
"Enggak lah. Jefri meminta ku untuk bekerja dengan dia. Aku menerima tawaran itu. Bahkan aku sampai kuliah di luar negri dengan biaya dari perusahaan nya" Jelas Aca.
"Kuliah apa? Programming? Kamu kan paling suka dengan komputer" Ucap Naila.
"Itu juga termasuk sih. Tapi aku belajar untuk pererasan komputer. Aku juga belajar tentang pengamanan komputer sebuah perusahaaan" Ucap Aca.
"Wah hebat" Ucap Naila bertepuk tangan.
"Malam ini aku ingin menginap di sini, ayo kita minum sampai pagi" Ucap Aca.
"Memang nya kamu tidak kerja besuk?" Tanya Naila.
"Gampang lah" Sahut Aca.
"Ya sudah tunggu di sini. Aku ambil minuman kaleng dulu" Ucap Naila.
"Ok" Jawab Aca santai.
Tak lama Naila kembali ke ruang tamu dengan membawa banyak sekali minuman kaleng dan juga beberapa camilan.
"Kamu belum jawab aku tadi. Kenapa penampilan kamu berubah?" Tanya Naila lagi.
"Entah lah, aku merasa lebih nyaman seperti ini" Jawab Aca.
"Kamu sendiri kenapa memotong rambut mu?" Tanya Aca balik.
"Untuk menghilangkan setres" Jawab Naila.
"Lalu dulu kamu ke mana? Kenapa kamu menghilang begitu saja" Ucap Aca.
Naila menceritakan semua kejadian yang telah ia alami dulu. Dia juga menceritakan tentang ucapan Jefri dulu yang mampu membuat hati hancur dan pergi dari kehidupan Jefri.
"Aku tidak tau soal itu. Maaf aku tidak ada di samping kamu saat itu" Ucap Aca.
"Sudah lah, semua nya sudah berlalu" Ucap Naila.
"Tapi Nai, bisa saja yang kamu dengar itu semua salah paham. Soal nya sampai aku kembali ke perusahaan, pak Jefri masih mencari kamu. Aku juga yakin jika selama ini pak Jefri tidak berhubungan dengan wanita lain" Ucap Aca.
"Awal nya aku berharap jika apa yang aku dengar itu salah paham Ca. Tapi aku benar benar jelas mendengar ucapan itu keluardari mulut kak Jefri. Di bilang kalau seharus nya wanita itu yang menjadi istri nya sekarang" Ucap Naila sedih.
"Kamu tenang saja, aku aka cari tau semua nya untuk kamu. Kamu hidup lah dengan bahagia sekarang" Uca Aca.
"Iya Ca. Aku akan hidup bahagia dengan uang yang melimpah ruah" Ucap Naila tersenyum.
__ADS_1
Aca tersenyum mendengar ucapan Naila. Naila yang dingin sudah tidak ada sekarang. Naila yang sekarang, adalah Naila yang ceria dan tegar.
"Aku akan mencari kebenaran nya Naila. Aku tidak akan membiarkan kamu hidup dalam penyesalan nanti nya" Guman Aca dalam hati.
Ke esokan hari nya.
Aca masih tidur di aparteman Naila, namun Naila yang harus bekerja terpaksa meninggalkan Aca sendirian.
Naila sudah siap dengan pakaian kerja nya dengan membawa pekerjaan nya yang ia bawa pulang kemarin. Naila keluar dari gedung apartemen nya dan melihat Yuri yang sudah rapi berdiri di samping mobil nya tepat di depan pintu gedung.
"Ngapain di sini?" Tanya Naila.
"Nunggu kamu lah" Jawab Yuri
"Ayo naik" Pinta Yuri. Naila masuk ke dalam mobil Yuri.
"Kenapa nggak ke apartemen saja?" Tanya Naila lagi.
"Tadi malam aku melihat mu dengan teman mu, aku cuma tidak ingin mengganggu kalian saja" Jawab Yuri.
"Oh, dia teman sekolah ku dulu. Nama nya Aca" Ucap Naila tersenyum mengingat tingkah Aca.
"Aku tau" Jawab Yuri.
Tak lama mereka telah sampai di perusahaan. Saat mereka turun dari mobil, mereka melihat Jefri yang bersandar pada mobil menunggu kedatangan mereka.
"Mau apa lagi dia?" Ucap Yuri marah.
Yuri ingin menghampiri Jefri namun tangan nya di cekal oleh Naila.
"Nggak papa, biar aku bicara dengan dia" Ucap Naila.
"Terserah kamu" Ucap Yuri menghempaskan tangan Naila lalu berjalan meninggalkan Naila begitu saja.
Naila merasa tidak enak dengan Yuri, namun dia tidak bisa mendiamkan Jefri saja.
"Ada apa?" Tanya Naila dingin.
"Malam ini aku akan jemput kamu, mamah dan papah ingin bertemu dengan kaJawab Jefri.
"Maaf tapi aku tidak bisa" Jawab Naila singkat lalu berjalan meninggalkan Jefri.
Jefri menghelan nafasnya, dia tau jika Naila masih sulit untuk memaafkan diri nya. Tapi dia juga senang karena Naila mau menemui nya.
__ADS_1
"Aku akan menunggu kamu sayang" Ucap Jefri lembut. Jefri masuk ke dalam mobil nya lalu pergi meninggalkan area perusahaan milik Yuri.
Naila yang berada di dalam lift merasa heran dengan sikap Yuri barusan. Sejak tadi Yuri bersikap dingin pada nya, bahkan Yuri tadi menepis tangan nya. Naila keluar dari lift lalu masuk ke dalam ruangan nya. Dia menaruh barang barang nya lalu keluar lagi untuk ke ruangan Yuri.
"Yuri aku masuk ya" Ucap Naila masuk begitu saja ke dalam ruangan Yuri.
Yuri menoleh ke arah Naila. Yuri yang sedang di depan jendela kaca dengan minuman anggur di tangan nya, terkejut dengan kedatangan Naila.
Naila berjalan ke arah Yuri lalu merebut gelas milik Yuri. Dia meminum anggur milik Yuri dengan sekali teguk.
"Kamu gila ya" Teriak Yuri marah lalu menepis gelas yang ada di tangan Naila hingga jatuh berantakan.
"Kenapa? Kamu kan yang bilang sendiri kalau kamu akan minum jika bersama ku. Ya sudah ayo lakukan sekarang" Ucap Naila.
"Jangan melampaui batasan kamu Naila. Aku di sini sebagai bos kamu" Ucap Yuri tegas.
"Tapi dari tempat ku melihat sekarang, hanya ada seseorang yang kesepian dengan pandangan mata sendu. Dia lah sahabat ku, teman ku yang berharga" Ucap Naila lirih.
Yuri menarik tangan Naila lalu memeluk Naila erat.
"Maafkan aku Naila" Ucap Yuri lembut.
"Kamu tidak salah Yuri. Aku yang salah karena aku terlalu cuek dengan kamu" Ucap Naila.
"Aku akan melepaskan kamu jika kamu benar benar ingin kembali dengan Jefri. Aku ingin melihat kamu bahagia Naila" Ucap Yuri.
"Aku akan tetap bekerja di sini. Aku tidak tau apa yang terjadi kedepan nya. Namun untuk saat ini aku akan di sini" Ucap Naila.
"Baik lah" Jawab Yuri setelah melepaskan pelukan nya dari Naila. Naila pun tersenyum karena Yuri sudah lebih tenang.
Siang hari nya.
Naila keluar dari gedung perusahaan Yuri. Dia yang berjalan sambil memainkan ponsel, dia tidak melihat kedatangan Jefri yang sudah menunggu nya.
Naila melewati Jefri begitu saja, karena dia terfokus dengan ponsel yang ada di tangan nya.
Jefri yang merasa jengkel mengikuti Naila lalu merebut ponsel dari tangan Naila.
"Lihat apa sih kok sibuk sekali" Ucap Jefri yang berdiri di belakang tubuh Naila.
# Selamat membaca ya kak
# Terima kasih banyak
__ADS_1
😊😊😊🙏🙏🙏