
"Aku sangat sakit Za. Hati ku hancur mendengar semua itu" Ucap Naila menangis.
"Jangan sedih Nai. Aku akan menemani kamu mulai sekarang. Aku akan selalu ada untuk kamu" Ucap Reza tulus.
"Maksih Za. Terima kasih banyak" Ucap Naila. Reza menganggul lalu tersenyum. Dia ingin mengusap kepala Naila yang masih tertunduk menangis. Namun ia tidak melakukan nya. Dia tidak ingin membuat Naila tidak nyaman dengan nya.
"Aku akan selalu menjaga kamu Nai. Aku akan selalu di samping kamu menemani kamu dan selalu ada untuk kamu" Guman Reza dalam hati.
"Kamu masuk gih. Sudah malam, kamu istirahat saja dulu" Ucap Reza
"Iya. Makasih ya Za" Ucap Naila. Naila bangkit dari duduk nya. Dia berjalan masuk ke dalam kamar yang ia sewa mulai malamini.
Reza juga beranjak pergi. Dia meninggalkan kamar Naila dengan hati hancur dan sedih.
"Mau pulamg sekarang?" Tanya nenek.
"Iya. Titip Naila ya nek" Ucap Reza.
"Iya kamu tenang saja" Jawab nenek.
Reza kekuar dari rumah nenek nya. Dia berjalan ke arah arah rumah nya yang berada tepat di samping rumah nenek nya.
Di tempat lain Jefri kebingungan karena tidak menemukan Naila di mana pun. Naila juga tidak membawa ponsel nya yang sedari tadi pagi berada di kamar mereka.
Jefri mencari Naila keliling kota. Dia sangat cemas dengan Naila yang tidak biasa nya menghilang seperti sekarang.
"Kamu di mana Nai? Kenapa kamu nggak pulang?" Guman Jefri khawatir.
Semalaman Jefri berkeliling untuk mencari Naila. Namun dia tidak juga menemukan Naila di manapun.
Ke esokan hari nya.
Jefri semalaman mencari Naila hingga dia tidak tidur sama sekali. Dia kini berada di depan rumah Aca. Dia mencoba untuk mencari keberadaan Naila di sana.
Aca yang baru saja bangun mendengar suara bel rumah nya berbunyi.
"Siapa sih pagi pagi begini bertamu" Ucap Aca malas.
Aca berjalan ke arah pintu rumah nya. Dia membuka pintu rumah nya dan melihat Jefri yang berdiri di depan pintu rumah nya dengan tampilan acak acakan dan baju kusut.
"Pak Jefri sedang apa di sini? Kenapa penampilan anda seperti ini?" Tanya Aca bingung.
"Apa Naila ada di sini?" Tanya Jefri.
"Enggak ada. Memang nya kalian bertengkar?" Tanya Aca balik.
__ADS_1
"Tidak. Tapi semalam saat aku pulang dia tidak ada di rumah. Sampai sekarang aku tidak menemukan nya" Jawab Jefri.
Palck.
Tamparan keras mendarat di pipi Jefri. Aca seketika wajah nya berubah memerah akibat marah.
"Kenapa kamu menampar saya?" Tanya Jefri juga emosi.
"Maaf pak. Saya memang menampar anda sebagai suami yang tidak bisa menjaga istri nya sandiri. Di tambah saat ini pria yang ada di depan saya adalah pria yang suka menyakiti hati istri nya" Ucap Aca marah.
"Apa maksud kamu Ca? Jaga ucapan kamu" Ucap Jefri marah.
"Kenapa dengan ucapan saya. Memang benar kok kalau bapak hanya bisa menyakiti hati Naila. Nyatanya Naila kabur dari anda" Ucap Aca.
"Cukup Ca, saya ke sini hanya ingin mencari Naila. Jika dia tidak ada di sini lebih baik saya pergi" Ucap Jefri.
Jefri berbalik lalu berjalan meninggalkan rumah Aca.
"Iya pergi saja yang jauh. Saya yakin anda tidak akan menemukan Naila dalam waktu dekat" Ucap Aca.
Jefri seketika menghentikan langkah nya. Dia berbalik menatap tajam ke arah Aca.
"Apa maksud kamu?" Tanya Jefri tegas.
"Naila melihat anda yang menggandeng tangan wanita itu di lapangan sekolah. Di tambah anda mengajak nya masuk ke dalam mobil anda." Jawab Aca.
Setelah berbicara tentang Naila pada Jefri. Dia menutup pintu rumah nya sangat keras. Dia sangat marah dengan Jefri yang menyakiti hati sahabat nya sendiri.
Jefri merasakan kedua kaki nya lemas seketika. Dia tidak menyadari akibat dari apa yang telah dia lakukan kemarin pada Rara membuat Naila salah paham.
"Nggak, aku nggak boleh diam saja. Aku harus mencari keberadaan Naila dan menjelaskan semua nya pada Naila" Ucap Jefri.
Jefri berusaha masuk ke dalam mobil nya. Dia melajukan mobil nya untuk kembali mencari keberadaan Naila.
Satu minggu telah berlalu.
Jefri masih belum juga menemukan keberadaan Naila saat ini. Namun dia tidak menyerah begitu saja. Dia tetap mencari terus keberadaan Naila tanpa henti.
Seperti saat ini. Jefri berada di kantor Sinta. Dia masuk ke dalam kantor Sinta langsung menuju ke ruangan Sintan.
Saat sampai di ruangan Sinta, dia menghampiri Jaya.
"Pak Jaya tolong bantu saya pak" Pinta Jefri memohon.
"Jefri apa yang sedang kamu lakukan? Jangan ganggu kami yang sedang rapat" Ucap Sinta marah karena Jefri menerobos masuk ke dalam ruangan Sinta yang sedang bicara dengan beberapa karyawan nya.
__ADS_1
"Pak Jaya saya mohon pak. Saya sangat butuh bantuan anda saat ini pak" Pinta Jefri memohon.
"Tuan tolong tenang" Ucap Jaya.
"Jefri sadar lah. Apa yang sedang kamu lakukan membuat mamah malu" Ucap Sinta marah.
"Mah aku hanya ingin meminta tolong ke pak Jaya. Hanya meminta tolong mah" Ucap Jefri.
"Nanti Jef. Kita sedang membahas hal penting" Ucap Sinta.
"Mah" Teriak Jefri marah.
"Naila lebih penting dari segalanya di dunia ini" Ucap Jefri marah.
Sinta terdiam mendengar nama Naila di sebut oleh Jefri yang sedang marah dan kebingungan.
"Kalian keluar dulu. Nanti saya akan panggil kalian lagi" Ucap Jaya pada karyawan nya.
"Baik pak" Jawab karyawan Sinta.
Setelah kepergian karyawan lain. Jaya meminta Jefri untuk duduk lebih dulu.
"Jefri duduk dulu. Jelaskan apa yang terjadu?" Tanya Jaya.
Jefri duduk di depan Sinta yang sedang menatap nya aneh. Sinta teringat kembali pada peristiwa Jefri yang patah hati akibat kepergian Rara dulu.
"Ada apa Jef? Apa terjadi sesuatu dengan Naila?" Tanya Sinta khawatir.
Jefri mengangguk pelan. Dia sudah mencari di manapun tempat Naila pernah kunjungi. Namun ia tak menemukannya sama sekali.
"Jelaskan pada kami Jef. Ada apa?" Tanya Jaya.
"Naila sudah satu minggu ini menghilang mah" Jawab Jefri.
"Menghilang? Apa maksud kamu?" Tanya Sinta terkejut.
"Naila pergi dari rumah mah. Aku sudah cari di manapun namun tak menemukan Naila mah" Ucap Jefri.
"Pak Jaya tolong cari keberadaan Naila pak. Dia mungkin ke luar megri pak, karena dia pernah bilang kalau ingin kuliah ke luar negri pak" Ucap Jefri pada Jaya.
"Tenang Jefri, saya akan cari dia keluar negri. Kamu harus tenangkan diri kamu dulu" Ucap Jaya.
"Iya Jef. Kamu tenang saja, mamah akan mengerahkan anak buah mamah untuk cari Naila ke luar negri" Ucap Sinta.
# selamat membaca ya kak
__ADS_1
# terima kasih banyak
😊😊😊🙏🙏🙏