One Night With My Teacher

One Night With My Teacher
Eps 32


__ADS_3

Tiga tahun pun berlalu dengan cepat.


Naila sudah lulus dari universitas nya dengan predikat nilai tertinggi.


Yuri yang datang menjemput Naila di halaman kampus dengan pakaian sexynya. Dia bersandar pada mobil sport nya.


"Yuri" Teriak Naila yang berlari menghampiri Yuri dengan wajah yang bahagia.


Yuri merentangkan tangan nya untuk menyambut Naila. Naila menghamburkan dirinya dan memeluk Yuri erat.


"Selamat ya Nai. Aku bangga dengan kamu yang mampu memiliki nilai tertinggi" Ucap Yuri.


"Iya Yur. Ini semua juga berkat kamu." Ucap Naila.


"Ya sudah ayo masuk" Pinta Yuri.


"Iya" Jawab Naila.


Yuri dan Naila sama sama masuk ke dalam mobil Yuri. Yuri melajukan mobilnya meninggalkan area kampus.


"Apa rencana kamu selanjutnya?" Tanya Yuri.


"Aku akan langsung masuk kerja ke kantor kamu. Aku akan membantu kamu membawa perusahaan kamu lebih besar lagi" Ucap Naila semangat.


"Hahaha aku suka dengan semangat kamu Naila. Kalau begitu minggu depan kamu sudah boleh masuk ke perusahaanku. Aku akan tunggu kerja kamu yang mampu menggemparkan dunia bisnis ini" Ucap Yuri.


"Baik lah. Tapi kamu harus tetap bersama ku." Ucap Naila bergelayut manja pada lengan Yuri.


"Aku akan selalu bersama Naila" Ucap Yuri mengusap kepala Naila lembut.


"Makasih ya Yuri. Andai saja aku tidak bertemu dengan kamu, mungkin kuliah ku bisa saja berhenti di tengah jalan" Ucap Naila.


"Jangan bicara seperti itu Nai. Aku tulus ingin berteman dengan kamu. Kalau soal biaya hidup kamu, anggap saja aku sedang berinvestasi pada otak kamu yang encer itu" Ucap Yuri.


Naila tersenyum mendengar jawaban Yuri. Dia sangat bersyukur memiliki Yuri yang baik pada nya. Karena itu juga dia ingin membalas kebaikan Yuri dengan cara bekerja di perusahaan Yuri.


"Jangan di buka kaca nya Nai" Ucap Yuri.


"Nggak papa sebentar saja kok" Jawab Naila.


Naila merasakan angin yang mulai dingin. Dia menutup mata nya lalu merasakan tiupan angin yang menerpa wajah putih nya.


"Sebentar lagi musim dingin." Ucap Naila


"Iya. Udara nya sudah mulai terasa dingin sekarang" Jawab Yuri.


"Kita mau ke mana?" Tanya Naila.


"Kita akan pergi ke rumah baru kamu" Ucap Yuri.


"Rumah baru?" Tanya Naila lagi.

__ADS_1


"Iya. Ini aku hadiahkan untuk kelulusan kamu" Ucap Yuri.


"Hahaha orang kaya yang tidak takut uang nya bakal habis. Bisa bisa nya kamu beli rumah untuk hadiah " Ucap Naila tertawa.


"Aku akan memberikan apapun jika itu untuk kamu Nai" Ucap Yuri.


"Hahaha baik lah. Kalau begitu aku ingin rumah yang sangat besar" Ucap Naila


"Ok. Kita akan ke sana sekarang juga" Jawab Yuri tersenyum.


Tak lama Yuri dan Naila sudah sampai di sebuah bangunan yang sangat mewah dan tinggi.


"Ayo masuk" Ucap Yuri ketika mereka berdua sudah keluar dari mobil.


"Ini gedung apartemen kan?" Tanya Naila.


"Iya. Aku juga tinggal di gedung ini dan kamu juga mulai sekarang akan tinggal di sebelah apartemen ku" Ucap Yuri.


"Kamu serius Yur? Aku tadi cuma bercanda lho" Ucap Naila yang merasa tidak enak hati.


"Apapun yang kamu ucapkan menurut ku itu serius Naila. Sudah ayo masuk" Ucap Yuri menarik tangan Naila masuk ke dalam gedung tersebut.


Yuri dan Naila masuk ke dalam lift dengan tawa mereka. Di saat bersamaan, Jefri dan Dila juga berada di gedung tersebut. Jefri melihat sekilas wajah Naila sebelum pintu lift tertutup.


"Naila" Ucap Jefri. Jefri berlari ke arah pintu lift, namunlintu lift sudah mulai tertutup.


Jefri mencoba memencet tombol lift namun tidak juga bisa terbuka.


"Pak" Teriak Dila, karena Jefri tidak mendengar ucapan Dila. Dila menarik tangan Jefri.


"Pak tenang lah. Anda kenapa?" Tanya Dila khawatir.


Jefri terdiam dan sadar dengan apa yang telah ia lakukan. Fikiran nya sudah mulai tenang sekarang.


"Nggak, nggak papa. Ayo kita kembali ke kantor" Ucap Jefri dengan wajah nya yang berkeringat.


"Tisu pak" Ucap Dila memberikan tisu pada Jefri.


"Tidak usah. Saya baik baik saja " Ucap Jefri dingin.


Jefri menepis tangan Dila lalu berjalan meninggalkan Dila yang merasa sakit hati dengan perlakuan Jefri. Dila sangat perhatian dengan Jefri namun perlakuan Jefri selalu dingin pada nya.


Dila mengikuti Jefri keluar dari gedung tersebut. Walaupun hati nya sakit namun dia tetap bertahan di samping Jefri. Dia yakin jika Jefri suatu saat nanti akan memandang dia dan mulai membuka hati untuk nya.


Sedangkan Naila dan Yuri saat ini telah sampai di apartemen yang akan di tempati Naila sebagai rumah nya.


"Wah ini besar sekali. Kamu yakin ini untuk ku?" Tanya Naila.


"Iya lah" Jawab Yuri.


Naila berbalik menatap Yuri dengan senyuman nya yang sangat cantik. Dia berlari lalu memeluk erat Yuri.

__ADS_1


"Terima kasih, terima kasih banyak" Ucap Naila.


"Sama sama honey" Ucap Yuri.


"Aku suka panggilan itu" Sahut Naila melepaskan pelukan nya dari Yuri.


Naila berjalan mengelilingi apartemen yang akan ia tempati. Yuri berjalan mengikuti Naila yang kini masuk ke dalam kamar utama.


"Ya sudah kalau begitu mulai sekarang aku akan panggil kamu honey" Ucap Yuri.


"Aku malah suka dengan panggilan itu" Jawab Naila membuka lemari pakaian. Dia terkejut ketika melihat pakaian mewah yang tertata rapi di lemari gantung.


"Ini baju ku?" Tanya Naila.


"Iya. Itu semua milik kamu. Aku tidak akan membiarkan kamu memakai baju kumal mu itu" Ucap Yuri.


"Baik lah" Jawab Naila tersenyum.


Yuri berjalan ke arah lemari. Dia memilah milah baju lalu memberikan nya pada Naila.


"Coba pakai ini" Ucap Yuri.


"Waw ini sangat cantik " Ucap Naila.


"Coba lah dulu" Ucap Yuri.


"Ok" Jawab Naila mengangguk.


Naila masuk ke dalam kamar mandi dengan membawa baju yang di pilihkan Yuri untuk diri nya.


Yuri duduk di pinggiran kasur dengan memainkan ponsel nya. Dia mengecek pekerjaan kantor yang kini ia tinggal untuk menemani Naila.


"Jefri dari sini ternyata. Apa dia ingin mulai bekerja sama dengan perusahaan ku? Atau dia sudah tau kalau Naila sedang bersama ku?" Guman Yuri.


"Enggak. Kalau dia tau Naila bersama ku, dia pasti sudah menggila di sini tadi" Ucap Yuri.


"Siapa yang menggila?" Tanya Naila yang sudah keluar dari kamar mandi.


"Oh enggak siapa saipa kok" Jawab Yuri yang sudah mematikan ponsel nya.


"Baju nya sangat cantik di tubuh kamu" Ucap Yuri.


"Iya. Walaupun sedikit sexy, tapi sexy yang elegan" Ucap Naila.


"Ya sudah ayo" Ucap Yuri.


"Ke mana?" Tanya Naila bingung.


# Terima kasih banyak


# Selamat membaca ya kak

__ADS_1


😊😊😊🙏🙏🙏


__ADS_2