
"Kita antar dulu ke rumah papiku" Jawab Maya.
"Kamu tunggu di sini dulu. Aku ingin mengambil tas ku" Ucap Maya berlari ke arah kamarnya.
Ada perasaan sakit hati pada diri Ivan. Dia merasa cinta Maya padanya sudah menghilang tergantikan oleh cinta Surya.
"Apa kamu sudah mencintainya Maya? Kamu terlihat jelas sangat ingin bertemu dengan dia" Guman Ivan dalam hati.
Di rumah sakit.
Maya dan Ivan sudah sampai di rumah sakit setelah mereka menitipkan Raka ke rumah orang tua Maya. Awalnya Naila menolak namun dengan Maya bicara berdua dengan Naila. Naila akhirnya pun luluh.
Namun saat sampai di rumah sakit, Maya bingung.
"Kenapa kita ke sini?" Tanya Maya.
"Surya sakit Maya, dia di rawat di sini" Jelas Ivan. Maya terkejut dengan ucapan Ivan. Dia segera turun dari mobil Ivan lalu masuk ke dalam rumah sakit.
Maya yang bingung harus kemana berlari ke arah resepsionis rumah sakit.
"Aku tau tempatnya, ayo ikut aku" Ucap Ivan yang menarik tangan Maya. Ivan menggenggam tangan Maya untuk menuju ke tempat Surya di rawat. Ivan merasakan tangan Maya yang gemetaran dan berkeringat dingin. Ivan menoleh ke Maya, dia melihat kepanikan di raut wajah Maya.
"Nala" Panggil Maya ketika melihat Nala dan Bimo yang duduk di kursi tunggu.
Nala bangkit dari duduknya ketika melihat Maya yang datang bersama Ivan. Dia semakin marah ketika mihat Maya dan Ivan yang bergandengan tangan.
Plack
Nala menampar pipi Maya. Ivan langsung memasang badan untuk melindungi Maya.
"Nala, apa yang kamu lakukan?" Ucap Bimo terkejut.
"Diam kamu Bimo" Ucap Nala marah.
"Dan kamu Maya, sedang apa kamu di sini? Apa kamu ingin memperlihatkan kemesraan kamu di hadapan Surya yang sedang sekarat? Apa kamu ingin melihat dia mati dengan perasaan sakit hati" Ucap Nala marah.
"Nala, tolong dengarkan penjelasanku dulu" Pinta Maya memohon.
"Mau menjelaskan apa lagi kamu? Semuanya sudah jelas dari sikap kalian" Ucap Nala.
__ADS_1
"Hentikan Nala, ini semua salahku. Aku yang sudah menyekap Maya, aku juga yang tidak memberitahukan keadaan adik kamu ke Maya. Maafkan aku karena aku egois" Ucap Ivan tertunduk.
Nala menangis mendengar penjelasan Ivan. Dia memang sedang kalut saat ini karena Dokter sudah tidak mampu lagi untuk mempertahankan Surya. Nala bimbang untuk melepaskan Surya atau tetap memasang alat alat itu untuk mempertahankan Surya.
"Dia sekarat Maya" Ucap Nala menangis. Maya menghampiri Nala lalu memeluk erat tubuh Nala.
"Maafkan aku yang tidak ada di samping kalian. Maafkan aku Nala" Ucap Maya menangis.
Bimo menghampiri Ivan, dia menepuk bahu Ivan.
"Kamu hebat Van. Kamu mampu mementingkan perasaan orang lain. Walaupun aku tau itu pasti sangat menyakitkan buat kamu." Ucap Bimo.
"Aku hanya ingin memperbaiki semuanya Bim. Aku tidak ingin membuat kesalahan yang sama hingga aku harus kehilangan orang orang yang aku sayangi" Ucap Ivan.
"Bersabarlah" Ucap Bimo lagi. Ivan mengangguk pelan. Dia tetap fokus melihat kedua sahabat yang saling menguatkan satu sama lain.
Setelah Nala lebih tenang, Maya meminta ijin pada Dokter untuk menjenguk Surya di ruangannya. Maya memakai pakaian khusus untuk ia masuk ke dalam ruang perawatan Surya.
Air matanya tidak mampu ia bendung lagi ketika melihat Surya yang terbaring di ranjang rumah sakit dengan banyak bantuan alat yang menempel pada tubuhnya.
"Surya, aku kembali" Ucap Maya menggenggam tangan Surya dan masih menangis.
Nala melihat Maya yang berbicara dengan Surya dari luar ruangan. Dia pun tidak mampu menahan air matanya lagi. Kesedihan yang luar biasa ia rasakan karena takut kehilangan adik yang selama ini menemani dirinya.
Bimo meraih tubuh Nala lalu memeluknya. Nala mencengkram baju Bimo dengan menangis dalam pelukan Bimo.
"Yang sabar sayang, yakin lah bila Surya pasti akan sembuh dan berkumpul kembali pada kita" Ucap Bimo lembut.
Ivan juga tidak tega melihat Maya sedih. Dia pun masuk ke dalam ruang perawatan Surya. Ivan juga memakai pakaian khusus untuk masuk ke dalam.
"Maya" Ucap Ivan lembut.
"Dia pasti sangat sakit kan Van? Dia pasti akan kembali kan Van? Dia bisa sehat lagi bukan?" Ucap Maya menangis. Ivan tidak tau harus menjawab apa dari pertanyaan Maya. Dia tidak ingin membuat Maya kecewa namun dengan kondisi Surya saat ini sangat kecil kemungkinan bagi Surya untuk bertahan.
Ivan lebih mendekat ke arah Surya.
"Surya, ini aku Ivan. Aku ingin minta maaf pada kamu karena telah menyekap Maya. Aku tanpa sengaja juga menyakiti kamu hingga kamu shok dan mengalami serangan jantung. Maafkan aku Surya" Ucap Ivan menyesal.
"Bangun lah Surya, Maya sudah ada di sini untuk menemani kamu. Kasihan dia sudah menangis sejak tadi. Apa kamu tidak kasihan melihatnya menangis?" Ucap Ivan.
__ADS_1
Maya yang masih menggenggam tangan Surya merasakan pergerakan dari jemari Surya.
"Kamu mendengar suara ku kan Surya. Bangun lah Surya" Ucap Maya mendekatkan dirinya lagi ke Surya.
Maya dan Ivan melihat air mata yang keluar dari mata Surya. Maya mengusap lembut air mata Surya dengan tangnya.
Perlahan Surya membuka matanya. Dia sedikit tersenyum ketika melihat Maya yang berada di sampingnya.
"Kamu kembali" Ucap Surya lemah.
"Iya, aku kembali untuk kamu" Jawab Maya tersenyum. Maya menghapus air matanya agar Surya tidak sedih melihatnya menangis.
Nala melihat Surya yang sudah membuka matanya. Dia melihat juga Maya yang berbicara dengan Surya.
"Surya sadar" Ucap Nala.
"Iya sayang, kamu bisa tenang sekarang" Ucap Bimo.
"Iya Bim" Jawab Nala tersenyum.
Surya menoleh ke arah Ivan. Ivan tersenyum pada Surya.
"Terima kasih sudah membawa Maya ke sini" Ucap Surya.
"Iya, kamu harus sembuh agar dia tidak menangis terus" Ucap Ivan. Namun Surya hanya tersenyum.
"Aku tidak bisa lagi menjaganya. Tolong jaga dia untuk ku" Ucap Surya.
"Surya, apa yang kamu bicarakan. Kamu bilang ingin bersama ku. Tapi kenapa kamu bicara seperti itu sekarang" Ucap Maya menangis.
"Jangan menangis, maaf karena aku tidak bisa menepati janjiku" Ucap Surya. Surya melihat ke belakang Maya. Dia melihat Nala yang berada di luar ruangannya.
"Bilang ke kak Nala, kalau aku sangat sayang dengan dia. Aku akan selalu hidup di dalam hatinya" Ucap Surya.
"Kamu tidak boleh bicara seperti itu Surya" Ucap Maya menangis dan menggelengkan kepalanya.
# Selamat membaca ya kak
# Terima kasih banyak
__ADS_1
😊😊😊🙏🙏🙏