
"Beneran honey, gue nggak tau" Jawab Bimo.
"Jangan panggil gue begitu. Gue jijik" Ucap Nala.
"Kalau memang kamu tidak tau ya sudah, aku akan coba datang ke rumahnya saja untuk menemui om Dika" Ucap Maya.
"Maaf ya May, gue enggak bisa bantu elo. Karena gue takut sama bokapnya Ivan. Gue enggak berani jika berurusan dengan bokapnya Ivan" Ucap Bimo.
"Enggak apa apa kok Bim. Ya sudah aku pulang dulu ya, terima kasih informasinya" Ucap Maya tersenyum paksa.
"Gue anterin elo pulang ya May?" Tanya Nala.
"Tidak usah La, aku juga mau ke rumah Ivan dulu. Makasih ya La kamu sudah mau mengantarku ke sini" Ucap Maya.
"Iya May" Jawab Nala.
Maya berjalan keluar gerbang rumah Bimo. Bimo menghanpiri Nala lalu merangkul bahu Nala.
"Jalan yuk honey" Ucap Bimo.
"Ogah" Jawab Nala menepis tangan Bimo dari bahunya.
"Nala, mau sampai kapan kamu menolak ku terus. Aku sudah cukup bersabar menunggu kamu" Ucap Bimo mengikuti Nala yang akan keluar gerbang rumah Bimo.
"Menyerah lah Bim, aku akan tetap dengan pendirianku" Ucap Nala. Bimo menarik tangan Nala dan menyandarkan Nala ke tembok.
"Asal lo tau Nala, gue tipe cowok yang tidak bisa bersabar. Gue suka sama elo tulus dan itu yang membuat gue mau mengejar elo. Tapi jika elo terus menyia nyiakan gue, gue tidak jamin bisa menunggu elo lagi" Ucap Bimo tegas.
"Itu yang gue mau, awas gue mau pulang" Ucap Nala mendorong tubuh Bimo. Bimo menarik lagi tangan Nala lalu mencium bibir Nala dengan paksa.
Plack
Nala menampar pipi Bimo karena Bimo kurang ajar terhadapnya.
"Gue benci sama elo Bim" Ucap Nala marah. Nala mendorong tubuh Bimo lalu berlari kekuar dari gerbang rumah Bimo.
"Nala tunggu" Teriak Bimo yang mencoba mengejar Nala namun lari Nala yang cukup kencang menghentikan langkah Bimo.
"Gue enggak akan menyerah Nala. Gue tau jika elo memiliki perasaan yang sama seperti gue. Elo hany takut dengan ketakutan elo sendiri" Guman Bimo dalam hati.
Beberapa hari telah berlalu.
Maya yang masih belum bertemu dengan Ivan merasa kesepian. Dia malas datang ke sekolah hari ini jadi dia putuskan untuk berada di rumah saja seharian ini.
Dika belum bicara dengan kedua orang tua Maya karena kedua orang tua Maya sedang berada diluar negri
__ADS_1
"Ah bosan" Guman Maya. Maya menghidupkan Tv dan terus mengganti siaran Tvnya.
Ting
Ponsel Maya hidup pertanda ada pesan masuk. Dia dengan terpaksa mengambil ponselnya. Betapa terkejutnya dia ketika melihat siapa yang sedang mengiriminya pesan.
"Joy ada di Jakarta" Ucap Maya terkejut ketika tau kekasihnya yang dari Eropa datang ke Indonesia saat ini.
Maya segera menelfon ponsel Joy, kekasihnya.
"Joy, kamu di Jakarta?" Tanya Maya.
"Iya honey, aku ada di bandara sekarang. Tolong jemput aku ya" Ucap Joy.
"Baik lah, kamu tunggu di sana sebentar" Jawab Maya. Maya mematikan ponselnya lalu berlari ke kamarnya untuk berganti pakaian.
Tak lama Maya keluar dari rumahnya, dia meminta supir Jefri untuk mengatarnya ke bandara.
"Ke bandara sekarang pak" Ucap Maya.
"Baik non" Jawab supir. Supir mulai melajukan mobilnya ke arah bandara.
Maya bingung sekaligus senang karena Joy yang seorang Dokter mau datang ke Indonesia hanya untuk menemuinya. Tapi Maya juga bingung harus bicara bagaimana dengan Joy soal Ivan.
Tidak lebih dari 1 jam, Maya sudah sampai di bandara. Dia keluar dari mobilnya lalu berjalan masuk ke dalam bandara. Maya mencari cari keberadaan Joy namun tidak kunjung menemukannya.
Joy melepaskan genggaman tangannya dari koper lalu merentangkan tangannya untuk menyambut Maya. Maya tersenyum lalu berlari ke arah Joy dan memeluknya.
"I miss you honey" Ucap Joy memeluk erat tubuh Maya.
"Kenapa tidak bilang kalau mau datang?" Tanya Maya senang setelah Joy melepaskan pelukannya.
"Aku sengaja ingin memberimu kejutan. Dan kejutannya lagi, aku akan di sini selama lebih dari 1 bulan" Ucap Joy tersenyum senang.
Maya terkejut dengan ucapan Joy. Namun dia memaksakan senyumannya agar Joy tidak curiga.
"Kenapa honey? Apa kamu sudah memiliki kekasih lain di sini?" Goda Joy. Maya bingung harus bicara apa dengan Joy soal Ivan.
"Hahaha jangan seserius itu honey, aku hanya bercanda" Ucap Joy.
"Ayo pulang, badan ku lengket sekali. Aku ingin segera mandi" Ucap Joy.
"Iya" Jawab Maya memaksakan senyumannya.
Di rumah Maya.
__ADS_1
Joy memang sudah biasa tinggal bersama keluarga Maya dulu saat di Eropa karena Joy juga termasuk Dokter keluarga Maya.
Saat sampai di rumah, Maya hanya diam saja di ruang keluarga. Dia bingung harus menjelaskan bagaimana kepada Joy.
"Apa aku harus jujur dengan Joy? Tapi aku tidak tau sebenarnya seperti apa hubungan ku dengan Ivan. Sejak kejadian itu aku sama sekali tidak bisa bertemu dengan Ivan." Guman Maya dalam hati.
"Aku harus bagaimana? Aku bingung sekarang. Aku juga masih khawatir dengan keadaan Ivan." Guman Maya lagi.
Tak lama Joy keluar dari kamarnya. Dia menghampiri Maya dan duduk di sebelah Maya. Joy merangkul bahu Maya lalu menarik kepala Maya ke pundaknya.
"Aku tidak akan marah jika kamu memiliki kekasih lain di sini Maya. Yang terpenting kamu harus jujur dengan ku. Jangan ada yang kamu sembunyikan dari ku" Ucap Joy.
"Tapi aku yakin kamu masih setia dengan ku. Karena aku sangat mencintai kamu" Ucap Joy mencubit hidung Maya gemas.
"Oh iya, papi dan mami kamu titip pesan. Katanya mereka akan pulang di akhir bulan ini" Ucap Joy lagi.
"Iya, aku tau" Jawab Maya.
Maya hanya menjawab seperlunya saja karena dia masih bimbang.
Hari berikutnya.
Maya baru saja selesai pelajaran di sekolahnya. Dia berjalan keluar dari kelasnya dan melihat kerumunan di depan gerbang sekolah.
"May lihat deh, ramai banget di bawah" Ucap Nala.
"Ada apa ya May?" Tanya Nala.
"Enggak tau, sudah yuk pulang" Ajak Maya.
"Iya ayo" Jawab Nala dengan terus menatap ke luar gerbang sekolah.
Saat sampai di gerbang, Maya kesusahan untuk keluar. Dia ingin segera keluar karena tidak enak jika supirnya menunggu lama.
"Permisi ya mau lewat" Ucap Maya sopan. Mendengar suara Maya, anak anak yang berkerumun itu langsung memberikan jalan untuk Maya lewat.
"Honey" Panggil Joy.
Maya menoleh ke sumber suara. Dia terkejut ketika melihat Joy yang ternyata jadi pusat perhatian teman teman sekolahnya.
"Joy, sedang apa kamu di sini?" Tanya Maya yang menghampiri Joy.
# Selamat membaca ya kak
# Terima kasih banyak
__ADS_1
🙏🙏🙏😊😊😊