One Night With My Teacher

One Night With My Teacher
Eps 55


__ADS_3

"Hahahaha, aduh aduh perut mamah kram" Ucap mamah Sinta kesakitan.


"Jefri tapi tadi Naila bilang ke mamah, dia ingin melihat kamu masak bukan mencicipi masakan kamu" Ucap mamah Sinta.


"Hahahaha kasihan sekali kamu Jef. Anak mu saja masih di dalam kandungan tapi kamu sudah di kerjai sama anak mu" Imbuh Sinta bangkit dari duduknya meninggalkan Jefri yang masih mencerna ucapannya.


"Jadi intinya Naila hanya ingin melihat aku masak" Ucap Jefri yang sudah mulai sadar. Jefri terduduk di kursi meja makandengan manatap spaghetti yang terlihat begitu menggiurkan di depannya.


"Ah bodo amat lah aku makan saja" Ucap Jefri yang mulai melahap makanan di depannya.


Beberapa hari berlalu.


Hari ini adalah hari kelulusan Reza. Aca mendatangi Naila di rumah Jefri untuk meminta bantuan Naila.


"Ada apa sih Ca?" Tanya Naila.


Bukannya menjawab, Aca malah melihat Jefri dengan tatapan aneh.


"Pak Jef kesurupan apa sih Nai? Kok makannya banyak banget?" Tanya Aca yang berbisik pada Naila.


Naila tersenyum mendengar pertanyaan Aca.


"Nyidam" Jawab Naila tersenyum.


"Nyidam? Bukannya biasanya ibu hamil ya yang nyidam. Tapi ini kok malah suaminya yang nyidam sih?" Tanya Aca heran.


"Nggak tau juga. Tapi mamah bilang memang ada yang nyidam suaminya. Saat pagihari juga kak Jef yang mual mual. Aku malah biasa saja" Jelas Naila.


"Ada yang begitu" Ucap Aca heran.


"Sudah ah fokus ke permasalahan kamu. Ada apa kamu ke sini? Tadi di telfon kamu bilang mau minta tolong ke aku. Minta tolong apa?" Tanya Naila.


"Hari ini Reza wisuda. Aku ingin datang ke sana tapi aku tidak ingin membuatnga malu karena penampilanku sekarang ini" Ucap Aca malu.


"Makanya jadi cewek itu pakai bedak bukannya malah bawa kunci pas ke mana mana" Celetuk Jefri.


Plack


Paha Jefri terkena pukulan dari Naila yang marah dengan ucapan Jefri.


"Aduh sayang sakit" Ucap Jefri mengusap pahanya yang terasa panas.


"Jaga ucapan kamu By. Kamu harusnya mendukung Aca bukannya malah menurunkan semangatnya" Ucap Naila marah.


"Iya nih pak Jefri. Kalau bapak tidak menyemangatiku, besuk aku akan mogok kerja" Ancam Aca.


"Kamu mengancam ku?" Tanya Jefri marah.


"Makanya jangan asal bicara. Jangan masuk kamar" Ucap Naila.

__ADS_1


"Yah sayang kok gitu sih" Ucap Jefri terkejut.


"Diam dan selesaikan makannya" Ucap Naila tegas.


Jefri kembali duduk dengan tenang lalu mulai nyemil lagi dan menonton tv.


Sedangkan Naila mengajak Aca masuk ke dalam kamarnya. Dia menyuruh Aca duduk di kursi depan meja riasnya.


"Sekarang kamu diam di sini dulu. Aku akan carikan dres yang cocok untuk kamu" Ucap Naila.


Aca mengangguk dengan ucapan Naila. Dia melihat peralatan make up Naila yang sangat banyak.


"Dia memakai semua ini setiap hari?" Guman Aca heran.


"Ada apa?" Tanya Naila yang melihat Aca kebingungan.


"Enggak, aku hanya penasaran saja" Jawab Aca.


"Apa yang membuatmu penasaran?" Tanya Naila lagi.


"Kamu memakai semua ini setiap hari?" Tanya Aca balik.


"Make up maksud kamu?" Balik tanya Naila. Aca mengangguk lalu menoleh ke arah Naila.


Naila mengahmpiri Aca dengan membawa gaun yang tidak begitu mewah berwarna putih.


"Iya, aku memakainya kalau kerja. Tapi sekarang jarang pakai kalau tidak pergi ya tidak pakai. Paling hanya memakai pelembab saja" Jawab Naila.


"Bagus sih" Jawab Aca.


"Gaun ini masih baru kok. Aku suka desainnya tapi aku tidak begitu cocok saat memakainya. Jadi aku akan memberikannya ke kambegituu saja" Ucap Naila.


"Dasar orang kaya" Celetuk Aca.


"Hahahaha jangan dong. Memangnya kamu nggak suka kalau punya teman kaya" Ucap Naila.


"Suka lah, aku saja dapat imbas dari kamu yang kaya. Hahahaha" Ucap Aca tertawa


"Sudah lah jangan bercanda terus. Ayo aku akan memulai mendandani kamu. Aku akan membuat Reza terpana dengan kecantikan kamu" Ucap Naila.


"Jangan bikin aku seperti badut" Ucap Aca.


"Hahahaha jangan gila deh Ca" Ucap Naila.


Naila mulai mendandani Aca.


Rambut Aca yang sudah sepanjang bahu membuat Naila senang. Karena Aca sedikit mulai sedikit mulai belajar tentang make up layaknya wanita pada umumnya. Walaupun pakaiannya masih sering memakai celana jins tapi itu sudah kemajuan yang cukup baik untuk Aca.


Setelah sekian lama, akhirnya Naila selesai mendandani Aca. Naila mengajak Aca ke ruang tamu untuk memperlihatkan hasil karyanya ke Jefri.

__ADS_1


"By, lihat deh" Pinta Naila saat sampai di ruang kekuarga.


Jefri menoleh ke Naila. Dia melihat Aca yang sudah berubah drastis. Di tambah tatanan rambut Aca yang sederhana namun membuatnya semakin manis.


"Cantik kok, kenapa enggak dari dulu saja sih di dandanin gini sayang. Biar enggak kelihat kucal saat dia di kantor" Ucap Jefri.


"Baby" Ucap Naila.


"Pak Jefri" Ucap Aca bersamaan dengan Naila.


"Hahahaha iya iya maaf. Tapi serius Ca kamu cantik hari ini" Ucap Jefri.


"Makasih pak" Ucap Aca malu.


"Ya sudah kamu duduk dulu di sini. Aku mau ganti baju dulu. Aku ingin melihat reaksi Reza ketika melihat kamu yang sekarang" Ucap Naila..


"Jadi kita ikut ke kampus nih?" Tanya Jefri.


"Iya lah" Jawab Naila singkat lalu berjalan naik ke tangga menuju ke kamarnya lagi.


"Hah. Temanmu tuh Ca. Nggak lihat apa aku lagi malas ngapa ngapain. Malah di ajak ke kampus juga" Ucap Jefri.


"Kalau nggak mau ya sudah. Aku bisa pakai supir" Teriak Naila dari lantai atas.


"Enggak kok sayang, aku mau kok. Emang siapa yang bilang nggak mau" Ucap Jefri gelagapan.


"Hahahaha, pak Jefri beda sekali kalau dir umah sama di kantor" Celetuk Aca.


"Kamu mau lotong gaji" Ancam Jefri.


"Jangan lah pak. Nanti aku bilang ke Naila kalau bapak berani potong gaji saya" Ancam balik Aca.


"Ya kamu yang menang kalau begitu caranya" Ucap Jefri.


"Ya sudah kamu diam di sini dulu, saya mau ganti baju. Oh dan lagi, dari tadi ponsel kamu berdering terus" Ucap Jefri bangkit dari duduknya.


Mendengar kata dari Jefri, Aca bangkit untuk mengambil tasnya. Dia mengambil ponselnya yang ada di dalam tas. Ketika dia membuka layar ponselnya. Dia melihat 54 pesan dari Reza. Dia juga melihat 60 panggilan tak terjawab dari Reza juga.


"Panggilan tak terjawab dari Reza banyak sekali" Ucap Aca.


Aca menghubungi Reza balik. Dia tidak ingin membuat Reza khawatir.


"Halo Za, maaf ya aku tadi......" Ucapan Aca terhenti karena di sahut Reza.


"Ca kamu dari mana saja sih? Kamutau nggak aku nggak tenang karena kamu tidak membaca pesan ku. Kamu juga tidak mengangkat telfon dari ku. Kamu kenapa sih Ca? Kamu marah sama aku? Atau kamu keberatan datang ke tempat wisuda ku?" Tanya Reza lirih.


# Selamat membaca ya kak


# Terima kasih banyak

__ADS_1


😊😊😊🙏🙏🙏


__ADS_2