
"Tidak pak. Saya lebih suka menggambar dari pada harus mengekor di belakang bapak" Jawab Naila tersenyum.
"Baik lah terserah kamu" Sahut Teo.
Di sisi lain Aca yang sudah sampai di apartemennya masih merasa sedih dengan sikap Reza. Dia ingin sekali menghubungi Reza, namun dia takut jika Reza malah akan membencinya.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang?" Guman Aca kebingungan di apartemennya.
"Hah sudah lah, lebih baik aku keluar cari angin dari pada begini terus bisa gila aku" Ucap Aca.
Aca mengambil tas dan kunci mobilnya. Dia membuka pintu apartemennya dan betapa terkejutnya Aca ketika melihat Reza yang berdiri di depan pintu apartemennya.
"Reza, sedang apa kamu di sini?" Tanya Aca kebingungan.
Tanpa bicara sepatah kata pun Reza meraih tubuh Aca lalu memeluknya erat.
"Za, kamu kenapa?" Tanya Aca khawatir dan kebingungan.
"Ijinkan aku memeluk mu sebentar saja Ca" Ucap Reza. Mendengar ucapan Reza, Aca diam saja menerima pelukan dari Reza. Dia tidak tau apa yang harus dia lakukan sekarang ini.
Setelah Reza memeluknya, Aca mempersilahkan Reza untuk masuk ke dalam apartemennya. Reza duduk di sofa sedangkan Aca mengambilkan minuman kaleng di kulkasnya.
"Minum dulu Za" Ucap Aca memberikan minuman kaleng pada Reza.
"Makasih Ca" Ucap Reza. Aca mengangguk pelan.
Reza membuka penutup kaleng minumannya lalu meminum seteguk. Dia menatap Aca yang sedang memainkan ponselnya.
"Ca, apa kamu mau memulai hubungan denganku?" Tanya Reza.
Mendengar ucapan Reza hati Aca serasa berbunga bunga. Dia tersenyum malu mendengar ucapan Reza. Namun saat dia teringat akan perasaan Reza pada Naila, senyuman di wajah Aca menghilang.
"Aku memang menyukai kamu Za. Tapi aku tidak ingin menjadi pelarian kamu. Aku juga punya hati Za. Aku pun sakit mengetahui kamu masih menyukai wanita lain sedangkan kamu berhubungan dengan ku" Ucap Aca tegas.
"Bukan begitu maksud ku Ca" Ucap Reza.
"Za, aku masih bisa kok jika harus menunggu. Kamu tidak usah memaksakan diri kamu. Selesaikan kebimbangan kamu dulu Za. Jangan mengajak ku menjalin hubungan jika hati kamu masih tertulis nama orang lain" Ucap Aca tegas.
"Maaf kan aku Ca" Ucap Reza tertunduk.
"Santai saja Za. Perlahan aku akan membuat kamujatuh cinta pada ku. Jangan paksakan hati kamu hanya karena tidak enak hati dengan ku" Ucap Aca tersenyum.
__ADS_1
"Terima kasih ya Ca" Ucap Reza tersenyum juga.
"Mau jalan?" Tanya Aca.
"Boleh" Jawab Reza.
Aca bangkit dari duduknya. Dia meraih tangan Reza lalu mengajaknya keluar dari apartemennya.
Reza dan Aca memilih berjalan jalan santai menyusuri jalan pertokoan. Aca terlihat begitu bahagia karena perasaannya kini lebih lega. Dia juga bisa sesuka hati mengapresiasikan perasaannya pada Reza.
"Antar aku ke toko buku sebentar ya" Ucap Aca bergelayut manja ke lengan kekar Reza.
"Iya" Jawab Reza. Reza pun merasa senang karena Aca masih seperti biasanya. Aca yang selalu ceria dan mampu mengahangatkan suasana.
Mereka berdua masuk ke dalam toko buku. Aca melepas gandengannya dari Reza dan mulai berkeliling sendiri mencari buku yang ia inginkan.
"Anak jenius memang beda ya kalau masuk ke toko buku" Ucap Reza tersenyum.
Reza baru saja mau mengikuti Aca namun bahunya di tepuk seseorang dari belakang.
"Mau ke mana?" Tanya seorang pria yang menepuk bahunya. Reza berbalik dan dia melihat Jefri yang berpakaian santai.
"Mau cari reverensi. Kamu sendiri mau cari buku apa?" Tanya Jefri.
"Saya lagi nggak cari buku" Jawab Reza.
"Lalu kamu ke sini untuk apa? Cari wi-fi gratis?" Goda Jefri.
"Enggak lah pak. Memangnya saya anak kecil. Walaupun belum wisuda, saya termasuk orang dewasa pak" Ucap Reza membela diri.
"Belum lulus kok bangga" Ucap Jefri berjalan meninggalkan Reza. Reza yang mendengar ucapan Jefri merasa harga dirinya di jatuhkan. Dia segera menghampiri Jefri untuk mengembalikan martabatnya.
"Pak, asal bapak tau. Saya memang belum lulus tapi masa depan saya cemerlang pak" Ucap Reza membela diri.
"Pak Jefri. Sedang apa di sini?" Tanya Aca
Jefri terkejut melihat Aca. Dia segara menatap Reza. Dia tau jika Reza ke toko buku pasti untuk menemani Aca.
"Kenapa bapak melihat ku seperti itu?" Tanya Reza.
"Za, saya heran sama kamu. Kamu dulu bukannya ketua osis di sekolah. Tapi kenapa sejak kuliah prestasi kamu jatuh sangat pesat. Apa karena kamu kebanyakan berhayal tentang wanita atau kamu sudah mulai malas?" Tanya Jefri.
__ADS_1
"Apa?" Ucap Reza terkejut mendengar ucapan Jefri.
"Ca kamu jangan mau pacaran dengan pria yang tidak bisa kompeten" Ucap Jefri menepuk bahu Aca lalu pergi meninggalkan Reza dan Aca.
"Apa maksud bapak?" Teriak Reza yang semakin emosi dengan ucapan Jefri.
Aca yang mendapat nasehat dari Jefri malah tertawa melihat harga diri Reza lagi lagi di jatuhkan oleh Jefri.
"Kamu kok malah ketawa sih Ca. Kamu harusnya belain aku dong" Ucap Reza.
"Hahaha, sudah ah. Ayo bayar" Ucap Aca menarik tangan Reza ke arah kasir toko.
"Lagian kenapa sih dari banyak sekali toko buku, kenapa harus keremu pak Jefri di toko ini" Ucap Reza menggerutu.
"Sudah lah Za. Ucapan pak Jefri ada benarnya juga lho. Itu harusnya membuat kamu lebih semangat lagi dan membuktikan ke pak Jefri kalau ucapan pak Jefri tadi salah" Ucap Aca.
"Ok. Aku akan buktikan ke pak Jefri kalau aku tidak seperti yang dia bilang" Ucap Reza penuh semangat. Aca tersenyum melihat semangat Reza.
"Ya sudah, ayo aku akan mentraktir gelato untuk merayakan kembalinya semangat kamu itu" Ucap Aca.
"Tidak. Aku ingin ke suatu tempat sekarang" Ucap Reza menggandeng Aca keliar dari toko buku setelah Aca membayar buku yang ia pilih.
Mereka kembali lebih dulu ke apartemen Aca untuk mengambil mobil Reza. Setelah sampai di apartemen, Reza mengambil mobilnya di parkiran sedangkan Aca menunggu di depan gedung apartemen dengan membaca bukunya.
"Ayo Ca masuk" Ucap Reza ketika dia sudah menghampiri Aca dengan mobil kesayangannya.
"Kita mau ke mana?" Tanya Aca yang sudah masuk mobil dan sedang memakai sabuk pengamannya.
"Kamu akan tau nanti" Ucap Reza mulai melajukan mobilnya.
Dalam perjalanan, Aca asik dengan buku yang ia beli sedangkan Reza senyum senyum kecil mencuri pandang pada Aca.
"Si cuek dan tomboy ini suka sama aku. Apa yang dia lihat dariku hingga dia bisa menyatakan perasaannya padaku seperti itu?" Guman Reza dalam hati.
# Salam sayang untuk para pembaca🥰🥰🥰🥰
# Selamat membaca ya kak
# Terima kasih banyak
🙏🙏🙏😊😊😊
__ADS_1