One Night With My Teacher

One Night With My Teacher
50


__ADS_3

"Kalian tidur bersama?" Tanya Nala matah basar. Nala mengambil sapu lalu memukuli Surya karena berani meniduri Maya.


"Dasar kamu, kamu mau merusak anak orang. Jangan gila kamu Surya dia itu teman kakak kamu sendiri. Walaupun kakak merestui hubungan kamu dengan Maya bukan berarti kamu boleh menidurinya" Ucap Nala marah dengan terus memukuli Surya.


"Kak ampun kak. Aku tidak meniduri Maya. Sungguh kak" Ucap Surya jujur. Nala menghentikan aktivitasnya.


"Kak, aku sungguh tidak melakukan itu ke Maya. Aku hanya menemani Maya tadi malam. Tapi aku tertidur di sebelah Maya. Jujur kak kami hanya tidur, kami tidak melakukan hal aneh aneh" Ucap Surya mengacungkan dua jarinya.


"Kamu tidak bohong kan?" Tanya Nala.


"Iya kak, aku tidak bohong. Aku tidak akan melakukan itu jika kami belum menikah" Ucap Surya.


"Ya sudah, kakak percaya dengan ucapan kamu. Tapi ingat Surya, jangan pernah malakukan itu sebelum kalian menikah. Kakak tidak ingin melihat kalian sama seperti orang tua kita" Ucap Nala sedih.


"Maafkan aku kak, aku janji akan menjaga Maya dan tidak akan melakukan hal itu sebelum kita menikah" Ucap Surya lembut.


"Ya sudah, masuk lah bersihkan diri kamu lalu kita makan" Ucap Nala.


"Iya kak" Jawab Surya mengangguk.


Nala dan Surya masuk ke dalam rumah. Surya langsung menuju ke kamarnya untuk membersihkan dirinya.


Siang harinya, Maya mendapatkan undangan dari Joy. Dia membuka undangan itu dan tersenyum ketika melihat undangan pernikahan Joy.


"Ada apa kok senyum senyum?" Tanya Surya yang sudah kembali ke kafe bersama Nala tadi.


"Joy mau menikah" Jawab Maya.


"Siapa Joy?" Tanya Surya yang memeluk Maya dari belakang.


"Mantannya Maya yang dari Eropa. Kenapa? Cemburu?" Ucap Nala judes.


"Enggak, kan dia mau menikah." Jawab Surya.


"Lagian kalian mau sampai kapan sih mesra mesraan begitu. Apa kalian tidak risih di lihat orang" Ucap Nala.


"Enggak, iya kan sayang" Jawab Surya mencium leher Maya.


Plack


Nala memukul kepala Surya dengan buku menu yang ia bawa.


"Terus terus, mau ku pukul lagi tidak. Lepaskan tidak" Ucap Nala yang mulai mengayunkan lagi buku menunya ke arah Surya.


"Nala hentikan, kasihan Surya" Ucap Maya.


"Argh, kalian terus bermesraan sepanjang hari. Sedangkan aku hanya melihat kalian, apa kalian tidak punya hati pada orang yang kesepian ini?" Ucap Nala penuh drama.


"Nah mulai deh dramanya" Celetuk Surya.


Plack

__ADS_1


Sekali lagi Surya mendapatkan pukulan tepat sasaran dari Nala.


"Nala hentikan" Ucap Maya mengusap kepala Surya yang sakit.


"Sudah lah. Oh iya apa kamu akan ke Eropa?" Tanya Nala. Surya menoleh ke Maya untuk mendapat jawaban juga.


"Iya, aku harus ke sana. Tapi aku tidak bisa membawa Raka pergi ke sana" Ucap Maya.


"Biar aku dan Nala yang urus soal Raka. Kamu pergi lah" Sahut Bimo yang baru datang ke kafe.


"Bimo" Ucap Nala berlari memeluk Bimo.


"Ada apa ini? Kenapa kamu bertingkah aneh?" Tanya Bimo bingung.


"Mereka bermesaraan sepanjang hari di depan ku" Ucap Nala menunjuk ke arah Maya dan Surya.


"Kasihan sekali sayangku" Ucap Bimo yang menanggapi Nala.


Maya dan Surya merasa risih dengan pasangan itu. Surya menarik Maya untuk ke arah taman.


"Kapan kamu pergi?" Tanya Surya.


"Mungkin besuk karena acaranya lusa" Jawab Maya.


"Kamu pergi saja, soal Raka aku akan bantu menemaninya. Di rumah juga ada suster yang menjaga. Kamu tenang saja" Ucap Surya lembut.


"Terima kasih" Ucap Maya menyandarkan kepalanya pada dada bidang Surya. Surya mengusap rambut Maya lembut.


"Boleh jika kamu tidak keberatan" Jawab Maya.


"Tentu saja tidak. Aku malah senang karena aku selalu dekat dengan kamu" Ucap Surya.


"Gombal lagi" Ucap Maya memukul dada bidang Surya.


"Ah sakit sakit" Ucap Surya.


"Sakit? Maaf aku tidak memukulnya keras kok" Ucap Maya khawatir.


"Tidak kok aku hanya bercanda" Ucap Surya tersenyum.


"Jangan membuatku khawatir" Ucap Maya bangkit dari duduknya. Dia berjalan masuk ke dalam kafe.


Sedangkan Surya memegangi dadanya yang di pukul Maya tadi.


"Kenapa sangat sakit, padahal Maya tidak benar benar memukulku" Guman Surya.


Surya mencoba mengatur nafasnya agar tidak terlalu sakit. Setelah lebih enakan dia bangkit dari duduknya. Dia berjalan menyusul Maya yang sudah berada di lantai 3 rumahnya.


Saat Surya sampai di depan kamar Maya, dadanya terasa sakit lagi. Dia memegangi dadanya dan tangan satunya berpegangan pada pintu kamar Maya.


"Surya, kamu kenapa? Kamu keringat dingin" Ucap Maya khawatir.

__ADS_1


"Aku tidak apa apa kok May, aku hanya kelelahan saja" Jawab Surya tersenyum paksa.


"Ya sudah ayo aku bantu kamu ke ranjang" Ucap Maya memapah Surya ke ranjang kamarnya. Maya perlahan menidurkan Surya di atas ranjangnya lalu menyelimutinya.


"Aku ambil handuk dulu ya untuk membasuh keringat kamu" Ucap Maya dan di angguki perlahan oleh Surya.


Surya terus memegangi dadanya. Nafasnya juga sedikit sesak, dia membuka beberapa kancing bajunya agar dia bisa bernafas lega.


"Kamu sesak nafas?" Tanya Maya.


"Iya sedikit" Jawab Surya. Maya menambahkan bantal di bawah kepala Surya.


"Sudah enakan?" Tanya Maya lagi.


"Sudah, terima kasih" Ucap Surya tersenyum.


Maya membasuh keringat Surya dengan handuk yang ia bawa. Maya dengan telaten membasuh keringat Surya.


"Apa sangat sakit? Jika memang sakit aku undur saja perginya sampai kamu sembuh" Ucap Maya.


"Tidak perlu, aku hanya butuh istirahat sebentar saja kok. Maaf ya aku tidak bisa membantu kamu berkemas" Ucap Surya menggenggam tangan Maya.


"Jangan pikirkan itu. Sekarang kamu istirahat saja dulu ya" Ucap Maya mengusap kepala Surya.


Surya mengangguk pelan lalu mulai menutup matanya dengan terus menggenggam tangan Maya.


Maya mengambil ponselnya yang ada di atas meja samping ranjang. Dia mencoba menghubungi Nala yang masih ada di kafe.


"Halo May, ada apa?" Tanya Nala yang sudab menerima telfon dari Maya.


"Surya sakit, biarkan dia menginap di sini ya. Biar aku yang merawatnya" Ucap Maya.


"Apa kamu yakin tidak kerepotan?" Tanya Nala


"Tidak apa apa kok, aku tidak repot. Ya sudah aku tidak bisa turun sekarang tolong kamu yang urus kafenya ya" Pinta Maya.


"Iya kamu tenang saja" Jawab Nala.


"Terima kasih" Ucap Maya.


"Iya sama sama" Jawab Nala.


Setelah berbicara dengan Nala, Maya menaruh kembali ponselnya di meja. Dia melihat Surya yang sudah tertidur dengan perasaan khawatir.


"Kamu sakit apa sih Surya? Apa kamu benar tidak apa apa?" Guman Maya mengusap keringat Surya yang ada di dahinya.


# Selamat membaca ya kak


# Terima kasih banyak


🙏🙏🙏😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2