
"Jelas lah nggak sopan. Ya terserah kamh mau panggil apa. Sayang atau mas juga tidak apa apa" Ucap Jefri.
"Baby" Ucap Naila pelan.
Jefri tersenyum mendengar ucapan Naila.
"Kamu panggil aku apa?" Tanya Jefri menggoda Naila.
"Baby" Jawab Naila singkat.
"Apa? Apa? Aku tidak dengar " Ucap Jefri.
"Baby baby baby. Sudah puas kan" Ucap Naila malu.
"Sangat puas. Baby Naila" Ucap Jefri.
"Ihhhhh kok malah godain gitu sih" Ucap Naila malu.
"Kenapa? Malu?" Ucap Jefri.
"Iya" Jawab Naila.
"Nggak usah malu. Aku sudah melihat semua yang ada di tubuh kamu" Bisik Jefri ke telinga Naila.
Naila memukul bahu Jefri karena apa yang Jefri ucapkan membuat nya malu.
"Sudah ah, aku sudah kenyang" Ucap Naila.
"Mau makan makanan penutup?" Tanya Jefri.
"Memang ada?" Tanya Naila.
"Tentu saja ada. Tapi panggil aku baby dulu" Pinta Jefri.
Naila terdiam sesaat memikirkan permintaan Jefri. Jujur saja dia sangat malu untuk memanggil Jefri baby. Tapi demi makanan penutup yang manis dia pun memberanikan diri.
"Baby" Ucap Naila lirih.
Jefri yang mendengar ucapan Naila sangat gemas. Dia segera meraih tengkuk Naila lalu mencium bibir Naila lembut.
"Aku suka kamu memanggil ku seperti itu Nai" Ucap Jefri lembut.
"Aku sudah panggil kamu seperti yang kamu inginkan sekarang mana makann penutup nya" Pinta Naila.
Jefri bangkit dari duduk nya. Dia berjalan ke arah kulkas lalu mengambilkan sepotong kue tar yang ia beli tadi saat membeli makanan.
"Selamat makan By" Ucap Jefri lembut mencium kening Naila.
"Terima kasih By" Ucap Naila tersenyum.
Naila membuka kotak kue nya lalu mekana kue stroberi yang manis itu dengan lahap. Jefri melihat Naila yang makan dengan lahap merasa senang.
"By mau?" Tanya Naila menyodorkan gapu berisi kue ke arah Jefri.
"Habis kan saja, aku tidak terlalu suka makanan manis" Ucap Jefri.
"Ya sudah, aku makan semua nya sendiri"Jawab Naila.
__ADS_1
"Iya habis kan" Ucap Jefri tersenyum.
Jefri menatap Naila yanh asik makan kue manis nya. Jefri terus tersenyum melihat Naila yang begitu menggemaskan.
"Selalu tersenyum Nai, aku tidak akan membiarkan kamu sedih lagi" Guman Jefri dalam hati.
Ke esokan hari nya.
Naila sudah memakai seragam sekolah nya. Dia menunggu Jefri yang masih berada di kamar.
"By tolong kancingkan kancing kengan ku" Teriak Jefri menghampiri Naila di ruang tengah.
Naila bangkit dari duduk nya lalu mengancingkan kancing lengan Jefri. Dia juga menata kerah kemeja Jefri juga.
"Tadi sisiran tidak sih kok rambut nya berantakan" Ucap Naila mengambil sisir di dalam tas nya.
"Memang sengaja biar kamu yang rapikan" Ucap Jefri.
"Tapi kamu terlalu tinggi By. Aku tidak sampai" Ucap Naila menyerahkan sisir ke Jefri.
Jefri bukan nya mengambil sisir dari tangan Naila. Dia malah menggendong tubuh Naila agar bisa menyisiri rambut nya.
"Sekarang kamu bisa menyisiri rambut ku" Ucap Jefri.
"Iya" Jawab Naila tersenyum dengan tingkah Jefri.
Naila menyisiri rambut Jefri dengan rapi. Dia sangat telaten menyisiri Jefri penuh kasih sayang.
"Sudah" Ucap Naila. Namun Jefri tidak segera menurunkan Naila.
"Sudah By, turunkan aku" Pinta Naila.
"Terima kasih By" Ucap Jefri tersenyum.
"Sama sama" Ucap Naila melingkarkan tangan nya ke leher Jefri.
"Jangan menggoda ku, jika tidak kita tidak bisa berangkat sekarang" Ucap Jefri
Naila me dorong tubuh Jefri, lalu Jefri menurunkan tubuh Naila.
"Kamu yang mencium ku dulu" Ucap Naila.
"Habis nya kamu memabukkan sih" Ucap Jefri.
"Memang nya aku Soju" Celetuk Naila.
"Tidak. Kamu itu anggur" Jawab Jefri.
"Mahal dong" Ucap Naila.
"Tepat nya berharga " Sahut Jefri.
"Suda ah, ayo berangkat " Ucap Naila mengalihkan pembicaraan karena malu.
Jefri mengikuti Naila yang sudah keluar dari rumah. Jefri tau jika Naila sedang malu karena ucapan nya tadi.
Di sekolah.
__ADS_1
Naila meminta turun di persimpangan jalan. Dia tidak ingin teman teman nya tau jila dirinya datang bersama dengan Jefri.
Naila memilih berjalan dari persimpangan ke sekolah. Jefri pun mengikuti keinginan Naila. Karena dia juga tidak ingin membuat Naila kesusahan.
Saat masuk ke dalam gerbang sekolah, Naila di panggil oleh Aca
"Nai, tunggu" Ucap Aca.
Naila menoleh dan melihat Aca yang berlari menghampiri nya.
"Kamu nggak bawa sepeda?" Tanya Naila.
"Enggak, sepeda nya baru rusak tadi" Ucap Aca.
"Oh" Jawab Naila singkat.
"Seperti nya ada yang beda deh" Ucap Aca
Naila seketika teringat akan hubungan nya dengan Jefri. Dia merasa gerogi dengan perhatian Aca pada nya.
"Beda apa sih Ca. Enggak lah" Ucap Naila gerogi.
"Ada kok Nai. Sekarang kamu itu terlihat lebiiiiiiih....." Ucap Aca terhenti.
"Sudah mau masuk nih Ca, ayo cepat masuk ke kelas" Ucap Naila meninggalkan Aca yang kebingungan.
"Nai tunggu" Teriak Aca berlari menghampiri Naila.
Jefri mendengar nama Naila langsung menoleh dan mencari keberadaan Naila. Namun karena banyak siswa yang datang bersamaan, dia kesusahan melihat Naila.
"Sudah lah nanti juga ketemu di kelas" Guman Jefri dalam hati.
Jefri berjalan ke arah ruang guru. Saat sampai di depan pintu ruang guru, dia melihat Bela yang berdiri di depan pintu.
Jefri berjalan masuk ke dalam ruang guru. Dia tidak menghiraukan Bela karena dia masih sedikit marah dengan Bela yang membela Vera tanpa mendengar penjelasan dari Naila lebih dulu.
Setelah mengisi absen, Jefri keluar dari ruang guru. Namun dia terhenti ketika Bela memegang lengan nya.
"Pak Jefri, saya ingin bicara dengan anda sebentar. Tolong beri saya waktu sebentar saja" Ucap Bela.
"Jaga sikap anda bu Bela. Kita sedang berada di sekolah sekarang " Ucap Jefri tegas.
Jefri tanpa sengaja melihat ke arah tangga. Dia terkejut melihat Naila yang sedang menatap ke arah nya.
"Naila" Guman Jefri. Jefri segera melepas tangan Bela yang memegangi lengan nya. Dia ingin menghampiri Naila untuk menjelaskan, namun Naila sudah berbalik menaiki tangga untuk kembali ke kelas nya.
"Pak Jefri maaf atas kelakuan saya. Tapi ijinkan saya untuk bicara dengan anda" Ucap Bela.
"Tidak ada yang perlu di bicarakan bu Bela. Jika tidak ada hal yang serius jangan mencari saya lagi" Ucap Jefri tegas.
Jefri meninggalkan Bela yang masih berdiri mematung menatap punggung nya. Jefri tidak peduli dengan pandangan Bela terhadap nya tapi yang ia pikirkan hanyalah tentang Naila.
Bel masuk sudah berbunyi. Jefri segera menyiapkan bahan yang akan ia berikan pada murid yang ada di kelas Naila.
# selamat membaca ya kak
# terima kasih banyak
__ADS_1
🙏🙏🙏😊😊😊