One Night With My Teacher

One Night With My Teacher
Eps 31


__ADS_3

Di saat bersamaan mereka telah sampai di rumah makan.


"Ayo turun" Ajak Yuri.


Yuri dan Naila tutun dari mobil. Mereka berjalan masuk ke dalam rumah makan tersebut. Mereka memilih duduk di bagian pinggir kaca.


"Mau minum atau sekalian makan?" Tanya Yuri.


"Makan saja. Nanti minum di kamar ku saja" Jawab Naila.


"Ok" Jawab Yuri tersenyum.


Yuri memesan makanan untuk mereka berdua. Setelah memesan, Yuri mendapat telfon dari orang kantor nya. Dia berbincang bincang di telfon. Sedangkan Naila memangku kepala nya dan menatap keluar jendela.


"Entah apa yang saat ini sedang kamu lakukan By. Kamu berharap kalau wanita itu yang jadi istri kamu. Aku sangat sakit ketika mendengar nya By. Tapi aku tidak bisa membohongi perasaan ku sendiri, bahwa aku sangat merindukan kamu." Guman Naila dalam hati.


"Nai, kamu kenapa?" Tanya Yuri.


"En.....enggak papa kok" Jawab Naila tersenyum.


"Jangan di pikiran sekarang. Untuk saat ini lebih baik kamu memikirkan yang membuat kamu bahagia saja" Ucap Yuri.


"Makasih ya Yur" Ucap Naila lega.


Satu minggu berlalu.


Jefri dan Angga saat ini sedang berada di kota S. Mereka datang ke cabang perusahaan untuk pelantikan Jefri yang akan menjabat sebagai Direktur di perusahaan milik papah nya itu.


"Jefri, papah harap kamu mampu sedikit melupakan kesedihan kamu dengan bekerja di sini." Ucap Angga.


"Kamu tenang saja, papah dan mamah kamu akan terus mencari Naila sampai menemukan dia. Kamu fokus lah untuk bekerja di sini" Ucap Angga.


"Iya pah. Maaf karena keegoisan ku, membuat mamah dan papah susah" Ucap Jefri.


"Kamu tidak membuat kami susah Jefri. Sudah jangan pikirkan lagi. Ayo kita ke ruang rapat. Papah akan memperkenalkan kamu pada pegawai di sini" Ucap Angga.


"Iya pah" Jawab Jefri.


Jefri dan Angga masuk ke dalam ruang rapat. Angga memperkenalkan Jefri kepada semua karyawan yang ada di perysahaan nya.


Semua orang menyambut hangat kedatangan Jefri. Terutama para karyawan wanita yang terpukau dengan ketampanan Jefri.


Setelah selesai perkenalan, Jefri dan Angga masuk ke dalam ruangan kerja yang akan di tempati Jefri mulai sekarang.


Tok tok tok


"Selamat siang pak" Ucap seorang wanita cantik yang masuk ke dalam ruangan Jefri.

__ADS_1


"Siang Dela." Jawab Angga.


"Jefri kenalkan ini Dela, dia yang akan jadi sekertaris kamu mulai sekarang" Ucap Angga.


"Selamat siang pak Jefri. Senang bekerja dengan anda" Ucap Dela.


Jefri hanya mengangguk pelan. Dela tersenyum melihat Jefri yang bersikap dingin. Dia semakin penasaran dengan Jefri.


"Gila, pak Jefri tampan sekali. Aku sangat beruntung menjadi sekertaris nya." Guman Dila dalam hati dengan mencuri pandang ke arah Jefri.


"Ya sudah, papah mau kembali ke kantor papah dulu. Jika ada apa apa kamu telfon saja papah" Ucap Angga.


"Aku akan merekrut asisten untuk membantu ku kedepan nya" Ucap Jefri.


"Terserah kamu. Perusahaan ini sudah menjadi tanggung jawab kamu mulai sekarang" Ucap Angga.


Lagi lagi Jefri hanya mengangguk. Dia membalikkan kursi kerja nya menatap keluar kaca super besar yang ada di ruangan nya.


Tak lama setelah kepergian Angga, Dila masih berada di ruangan Jefri. Namun Jefri sama sekali tidak peduli dengan nya.


"Kamu keluar saja dulu" Ucap Jefri.


"Baik pak, saya permisi" Pamit Dila. Dila keluar dari ruangan Jefri. Dia mejutup pelan pintu ruangan Jefri dan kembali duduk di meja nya yang berada di sampung depan ruangan Jefri.


Jefri mengambil ponsel nya. Dia mulai menghubungi Niko.


"Ok. Aku berangkat sekarang" Jawab Niko.


Jefri mematikan ponsel nya. Dia kembali menatap langit yang cerah karena musim panas.


"Apa kamu saat ini sedang melihat langit yang sama seperti aku saat ini Naila." Ucap Jefri.


"Kenapa aku belum juga menemukan kamu sayang. Kamu ada di mana Naila?" Ucap Jefri sedih.


"Aku merindukan kamu Naila, sangat merindukan kamu sayang ku" Ucap Jefri menitihkan air mata nya.


Ke esokan hari nya.


Niko saat ini sudah resmi menjadi asisten Jefri. Dia tau semua masalah Jefri sampai harus di kirim keluar kota.


Seperti saat ini, Niko sedang duduk di sofa bersama Jefri untuk membahas proyek yang sedang mereka kerjakan.


"Apartemen ini sudah di bangun sejak 3 bulan lalu. Dana yang keluar juga sudah cukup banyak. Tapi aku rasa ada yang aneh dengan laporan ini" Ucap Niko.


"Aku tau jika laporan itu bermasalah, aku pikir itu menyelewengan dana. Prioritas kita saat ini temukan sumber masalahnya dulu" Ucap Jefri.


"Mereka pasti akan terlihat baikdi depan kamu Jef, karena kamu direktur baru mereka" Ucap Niko.

__ADS_1


"Lalu apa yang harus aku lakukan?" Tanya Jefri.


Belum juga Niko menjawab, Dila masuk ke dalam ruangan Jefri tanpa mengetuk pintu dulu.


"Permisi pak" Sapa Dila.


Wajah Jefri berubah dingin danmarah ketika Dila masuk. Padahal Dila sempat melihat wajah Jefri yang tenang saat hanya berdua dengan Niko tadi.


"Apa ini cara kamu masuk ke ruangan bos mu?" Ucap Jefri marah.


"Maaf pak saya kira tidak apa apa jika saya langsung masuk" Ucap Dila.


"Keluar. Ulangi lagi" Ucap Jefri tegas.


"Baik pak" Jawab Dila tertunduk. Dila sangat marah dengan perlakuan Jefri yang memalukan nya. Dila keluardari rungan Jefri lalu mengetuk pintu ruangan Jefri.


Tok tok tok


"Permisi pak " Ucap Dila.


"Ya masuk" Ucap Jefri dingin.


Dila masuk ke dalam ruangan Jefri lalu berdiri di sebelah Jefri.


"Ini berkas yang anda minta pak" Ucap Dila menaruh berkas yang ia bawa di atas meja.


"Kamu boleh keluar " Ucap Jefri.


"Iy... iya pak" Jawab Dila. Dila melihat ke arah Niko yang saat ini sudah menjadi asisiten Jefri.


Niko tersenyum pada Dila ketika Dila menatap nya. Dila sesikit menundukkan kepala nya lalu keluar dari ruangan Jefri.


Di luar ruangan, Dila memegangi dada nya yang berdetak sangat kencang ketika teringat senyuman Niko padanya tadi.


"Jangan gentar Dila, kamu harus tetap fokus merebut hati Jefri. Dia sudah tentu bisa menjamin masa depan kamu" Guman Dila pada diri nya sendiri.


Tiga tahun pun berlalu dengan cepat.


Naila sudah lulus dari universitas nya dengan predikat nilai tertinggi.


Yuri yang datang menjemput Naila di halaman kampus dengan pakaian sexynya. Dia bersandar pada mobil sport nya.


"Yuri" Teriak Naila yang berlari menghampiri Yuri dengan wajah yang bahagia.


# Selamat membaca ya kak


# Terima kasih banyak

__ADS_1


🙏🙏🙏😊😊😊


__ADS_2