
Ivan menghampiri Jefri dan Naila yang berdiri berdampingan. Dia berlutut di depan kedua orang tua Maya dengan kepalanya yang menunduk.
"Maafkan semua kesalahan yang sudah saya lakukan om. Saya sungguh sangat menyesal sudah menyekap Maya dan memisahkan Maya dengan Raka" Ucap Ivan.
"Saya hanya ingin memperbaiki hubungan saya dengan Maya om. Saya ingin kembali bersama Maya dan juga anak kami" Ucap Ivan.
"Anak kami? Siapa anak kamu? Raka anak Maya. Dia yang sudah melahirkan Raka seorang diri. Di mana kamu saat Maya membutuhkan kamu? Kamu pergi entah ke mana dan meninggalkan Maya sendiri" Ucap Naila marah.
"Apa pantas kamu di sebut ayah bagi cucu saya?" Ucap Naila marah.
"Tenang lah sayang" Ucap Jefri mengusap pundak Naila lembut.
"Bagaimana aku bisa tenang By. Dia tidak tau betapa sengsaranya Maya saat hamil Raka. Sekarang dia datang di saat Raka sudah besar dan ingin kembali dengan Maya. Apa dia tidak pernah berpikir bagaimana perasaan kita sebagai orang tua Maya" Ucap Naila menangis.
Maya hanya diam dengan menggendong Raka karena Raka tidak ingin lepas dari Maya.
"Pergi kamu, kami tidak akan menerima kamu di sini. Sudah cukup luka yang kamu berikan pada keluarga kami. Untuk Raka, kami bisa membesarkannya sendiri tanpa kamu. Kami sudah buktikan selama ini Raka bisa tumbuh dengan baik tanpa kamu di sampingnya" Ucap Naila marah.
"Mam, jangan seperti ini" Ucap Maya lirih.
"Kenapa? Kamu mau melindungi dia? Apa kamu bodoh bisa jatuh ke lubang yang sama lagi" Ucap Naila.
"Tapi Raka juga membutuhkan sosok ayah mam. Dia sering menangis setiap pulang sekolah karena di tanya mengenai siapa ayahnya. Aku tidak tega melihatnya menangis mam" Ucap Maya.
"Terserah kamu Maya. Jika kamu ingin bersama dengan pria tidak bertanggung jawab ini maka pergi dari sini" Teriak Naila marah besar. Naila sudah sangat kecewa dengan Ivan, dan kali ini Maya melindunginya yang membuat Naila semakin marah besar.
Naila naik ke tangga untuk menuju ke kamarnya. Jefri pun bingung harus begaimana karena dia pun kecewa dengan Ivan. Tapi Ivan sudah berani mengakui kesalahannya dan itu membuat Jefri luluh.
"Bawa Maya pergi dulu. Biar saya bicara dengan istri saya dulu. Jaga Maya dan Raka dengan baik" Ucap Jefri menepuk bahu Ivan. Jefri meninggalkan Maya dan Ivan yang masih berdiri di tempatnya.
"Bagun Ivan" Ucap Maya.
"Ayo kita pergi" Ucap Maya.
"Tapi bagaimana dengan mami kamu. Aku tidak ingin jika kalian sampai bertengkar" Ucap Ivan menyesal.
"Mami butuh waktu untuk sendiri. Nanti aku bisa bicara dengan mami setelah mami sedikit lebih tenang" Ucap Maya.
Maya yang masih menggendong Raka berjalan keluar dari rumah kedua krang tuanya. Ivan menyusul Maya keluar lalu membukakan pintu mobil untuk Maya.
__ADS_1
"Apa kamu mau tinggal di rumah ku?" Tanya Ivan.
"Antar aku ke kafe saja" Ucap Maya.
"Baik lah" Jawab Ivan mengangguk. Ivan tau jika tidak semudah itu untuk mengambil hati Maya lagi. Dia akan mulai bersabar untuk kembali menata hati Maya.
Ivan mulai melajukan mobilnya ke arah kafe Maya. Maya melihat keluar jendela mobil, sedangkan Ivan sesekali mencuri pandang ke arah Maya.
"Papi" Ucap Raka memegang tangan Ivan yang berada di setir mobil. Maya seketika menoleh ke arah Raka. Dia tidak menyangka kalau Raka tau bahwa Ivan adalah papi kandungnya.
"Iya sayang" Jawab Ivan tersenyum.
Tak lama mereka sudah sampai di kafe. Maya menurunkan Raka ketika ia ingin membuka kunci pintu kafe. Raka berlari ke arah Ivan dan meminta gendong pada Ivan.
"Papi gendong" Ucap Raka lompat lompat di depan Ivan.
Ivan melihat ke arah Maya untuk meminta persetujuan Maya. Maya mengangguk pelan menyetujui permintaan Ivan. Ivan tersenyum bahagia, dia segera berlutut lalu memeluk Raka. Ivan menangis dengan memeluk erat tubuh Raka.
"Maafkan papi Raka. Maafkan papi" Ucap Ivan menangis.
Maya sedih dan juga bahagia melihat Raka yang kembali dengan papi kandungnya. Dia mengusap punggung Raka yang masih berada dalam pelukan Ivan.
"Papi ayo" Ucap Raka menarik tangan Ivan masuk ke dalam kamarnya.
"Maya, apa boleh aku mengikuti Raka?" Tanya Ivan.
"Ikuti saja, dia ingin memperlihatkan sesuatu ke kamu" Ucap Maya.
"Terima kasih" Ucap Ivan tersenyum senang. Dia segera mengikuti Raka masuk ke dalam kamar Raka. Dia semakin terharu karena melihat Kamar Raka yang penuh dengan gambaran gambaran yang Raka buat.
"Raka, ajak papi makan siang dulu nak" Ucap Maya.
"Ayo papi kita makan" Ucap Raka.
Raka dan Ivan keluar dari kamar Raka. Mereka duduk di kursi meja makan dengan Maya yang sedang menyiapkan makan siang.
"Momi tidak masak, tadi momi pesan makanan" Ucap Maya.
"Iya momi" Jawab Raka.
__ADS_1
Maya mengambilkan makanan untuk Raka. Ivan tersenyum melihat sisi Maya yang tidak pernah ia lihat sebelumnya. Maya yangbsekarang lebih lembut dan telaten mengurus Raka.
"Makan lah" Ucap Maya.
"Iya" Jawab Ivan tersenyum.
Saat Maya selesai menyuapi Raka, dia baru teringat dengan Surya. Dia segera ke arah ruang tamu untuk mencoba menghubungi Nala.
"Halo Nala, apa aku bisa bicara dengan Surya?" Tanya Maya saat Nala sudah mengangkat panggilan telfonnya.
"Oh, kamu masih ingat dengan Surya ternyata. Kenapa tidak sekalian kamu menghilang saja dari hidup Surya" Ucap Nala lalu mematikan ponselnya.
Maya bingung dengan ucapan Nala. Saat dia pergi Nala masih baik baik saja. Tapi dari ucapan Nala tadi, Maya tau jelas jika Nala sangat marah.
Ivan melihat wajah Maya yang kebingungan. Dia menghampiri Maya yang duduk di sofa ruang tamu.
"Aku akan mengantar kamu ke Surya, jika kamu ingin menemuinya" Ucap Ivan.
"Apa kamu tau di mana dia sekarang?" Tanya Maya penasaran.
"Aku tau" Jawab Ivan.
"Ya sudah, tolong antar aku ke sana" Ucap Maya.
"Bagaimana dengan Raka?" Tanya Ivan.
"Kita antar dulu ke rumah papiku" Jawab Maya.
"Kamu tunggu di sini dulu. Aku ingin mengambil tas ku" Ucap Maya berlari ke arah kamarnya.
Ada perasaan sakit hati pada diri Ivan. Dia merasa cinta Maya padanya sudah menghilang tergantikan oleh cinta Surya.
"Apa kamu sudah mencintainya Maya? Kamu terlihat jelas sangat ingin bertemu dengan dia" Guman Ivan dalam hati.
# Jangan lupa klik like vote dan komen ya kak, klik tombol favoritnya juga kalau boleh
# Selamat membaca ya kak
# Terima kasih banyak.
__ADS_1
🙏🙏🙏😊😊😊