
Jefri yang sudah tidak tau harus membujuk dengan apa lagi agar Ivan melepaskan Maya, akhirnya dia pun menyerah. Dia keluar dari rumah Dika dengan keadaan perasaan yang marah.
"Tunggu pak Jefri, saya minta maaf atas nama anak saya. Saya janji akan segera menemukan Maya dan mengembalikan Maya kepada anda. Tolong beri saya kesempatan untuk menebus kesalahan saya" Ucap Dika.
"Saya akan pegang kata kata anda pak Dika. Tapi ingat satu hal, saya orang yang paling tidak bisa bersabar jika menyangkut orang orang yang saya sayangi" Ucap Jefri tegas.
"Baik pak, saya akan sesegera mungkin mencari kebaradaan Maya" Jawab Dika.
Jefri masuk ke dalam mobilnya. Dia memutuskan untuk pergi dari rumah Dika karena ia tidak bisa menemukan Maya di sana. Jefri juga tidak menemukan sesuatu yang jelas tentang keberadaan Maya.
Ivan melihat mobil Jefri pergi dari area rumahnya. Dia merasa tidak tega melihat Raka, putranya sendiri menangis karena rindu dengan mominya.
"Maafkan papi sayang, bertahanlah sebentar lagi. Kita pasti akan berkumpul kembali menjadi satu keluarga yang utuh. Tunggu papi untuk menjemput kamu nak" Guman Ivan dalam hati.
Satu minggu berlalu.
Jefri terus mengawasi Ivan namun tidak ada pergerakan sama sekali dari Ivan. Jefri tau jika Ivan pasti mengetahui jika dirinya sedang di awasi.
"Mau sampai kapan kita menunggu terus By, kasihan Raka yang ingin bertemu dengan mominya" Ucap Naila marah.
"Aku juga tidak tau sayang. Aku juga tidak tega melihat Raka seperti itu, tapi mau bagaimana lagi? Kita tidak tau Ivan menyembunyikan Maya di mana" Ucap Jefri.
Naila yang marah memilih pergi dari hadapan Jefri. Dia mengambil ponselnya yang ada di dalam kamarnya.
"Halo kak Teo, aku butuh bantuan kakak sekarang" Ucap Naila yang menghubungi Teo mantan atasannya yang sudah ia anggap seperti saudaranya sendiri.
"Ada masalah apa? Sekarang aku sedang tidak ada di tempat." Ucap Teo.
"Maya di culik kak, sudah lebih dari 1 minggu kami tidak bisa menemukan dia" Ucap Naila.
"Baik lah, akan kakak bantu kamu dari sini. Jangan khawatir" Ucap Teo.
"Iya kak" Jawab Naila. Naila mematikan ponselnya lagi ke atas meja.
"Habis menelfon siapa kamu?" Tanya Jefri.
"Aku meminta bantuan pada kak Teo" Jawab Naila.
"Kenapa kamu harus merepotkan Teo, dia sudah sangat sibuk dengan pekerjaannya. Kita bisa urus sendiri urusan kita di sini" Ucap Jefri marah.
"Lalu mau menunggu sampai kapan? Sampai kita meninggal lebih dulu. Kasihan Raka By, aku tidak tega melihat dia yang terus menangis." Ucap Naila marah.
"Tapi tidak dengan merepotkan Teo sayang. Dia pasti sangat sibuk di sana" Ucap Jefri.
__ADS_1
"Aku sudah putus asa By. Aku lelah menunggu" Ucap Naila menangis. Jefri tau jika Naila sangat mencemaskan Maya saat ini. Di tambah Raka yang terus menangis menanyakan tentang mominya.
Di sisi lain Maya masih berada di dalam kamar. Dia sama sekali tidak bisa keluar dari kamar itu. Sudah berulang kali dia mencoba untuk kabur, namun dia selalu gagal.
Tok tok tok.
"Permisi nona, saya bawakan makanan untuk anda" Ucap pelayan Ivan
Maya hanya melihat sekilas lalu kembali memandang keluar jendela. Dia setiap hari hanya duduk di sofa dan melihat keluar jendela. Sudah beberapa hari ini juga, Maya sama sekali tidak menyentuh makanannya. Bahkan hanya untuk minum saja dia tidak menyentuhnya.
"Nona, anda harus makan" Ucap pelayan Ivan.
Plack
Maya menampar keras pipi pelayan itu.
"Pergi" Ucap Maya datar. Maya kembali melihat keluar jendela dengan memekuk kedua lututnya.
"Permisi nona" Pamit pelayan.
Pelayan itu keluar dari kamar Maya dengan sudut bibirnya yang terluka. Dia mencoba menghubungi Ivan menggunakan telefon rumah.
"Halo, ada apa?" Tanya Ivan yang baru saja selesai rapat.
"Baik lah" Jawab Ivan langsung mematikan telfonnya.
Bimo yang saat itu berada di dekat Ivan pun mulai berbicara dengan Ivan.
"Mau sampai kapan kamu ingin menyembunyikan Maya,Ivan?" Tanya Bimo.
"Bukan urusan kamu" Jawab Ivan.
"Apa kamu pikir dengan menyekap dia, kamu bisa memilikinya? Kamu salah Ivan. Dia akan semakin benci dengan kamu karena kamu sudah memisahkan dirinya dengan Raka" Ucap Bimo.
Duack
Ivan memukul wajah Bimo hingga Bimo terjatuh ke meja rapat.
"Jangan ikut campur urusan ku, urus saja urusanmu sendiri" Ucap Ivan.
Duack
Bimo ganti memukul wajah Ivan. Sudut bibir Ivan pun terluka.
__ADS_1
"Asal lo tau Van, Surya saat ini sedang kritis. Dia ingin melihat Maya sebelum dia pergi. Di mana hati kamu Van? Maya sudah tidak mencintai kamu lagi. Dia sudah menjadi milik Surya sekarang" Ucap Bimo marah.
"Terserah kamu mau melepaskan Maya atau tetap menyekapnya. Tapi satu hal yang harus kamu Van, jangan sampai kamu menyesal nantinya" Ucap Bimo. Bimo keluar dari ruang rapat. Dia sudah lelah mengikuti kemauan Ivan yang selalu memikirkan dirinya sendiri.
Ivan memikirkan ucapan Bimo. Dia mulai bersalah karena ulahnya membuat Maya terluka dan tanpa sengaja dia juga melukai Raka, anak kandungnya sendiri.
Ivan segera keluar dari ruang rapat. Dia menuju ke lift untuk keluar dari kantornya.
"Siapkan mobil" Ucap Ivan melalui telfon genggamnya.
Tak lama Ivan sudah sampai lobi kamtor. Dia langsung masuk ke dalam mobilnya yang sudah terparkir tepat di depan pintu kantornya.
"Ke vila sekarang" Ucap Ivan.
"Baik tuan" Jawab supir Ivan.
Dari jarak Kantor ke Vila cukup jauh. Ivan baru saja sampai di vila. Dia di sambut oleh anak buahnya yang selalu berjaga di sana.
"Apa dia tidak mau makan sama sekali?" Tanya Ivan.
"Iya tuan, setiap saya mendekat nona selalu memukul saya" Jawab pelayan.
"Ya sudah, biarkan saya dan nona berdua dulu. Jangan ada yang masuk sebelum saya memanggil" Ucap Ivan.
"Baik tuan" Jawab pelayan yang berhenti di depan pintu kamar Maya.
Ivan masuk sendiri ke dalam kamar. Dia mendekati Maya yang duduk di sofa.
"Kenapa kamu tidak mau makan?" Tanya Ivan lembut yang kini berlutut di depan Maya.
"Pergi" Ucap Maya tanpa melihat ke arah Ivan.
"Aku tidak akan pergi, aku ingin selalu berada di sisi kamu Maya. Aku mencintai kamu" Ucap Ivan meraih tangan Maya lalu mencium punggung tangan Maya lembut.
Plack
Maya menarik tangannya dan tanpa sengaja mengenai wajah Ivan. Wajah Ivan terluka karena terkena kuku Maya.
"Maaf" Ucap Maya singkat.
# Selamat membaca ya kak
# Terima kasih banyak
__ADS_1