
"Jangan menatap ku terus, aku malu" Ucap Naila menutupi wajah Jefri menggunakan tangan nya.
Bukan nya marah Jefri malah mengambil kesempatan itu untuk menggoda Naila. Dia meraih tangan Naila lalu mencium nya.
"Kamu cantik sekali saat tidur" Ucap Jefri.
"Jangan menggoda ku" Ucap Naila. Naila menarik tangan nya lalu bangkit dari duduk nya.
"Mau ke mana?" Tanya Jefri.
"Kamar mandi" Jawab Naila meninggalkan Jefri yang masih berada di ruang tengah.
Jefri merebahkan diri nya di atas sofa. Dia menatap langit langit rumah nya dengan membayangkan wajah tenang Naila saat tertidur.
"Aku sudah tidur dengan dia berulang kali. Kenapa aku baru sadar ketika dia tidur begitu cantik" Guman Jefri tersenyum membayangkan.
Tiba tiba wajah Naila berubah menjadi wajah Sinta yang terlihat marah.
"Mamah" Ucap Jefri terkejut.
Sinta menarik telinga Jefri dan menyuruh Jefri duduk.
"Aduh mah aduh mah sakit" Ucap Jefri kesakitan.
"Kamu suka sekali sih bikin mamah nunggu. Kamu bilang kalau kalian mau ke rumah mamah. Kenapa sampai sore begini belum juga datang. Kamu malah senyum senyum nggak jelas begini seperti orang gila" Ucap Sinta.
"Mah aku bisa jelasin. Tapi tolong kepaskan telinga ku. Ini sakit mah" Pinta Jefri.
Sinta melepaskan telinga Jefri. Dia duduk di sebelah Angga yang sudah lebih dulu duduk di sofa.
"Kamu habis main PS? Sama siapa?Naila?" Tanya Angga.
"Bukan pah, aku main sama teman Naila." Jawab Jefri mengusap usap telinga nya.
"Lho mamah sama papah kapan datang?" Tanya Naila yang baru kembali dari kamar mandi.
"Baru saja kok Nai" Jawab Angga.
"Naila bikinkan minum ya untuk mamah dan papah" Ucap Naila.
"Boleh kalau tidak merepotkan" Jawab Sinta.
"Enggak lah mah. Sama keluarga sendiri nggak ada kata repot" Ucap Naila tersenyum.
__ADS_1
Naila melihat Jefri yang mengusap telinga nya. Naila menghampiri Jefri dan melihat telinga Jefri yang merah.
"Kenapa telinga nya?" Tanya Naila.
"Tuh gara gara mamah" Ucap Jefri cemberut.
"Cemberut gitu nggak malu sama umur" Celetuk Sinta.
"Biarin sama istri sendiri" Ucap Jefri memeluk pinggang Naila yang berdiri di samping Jefri.
"Lepaskan By, aku mau buat minuman untuk mamah dan papah" Ucap Naila melepaskan tangan Jefri dari pinggang nya.
Naila berjalan ke arah dapur. Dia membuat minuman untuk semua nya dan juga camilan.
"Perut kamu gimana Nai? Masih sakit?" Tanya Sinta pada Naila ketika Naila kembali ke ruang tengah.
"Sudah membaik kok mah" Jawab Naila menaruh minuman dan camilan di atas meja.
"Kamu berencana mau kuliah di mana?" Tanya Angga.
"Aku sih pingin nya kuliah di amerika pah. Tapi lihat nilai nya dulu" Jawab Naila.
"Kok kamu nggak pernah cerita kamu ingin kuliah di luar negri?" Ucap Jefri tegas.
"Setelah kamu tau nilai kamu, kamu mau langsung pergi gitu saja meninggalkan aku?" Ucap Jefri marah.
"By kamu kenapa sih? Ini kan hanya rencana" Ucap Naila.
"Rencana yang kamu buat itu membuat aku marah Nai" Ucap Jefri bangkit dari duduk nya lalu berjalan keluar rumah.
Naila mengejar Jefri sampai di depan rumah.
"By kamu kenapa sih? Apa salah nya kalau aku ingin kuliah ke luar negri? Ini sudah lama jadi impian aku By" Ucap Naila.
"Kenapa kamu tanya? Kamu pernah mikirin aku nggak sih Nai? Aku ini suami kamu, aku kepala keluarga di sini. Harus nya kamu diskusi dengan aku bukan nya kamu ambil keputusan kamu sepihak" Ucap Jefri.
"Aku berencana bilang ke kamu By. Tapi nanti setelah aku mendapatkan nilai ujian ku" Ucap Naila sedih.
"Argh. Sudah lah aku mau keluar dulu" Ucap Jefri masuk ke dalam mobil nya meninggalkan rumah.
Naila yang sedih hanya mampu melihat kepergian Jefri tanpa bisa berbuat apa apa. Sinta yang melihat pertengkaran Naila dan Jefri merasa sedih. Dia emnghampiri Naila lalu mengajak nya masuk ke dalam rumah lagi.
"Naila, kamu yang sabar ya. Jefri memang begitu anak nya. Dia lebih memilih pergi dari pada harus menyakiti orang yang dia sayang. Kamu sabar ya sayang" Ucap Sinta lembut.
__ADS_1
"Iya mah, aku ngerti kok" Jawab Naila memakasakan senyum nya.
Di sisi lain, Jefri memilih untuk ke kantor. Karena di kantor sedang libur dan hanya ada Jaya dan beberapa petugas keamanan yang bertugas di sana.
"Lho Jefri, sedang apa kamu di sini?" Tanya Jaya yang terkejut melihat kedatangan Jefri.
"Mau menangkan diri" Jawab Jefri duduk di sofa ruangan Sinta.
Jaya menghampiri Jefri. Dia duduk di sebelah Jefri.
"Ada apa?" Tanya Jaya.
"Naila berencana kuliah di luar negri" Jawab Jefri.
"Bagus dong. Memang nya kenapa kalau dia kuliah di luar negri?" Tanya Jaya lagi.
"Aku akan sulit bertemu dengan dia. Pasti akan susah untuk saling berhubungan karena perbedaan waktu" Ucap Jefri.
Jaya tersenyum mendengar ucapan Jefri. Dia tau kalau Jefri sudah mulai jatuh cinta pada Naila.
"Jefri, jika memang Naila ingin kuliah di luar negri itu akan sangat bagus untuk masa depan nya. Memang kalian akan jarang bertemu atau berhubungan karena itu memang ujian yang harus kalian lewati. Tapi masa depan Naila akan cerah jika dia bisa belajar di universiatas terbaik" Jrlas Jaya.
"Jefri, jika kamu benar benar mencintai Naila. Harus nya kamu yakin kalau kalian akan tetap baik baik saja walaupun kalian terpisah jauh. Kamu kuat kan hati kamu dan kamu harus percaya dengan Naila" Ucap Jaya.
"Tapi aku takut jika kejadian dulu terulang lagi. Aki takut kehilangan Naila seperti aku kehilangan wanita itu" Ucap Jefri.
"Kamu kehilangan dia karena kamu masih belum yakin jika kamu benar benar mencintai dia Jefri. Untuk sekarang, lebih baik kamu mantapkan hati dan perasaan kamu. Kamu pasti bisa melalui ujian itu jika kamu yakin" Ucap Jaya
"Iya benar apa yang bapak bilang. Saya harus menata hati dan perasaan saya dulu" Ucap Jefri.
"Maaf pak Jaya saya pulamg dulu kalau begitu " Pamit Jefri berjalan keluar sari ruangan Sinta yang di pakai pak Jaya.
Pak Jaya menggelengkan kepala nya dan tersenyum melihat Jefri. Sejak Sinta masih muda pak Jaya sudah menemani Sinta. Jadi dia tau benar semua tentang Jefri. Karena sejak kecil Jefri cukup dekat dengan Jaya.
"Kamu akan semakin dewasa dengan ujian ujian yang akan kamu lewati Jefri" Guman Jaya tersenyum.
Jefri yang sudah keluar dari kantor, segera masuk ke dalam mobil nya. Dia segera melajukan mobil nya untuk kembali ke rumah nya. Dia ingin segera bertemu dengan Naila dan memeluk nya.
# selamat membaca ya kak
# Terima kasih banyak
😊😊😊🙏🙏🙏
__ADS_1