
Baru saja duduk di kursi kerja nya, ponsel Naila berdering. Dia melihat nomer baru yang sedang menghubungi nya.
"Halo, siapa ini?" Tanya Naila ketika di sudah mengangkat telfon nya.
"Ini Aca Nai" Jawab Aca.
Naila terkejut mendengar suara Aca yang sedang di ujung panggilan.
"Dapat dari mana kamu nomer ponsel ku?" Tanya Naila.
"Kamu sudah lama berteman dengan ku Nai. Apa kamu tidak tau kehebatan ku dalam teknologi " Jawab Aca.
"Iya aku lupa jika sedang bicara dengan si jenius komputer" Ucap Naila.
"Ayo kita ketemu Nai. Aku ingin bicara dengan kamu" Ucap Aca.
Naila terdiam mendengar permintaan Aca. Jujur dia merindukan Aca yang sudah lama tidak bertemu dengan nya. Namunia takut jika Jefri sampai tau pertemuan nya bersama Aca.
Aca tau kekhawatiran Naila.
"Aku tidak akan memberi taukan Jefri soal pertemuan kita Nai. Aku hanya ingintau kabar kamu dan keadaan kamu Nai" Ucap Aca lembut.
"Baik lah, aku akan kirimkan tempat tinggal ku yang baru. Kamu bisa datang ke sana malam ini" Ucap Naila.
"Ok. Aku tunggu kabar kamu" Ucap Aca.
"Iya" Jawab Naila.
Naila mematikan ponsel nya lalu kembali ke pekerjaan nya.
Jam pulang kerja.
Sore ini Yuri tidak bisa pulang bersama Naila. Naila keluar dari perusahaan dan melihat Jefri yang sudah berdiri di tepi jalan taman tepat di sebrang perusahaan Yuri.
"Hahhhhh" Naila menghela nafas nya. Dia berjalan ke arah Jefri yang sudah menunggu nya. Dia menyebrang jalan untuk menghampiri Jefri.
"Ayo masuk dulu" Ucap Jefri tersenyum ketika Naila sudah berada di depan nya.
Tanpa sepatah kata pun, Naila masuk ke dalam mobil Jefri. Saat sudah berada di dalam mobil, Naila melihat foto pernikahan nya yang tergantung di kaca.
Naila menatap Jefri yang baru saja masuk ke dalam mobil.
"Mau makan dulu?" Tanya Jefri.
"Terserah" Jawab Naila singkat.
Jefri melepas jas nya lalu menyelimutkan jas nya ke paha Naila. Naila terkejut dengan perlakuan Jefri saat ini.
"Duduk lah yang nyaman" Ucap Jefri.
__ADS_1
Naila diam tidak menjawab ucapan Jefri, dia lebih memilih melihat keluar jendela dari pada harus bicara dengan Jefri.
Tak lama mereka sudah sampai di sebuah restoran. Naila dan Jefri turun dari mobil lalu mereka masuk ke dalam restoran tersebut.
"Mau makan apa?" Tanya Jefri lembut.
"Pasta saja" Jawab Naila.
Jefri memesan pasta dan beberapa makana dan juga minuman. Setelah selesai memesan Jefri menatap Naila yang selalu membuang muka dari nya.
"Nai, aku tau jika aku salah dengan kamu. Aku tidak akan memaksa kamu untuk kembali pada ku saat ini. Tapi aku akan selalu menunggu kamu Naila. Sampai kapan pun karena hanya kamu yang aku cinta" Ucap Jefri.
"Pembohong" Guman Naila.
Jefri mendengar ucapan Naila, dia sabgat sakit dengan ucapan Naila tadi. Namun sebisa mungkin dia tetap tersenyum di depan Naila.
Jefri meraih tangan Naila lalu menggenggam nya.
"Ijin kan aku untuk kembali mendekati kamu Naila" Ucap Jefri.
Naila menarik tangan nya dari genggaman tangan Jefri. Dia menatap tajam ke arah Jefri yang menatap nya sendu.
"Jangan memulai sesuatu yang hasilnya sudah pasti tidak akan berhasil" Ucap Naila dingin.
Jefri tersenyum mendengar ucapan Naila.
"Aku yakin hasil nya tidak akan membuat ku kecewa Naila" Ucap Jefri.
Jefri hanya diam mendengar ucapan Naila yang sangat menyakitkan untuk nya. Tak lama makana yang mereka pesan telah sampai. Naila makan dengan lahap makanan yang dia inginkan. Jefri melihat Naila yang makan membuat nya senang.
"Aku senang melihat mu tumbuh jadi wanita yang secantik ini" Ucap Jefri.
Mendengar ucapan Jeri, Naila sampai tersedak dan batu batuk.
"Uhuk uhuk uhuk"
Jefri memberikan minuman pada Naila dan mengusap lembut bahu Naila. Naila meminum minuman dari Jefri. Tenggorokan nya sudah mulai membaik.
"Gimana? Sudah lebih baik?" Tanya Jefri khawatir.
"Cukup, aku baik baik saja" Ucap Naila.
Jefri kembali duduk di kursi nya lagi. Naila mengusap mulut nya yang belepotan akibat tersedak tadi.
"Jangan bicara sesuatu yang membuat ku terkejut dengan sikap kamu itu" Ucap Naila.
"Memang nya aku bicara apa?" Tanya Jefri bingung.
"Kamu memujiku cantik namun dengan tatapan mata yang aneh" Ucap Naila.
__ADS_1
"Oh maaf aku tidak sadar akan hal itu" Ucap Jefri.
"Sudah aku inginpulang sekarang" Ucap Naila bangkit dari duduk nya.
"Aku akan mengantar kamu" Ucap Jefri yang mencekal tangan Naila.
"Tidak usah, aku bisa pulang sendiri" Tolak Naila menghempaskan tangan Jefri.
Naila keluar dari restoran tersebut menunggalkan Jefri yang masih berdiri mematung melihat kepergian nya.
Naila menghentikan taxi lalu masuk ke dalam taxi dan pergi dari area restoran. Dalam perjalanan dia melihat keluar jendela. Dia tersenyum ketika mengingat Jefri yang memujinya cantik.
"Sejak kapan dia bisa bicara semanis itu? Apa lagi ekspresi wajah nya tadi" Guman Naila tersenyum.
"Aku akan memberi mu kesempatan terakhir By. Jika kamu bisa membuktikan ketulusan mu, aku akan kembali pada mu" Guman Naila dalam hati.
Tak lama Naila telah sampai di gedung apartemen nya. Dia masuk ke dalam gedung ketika dia sudah membayar ongkos taxi nya.
Saat sampai di lantai apartemen nya, dia melihat seseorang yang duduk menundukkan kepala nya tepat di depan pintu apartemen nya.
Naila berjalan menghampiri orang tersebut. Dia menundukkan kepala nya untuk melihat wajah orang tersebut.
"Apa kamu akan bersikap konyol seperti itu terus?" Ucap orang tersebut. Dan ternyata orang tersebut adalah Aca.
"Aca. Ada apa dengan penampilan kamu?" Tanya Naila.
"Cepat buka pintu aparetemen kamu. Apa kamu tega membiarkan aku kedinginan di sini?" Ucap Aca menggigil.
"Oh maaf aku lupa" Jawab Naila tersenyum. Naila membuka pintu apartemen nya lalu mempersilahkan Aca untuk masuk ke dalam apartemen nya.
"Wah kamu sekarang jadi orang kaya ya?" Ucap Aca yang kagum dengan kemewahan apartemen Naila.
"Iya lah, Naila yang sekarang pecinta uang" Ucap Naila.
Naila dan Aca duduk di sofa. Aca masih belum bisa move on dengan kemewahan apartemen Naila.
"Kamu sudah kerja?" Tanya Naila.
"Sudah lah. Bahkan jika aku mau, aku sudah mulai kerja dulu saat lulus sekolah" Ucap Aca.
"Kerja paruh waktu?" Tanya Naila lagi.
"Enggak lah. Jefri meminta ku untuk bekerja dengan dia. Aku menerima tawaran itu. Bahkan aku sampai kuliah di luar negri dengan biaya dari perusahaan nya" Jelas Aca.
"Kuliah apa? Programming? Kamu kan paling suka dengan komputer" Ucap Naila.
# Selamat membaca ya kak
# Terima kasih banyak
__ADS_1
🙏🙏🙏😊😊😊