
"Baik" Jawab Niko. Niko langsung keluar dari ruangan Jefri. Dia kembali ke ruangan nya untuk mulai menyiapkan berkas yang akan mereka gunakan untuk melakukan kerja sama dengan perusahaan Yuri.
Sedangkan Jefri hanya duduk di kursi kerja nya dengan menatap foto pernikahan nya dengan Naila.
"Tunggu aku sayang. Aku akan merebut kembali cinta dan keprcayaan kamu" Ucap Jefri tersenyum memandang wajah cantik Naila.
Perusahaan Yuri.
Jefri dan Niko tertahan di lobi perusahaan Yuri karena mereka datang tanpa membuat janji lebih dulu dengan Yuri.
Mereka menunggu di ruang tunggu untuk bertemu dengan Yuri. Jefri menatap keluar kaca untuk menghilangkan kebosanan nya. Namun dia terkejut katika melihat Naila dan Yuri yang baru saja keluar dari mobil Yuri.
Naila tertawa lepas dengan Yuri yang merangkul bahu Naila. Pakaian Naila yang sedikit sexy memperlihatkan lekuk tubuh nya dengan rambut sebahu nya yang tergerai cantik.
Yuri dan Naila masuk ke dalam perusahaan, namun tawa mereka terhenti ketika melihat Jefri yang berdiri di hadapan mereka.
"Ada urusan apa kamu di sini?" Tanya Yuri yang menarik Naila ke belakang tubuh nya.
"Maaf karena saya datang tidak membuat janji dulu dengan anda. Tapi saya ke sini untuk membicarakan rencana kita yang tertunda kemarin" Ucap Jefri tenang.
Jujur saja ingin sekali dia menarik tangan Naila lalu memeluk nya erat. Namun ia sebisa mungkin menahan diri nya agar tidak melakukan hal itu. Dia ingin secara alami mendekati Naila secara perlahan.
"Saya tidak akan memaksa kamu kembali pada ku Naila. Aku ke sini murni untuk pekerjaan" Imbuh Jefri untuk meyakinkan Yuri dan Naila.
Yuri menatap tajam ke arah Jefri. Dia terus menggenggam tangan Naila dengan erat.
"Kalian tunggu saja dulu, nanti saya akan mengirimkan anak buah saya untuk menemui anda" Ucap Yuri.
"Baik lah, saya akan menunggu di ruang tunggu" Jawab Jefri. Jefri kembali masuk ke dalam ruang tunggu dan duduk di tempat nya lagi.
Yuri menggandeng Naila berjalan ke arah lift. Yuri masih belum yakin dengan tujuan Jefri saat ini. Namun yang lebih penting saat ini adalah perasaan Naila.
Di ruangan Yuri.
Teo sudah berada di ruangan Yuri karena sebelum turun dari mobil, Yuri sudah menghubungi Teo agar berada di ruangan nya saat dia sudah sampai.
"Sekamat siang bu Yuri" Sapa Teo.
__ADS_1
"Di bawah ada Jefri dan asisten nya. Dia ingin membicarakan masalah kerja sama kita pada mereka" Ucap Yuri duduk di kursi kerja nya.
Teo menoleh menatap ke arah Naila. Naila berdiri di sebelah Teo.
"Jangan campurkan masalah priabadi ku dengan pekerjaan kalian" Ucap Naila tegas.
"Biar saya yang akan menemui mereka dan membicarakan soal kerja sama kita" Ucap Teo.
"Tidak, ini tanggung jawab saya. Saya akan ikut menemui mereka" Ucap Naila.
"Kamu yakin?" Tanya Yuri khawatir.
"Sudah cukup saya melarikan diri. Mulai sekarang saya akan menghadapi nya" Ucap Naila tegas.
"Baik lah, kita temui mereka di ruanga rapat. Teo kamu turun untuk menemui mereka. Aku dan Naila akan ke ruang rapat lebih dulu" Ucap Yuri.
"Baik bu" Jawab Teo.
Teo keluar dari ruangan Yuri. Sedangkan Naila ingin ikut keluar menyiapkan bahan yang akan dia pakai saat pertemuan nanti namun tangan nya di cegah oleh Yuri.
"Kamu yakin ingin menemui mereka?" Tanya Yuri.
"Baik lah, aku percaya dengan kamu" Ucap Yuri.
Naila tersenyum lalu keluar dari ruangan Yuri. Yuri melihat punggung Naila yang perlahan mulai tidak terlihat lagi akibat pintu ruangan nya yang menutup.
"Jika dia berani melukai mu lagi. Dengan tangan ku sendiri, aku akan menghancurkan dia Naila" Ucap Yuri marah.
Di ruang rapat.
Jefri dan Niko masuk ke dalam ruang rapat dengan di dampingi Teo. Saat mereka masuk ke dalam ruang rapat, mereka melihat Naila dan Yuri yang sudah menunggu.
"Silahkan duduk" Ucap Yuri singkat.
Jefri dan Niko duduk di kursi, Jefri duduk tepat di depan Naila. Naila bangkit dari duduk nya lalu menyerahkan berkas kepada Jefri dan Niko.
Setelah itu Naila mulai menjelaskan kerangka disain yang ia buat. Jefri tersenyum melihat Naila yang kini sudah tumbuh sebagai wanita dewasa.
__ADS_1
Jefri melihat tubuh Naila yang semakin menarik perhatian nya. Dia juga merasa Naila semakin cantik dan dewasa. Menurut Jefri, Naila yang sekarang membuat nya semakin memukau.
"Silahkan anda lihat di berkas yang saya berikan tadi. Jika masih ada yang belum di mengerti bisa tanyakan lagi pada saya" Ucap Naila.
Jefri membuka dan mulai membaca berkas yang di berikan Naila pada nya tadi. Dia sangat puas dengan kerja Naila yang menurut nya luar biasa.
"Ok. Saya suka dengan rancangan ini" Ucap Jefri.
"Niko kemarikan berkas nya" Pinta Jefri. Niko mengangguk lalu memberikan berkas nya pada Jefri.
"Ini gedung yang telah berhenti sejak 3 tahun lalu. Saya ingin merombak ulang dengan disain yang anda buat tadi" Ucap Jefri. Jefri memberikan berkas nya pada Naila.
Naila dan Yuri membuka berkas tersebut dan melihat bangunan yang terbengkalai. Ketika melihat bangunan tersebut, di otak Naila sudah memiliki ide yang mampu mempercantik bangun tersebut tanpa merobohkan bangunan nya.
"Saya memiliki ide lain dengan bangunan ini. Jika berkenan dalam 3 hari saya akan kirim kan ulang hasil disain saya tanpa merohohkan bangunan awal nya" Ucap Naila.
"Kamu yakin?" Tanya Yuri yang terkejut dengan ucapan Naila.
"Iya aku yakin. Tapi jika dari pihak lain menyukai nya" Ucap Naila.
"Baik kami akan menunggu hasil dari ide yang anda bilang. Kami akan lihat lebih dulu hasil nya" Ucap Jefri.
"Baik" Jawab Naila mengangguk.
Jefri dan Niko bangkit dari duduk nya. Yuri dan Naila pun bangkit dari duduk nya. Mereka saling bersalaman, lalu Jefri dan Niko keluar dari ruang tapat.
Setelah keprgian Jefri, Naila kembali duduk di kursi nya. Yuri ikut keluar untuk mengantar Jefri dan Niko sampai depan lift.
Naila membuka kertas yang di selipkan Jefri ke tangan nya tadi ketika mereka bersalaman.
💐"Aku menunggu kamu sore ini di taman depan perusahaan kamu" Isi surat dari Jefri.
Naila merobek surat tersebut lalu membuang nya ke tempat sampah. Naila merapikan berkas nya lalu keluar dari ruang tapat dan kembali ke ruangan nya.
Baru saja duduk di kursi kerja nya, ponsel Naila berdering. Dia melihat nomer baru yang sedang menghubungi nya.
# Selamat membaca ya kak
__ADS_1
# Terima kasih banyak
😊😊😊🙏🙏🙏