One Night With My Teacher

One Night With My Teacher
Eps 22


__ADS_3

"Saya bukan hanya ingin membawa Naila keluar dari rumah itu Aca. Tapi karena sebuah kecelakaan yang mengharuskan saya menikahi Naila" Jelas Jefri.


"Lalu kenapa baru sekarang? Mau sampai kapan kalian akan menyembunyikan ini dari ku?" Tanya Aca menatap ke arah Naila.


"Aku takut jika kamu malu berteman dengan ku Ca. Karena aku menikah dengan guru ku sendiri" Ucap Naila tertunduk.


"Apa sih yang ada di pikiran kamu Nai? Apa kamu kira aku akan setega itu dengan kamu?" Ucap Aca marah.


"Nai, aku sudah anggap kamu seperti saudara ku sendiri. Aku tidak mungkin melakukan itu ke kamu. Apapun yang terjadi, aku akan selalu di samping kamu. Aku akan selalu bersama kamu Nai" Ucap Aca marah.


Naila terharu dengan ucapan Aca. Dia merasa menyesal karena selama ini meragukan kasih sayang Aca pada diri nya.


Naila menangis mendengar ucapan Aca. Aca meraih tubuh Naila dan menangis juga bersamaan.


"Kamu bodoh sekali sih Nai. Aku itu kurang sayang apa sih sama kamu. Apa aku kurang memperlihatkan sayang ku ke kamu?" Ucap Aca menangis


"Enggak kok Ca. Aku yang salah Ca. Aku yang terlalu takut menghadapinya. Aku takit jika kamu kecewa sama aku Ca" Ucap Naila menangis.


"Aku nggak akan kecewa sama kamu Nai. Aku sayang sama kamu Nai" Ucap Aca.


"Iya Ca. Aku juga sayang sama kamu" Ucap Naila.


Cukup lama mereka saling berpelukan dan menangis bersama sama. Jefri hanya diam menatap mereka. Jujur saja ingin sekali Jefri memisahkan mereka. Dia cemburu pada Naila dan Aca yang bisa sedekat itu. Bahkan sampai menyatakan perasaan mereka.


"Cepatlah hentikan tangisan kalian." Guman Jefri dalam hati.


"Aca sepat lepaskan istri ku dari pelukan mu" Guman Jefri dalam hati lagi. Jefri sampai meremas jemari nya karena untuk menahan amarah nya.


"Ok cukup" Ucap Jefri.


Seketika Naila dan Aca menghentikan tangisan mereka. Mereka menatap aneh ke Jefri.


"Aca lepaskan istri ku. Dia milik ku dan akan tetap menjadi milik ku" Ucap Jefri tegas.


"Jangan begitu dong pak. Bapak kan sudah setiap hari sama Naila. Sekarang gantian saya dong yang sama Naila" Ucap Aca.


"Enggak. Dia memang milik ku dan aku tidak rela berbagi dengan siapapun termasuk kamu" Ucap Jefri menarik tangan Naila lalu membawa Naila ke pangkuan nya. Jefri memeluk erat tubuh Naila seperti anak kecil yang tidak ingin mainan nya di pinjam anak lain.


"By lepaskan aku. Aku susah bergerak" Pinta Naila.

__ADS_1


"Iya tapi kamu nggak boleh jauh dari aku" Ucap Jefri manja.


"Ih pak Jefri nggak malu bersikap manja gitu ke murid nya dan di depan murid lain" Celetuk Aca.


Jefri manatap tajam ke arah Aca. Aca membuang muka ke arah lain untuk menghindari tatapan Jefri.


"Jika tidak ada perlu lain, kamu boleh kok pulang" Ucap Jefri.


"Yah kok gitu sih pak. Saya sekarang ini masih sedih lho pak dengan kebohongan kalian. Harus nya bapak bujuk saya dong bukan nya malah mengusir saya" Ucap Aca.


"Tapi kamu di sini mengganggu. Apakamu mau jadi obat nyamuk untuk kami?" Ucap Jefri.


"Ya enggak lah" Ucap Aca.


Cukup lama mereka saling berdebat. Naila hanya diam mendengarkan setiap celetukam dari Aca maupun Jefri.


Tapi entah sejak kapan mereka sudah pindah ke ruang tengah. Aca walaupun wanita dia paling suka main game. Sudah banyak game yang ia main kan. Lewat ponsel ataupun PS.


Saat ini bukan nya Aca yang menjadi obat nyamuk tapi Naila yang jadi obat nyamuk. Karena saat ini Aca dan Jefri sedang asik main game di ruang tengah.


Aca dan Jefri terlihat asik dengan stik yang mereka pegang masing masing. Naila yang kebosanan memilih mengambil buku nya lalu mulai mempelajari soal soal latihan untuk ujian akhir nya.


Aca dan Jefri sudah mulai lelah bermain fidio game nya. Mereka memutuskan untuk mengakhiri permainan mereka.


"Saya tidak menyangka kalau bapak sehebat itu main game nya" Ucap Aca.


"Kamu juga, walaupun kamu perempuan tapi kamu hebat" Ucap Jefri.


"Oh kalau saya memang sudah pro pak. Saya mencari uang juga dari game" Ucap Aca.


"Berarti kamu sedikit banyak tau dong tentang komputer" Ucap Jefri.


"Jelas dong pak" Jawab Aca.


"Bagaimana kalau setelah lulus kamu kuliah di bagian IT. Perusahaan saya akan membiayayai seluruh kebutuhan kamu. Tapi setelah lulus kamu bekerja di perusahaan saya" Ucap Jefri yang melihat nilai lebih dari Aca.


"Beneran pak? Bapak nggak bohong kan?" Tanya Aca kegirangan.


"Apa yang saya ucapkan tidak akan saya ingkari" Ucap Jefri.

__ADS_1


"Ok pak. Saya akan belajar lebih giat lagi. Saya akan buktikan kalau saya akan jadi jenius IT terhebat. Agar bapak tidak kecewa dengan saya" Ucap Aca serius.


"Bagus. Saya yakin kamu pasti bisa membawa nama baik perusahaan saya" Ucap Jefri puas.


Setelah berbincang bincang Jefri baru teringat dengan Naila. Dia segera bangkit dari duduk nya dan tersenyum ketika melihat Naila yang ketiduran dengan buku yang masih ia pegang.


"Pak saya permisi pulang dulu. Pasti saya di cariin sama saudara saya" Pamit Aca.


"Iya, ingat janji kamu ke saya. Tingkat kan nilai akademik kamu. Kamu harus bisa masuk ke universiatas yang bagus" Ucap Jefri.


"Siap laksanakan paJawab Aca.


"Saya permisi pak" Pamit Aca lagi. Jefri hanya menagngguk lalu menghampiri Naila.


Aca keluar dari rumah Jefri dengan bahagia. Dia akhir nya tidak perlu memikirkan biaya untuk mencapai cita cita nya kuliah di bidang IT.


"Eh tunggu. Memang nya pak Jefri punya perusahaan? Tapi perusahaan apa yang berjalan di bidang IT?" Guman Aca bingung.


"Ah sudah lah yang penting cari tempat kuliah yang paling bagus. Sekarang waktu nya pulang dan belajar" Ucap Aca kegirangan.


Sedangkan Jefri duduk di lantai menatap Anila yang tertidur pulas. Jefri mengusap anak rambut yang menutupi wajah Naila.


"Aku beruntung sekali bisa menikahi kamu Naila. Sungguh keberuntungan hang besar" Guman Jefri dalam hati.


Jefri terus menatap Naila. Hingga Naila yang mulai menggerak gerakan mata nya. Naila membuka mata nya dan melihat Jefri yang berada tepat di depan wajah nya.


"Kamu ngapain di situ" Ucap Naila tersenyum. Nail bangkit lalu duduk dan menaruh buku nya di meja.


"Aca sudah pulang?" Tanya Naila yang tidak melihat batang hidung sahabat nya itu.


"Sudah tadi" Jawab Jefri yang masih melihat Naila.


"Jangan menatap ku terus, aku malu" Ucap Naila menutupi wajah Jefri menggunakan tangan nya.


# Selamat membaca ya kak


# Terima kasih banyak


🙏🙏🙏😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2