sudah mengantarkan Aca dengan selamat. Titip Naila ya pak tolong di antar sampai rumah dengan selamat juga" UcapAca tersenyum.


"Iya santai saja Ca. Naila akan sampai rumah dengan selamat kok" Ucap Jefri.


"Tapi tidak tau nanti kalau sudah sampai rumah" Guman Jefri.


"Apa pak?" Tanya Aca tidak dengar dengan gumaman Jefri.

__ADS_1


"Tidak, tidak ada" Jawab Jefri yang melihay ke Naila. Naila ternyata mendengar guamaman Jefri dan melotot menatap Jefri.


"Ya sudah, saya masuk dulu ya pak. Terima kasih pak" Pamit Aca.


"Iya sama sama" Jawab Jefri tersenyum. Jefri melajukan mobilnya meninggalkan rimah Aca.


Saat sudah sedikit jauh dari rumah Aca, Naila mencubit pinggang Jefri karena ucapan nya tadi.


"Aduh aduh By sakit dong" Ucap Jefri kegelian


"Biarin salah siapa kamu bicara seperti itu ke Aca. Apa kamu mau satu sekolah tau kalau aku sudah menikah. Bahkan dengan guru ku sendiri" Ucap Naila.


"Memang nya kenapa kalau mereka tau By. Aku malah senang kalau semua orang tau kalau kamu istri aku sekarang" Ucap Jefri.


"Tapi aki belum siap By. Aku takut dengan omongan mereka nanti nya" Ucap Naila tertunduk.


Jefri paham dengan ucapan Naila. Dia pasti takut jika ucapan Bela akan menyebar dan membuat reputasi nya hancur. Padahal ucapan Bela sama sekali salah. Naila jujur dengan nilai nya sendiri. Dia memang bekerja keras untuk belajar dan nilai tinggi dan sempurna itu hanya bonus yang ia dapat.


Jefri mengusap kepala Naila lembut.


"Jangan pikirkan hal yang membuat mu sedih. Aku tidak akan mempublikasikan hubungan kita sampai kamu siap" Ucap Jefri lembut.


"Makasih ya By. Maaf karena aku egois" Ucap Naila.


"Tidak apa apa aku akan mengertikan kamu By karena kamu segala nya untuk ku" Ucap Jefri.


"Terima kasih" Ucap Naila tersenyum.


Satu bulan berlalu dengan cepat. Naila semakin sibuk dengan buku buku nya karena bulan depan dia akan melakukan ujian akhir.


Seperti malam ini, Naila masih duduk dengan tenang di meja ruang tengah dengam setumpuk buku di depan nya. Jefri tetap setia menunggui Naila belajar.


"By sudah malam. Mau makan apa?" Tanya Jefri menyandarkan kepala nya di bahu Naila.


"Terserah kamu By. Aku juga belum lapar kok" Jawab Naila tanpa melihat ke arah Jefri.


"Ya sudah aku yang pesan kan saja ya. Kamu belajar saja dulu" Ucap Jefri.


# Selamat membaca ya kak


# Terima kasih banyak


😊😊😊🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2