
"Baik bu bos" Jawab Surya.
Di saat bersamaan, Bimo datang ke kafe bersama Ivan. Bimo dan Ivan langsung menuju ke meja bar di mana Nala dan Maya sedang bekerja.
"Pesan minumannya" Ucap Bimo.
"Sil.....ahkan, Bimo" Ucap Nala kegirangan.
"Halo sayang" Jawab Bimo tersenyum.
Maya tersenyum sekilas ke arah Ivan, Ivan pun membalas senyuman Maya. Sejak kedatangan Ivan dan Bimo, semua orang yang ada di kafe pandangan mereka tertuju pada mereka.
Surya yang baru kembali ke meja bar merasa tidak senang dengan kedatangan Ivan. Dia melihat Maya yang semakin tidak nyaman di tempat kerjanya itu.
"Kak Maya tolong bantu aku" Ucap Surya yang mencoba membawa pergi Maya.
"Iya" Jawab Maya.
"Ini tolong buatkan pesanannya ya La" Pinta Maya.
"Ok" Jawab Nala.
"Sini biar aku bantu" Ucap Bimo yang melipat lengan kemejanya.
Sedangkan Ivan menatap Maya dan Surya yang tertawa lepas. Maya terlihat sangat cantik ketika berbincang dengan para pelanggannya.
"Ada apa Van?" Tanya Bimo menepuk bahu Ivan.
"Aku sepertinya tidak mampu manahan perasaanku lagi padanya Bim" Ucap Ivan.
"Kamu yakin? Lalu bagaimana dengan Citra?" Tanya Bimo khawatir.
"Aku akan bicara dengan dia. Tapi aku tidak bisa hidup dengan dia selama aku masih mencintai wanita lain. Aku tidak bisa terkurung di ikatan yang menyesakkan ku" Ucap Ivan.
"Rumah tangga mu memang sangat rumit Van" Ucap Bimo menepuk lagi bahu Ivan. Bimo berjalan ke arah meja pelanggan dengan membawa pesanan.
"Hei Ivan. Kamu serius dengan ucapan kamu tadi?" Tanya Nala.
"Aku tidak membenarkan juga sikap kamu itu. Tapi apa tidak lebih baik kamu memperbaiki hubungan kamu dengan istri mu dulu. Jika memang kamu tidak bisa bersama istri mu itu. Baru lah bicarakan lagi dengan istrimu itu" Ucap Nala.
"Aku bukan sok pintar dalam hal rumah tangga. Tapi aku pernah mengalaminya sendiri dalam keluarga ku. Ada perasaan yang hancur ketika melihat suami kita lebih mencintai orang lain" Ucap Nala.
"Jadi aku harus bagaimana? Aku masih sangat mencintai Maya" Ucap Ivan tertunduk.
"Pikirkan lagi tentang perasaan mu itu. Kamu benar mencintai Maya ayau hanya terobsesi dengannya" Ucap Nala menaruh minuman di depan Ivan.
__ADS_1
Ivan terdiam mendengar saran dari Nala. Memang ia akui sejak pertama menikah dengan Citra, dia sama sekali belum pernah mencoba untuk menerima Citra. Karena saat itu di dalam pikirannya hanya ada Maya.
"Nanti uang untuk bayar minumannya minta ke Bimo. Aku harus pulang sekarang dan minumannya enak aku suka" Ucap Ivan meminum habis minuman yang di berikan Nala.
"Ok, terima kasih atas kunjungannya" Ucap Nala.
Ivan keluar dari kafe Maya. Dia bertekat untuk mencoba menerima Citra seperti yang di sarankan Nala. Maya melihat kepergian Ivan yang terlihat tergesa gesa. Ada rasa sedih pada hati Maya ketika melihat Ivan pergi. Namun sebisa mungkin ia menutupinya karena ia tau jika apa yang ia rasakan adalah salah.
"Kak, malam ini kakak bisa tidak pergi denganku?" Tanya Surya.
"Malam ini? Belum tau sih, tapi memangnya mau ke mana?" Tanya Maya.
"Aku ingin ajak kakak jalan saja, biar kakak bisa sedikit melupakan kesedihan kakak" Ucap Surya.
"Baik lah, nanti aku akan coba bicara dengan Nala" Ucap Maya.
"Terima kasih kak" Ucap Surya tersenyum senang.
Maya kembali ke bar tempat kerjanya.
"Nanti malam aku akan pergi dengan Surya, kamu bisa tidak untuk bekerja sendiri di sini?" Tanya Maya.
"Pergi saja, aku tidak apa apa kok. Lagian nanti juga ada Bimo yang membantu ku" Jawab Nala.
"Ya sudah, aku pergi ya nanti malam" Ucap Maya.
"Iya" Jawab Nala.
Maya melepas apronnya, dia berjalan menuju ke lift untuk ke rumahnya. Surya yang selesai dengan pekerjaannya duduk di bangku bar.
"Kamu mau ke mana sama Maya?" Tanya Nala.
"Ada lah, yang penting bisa membuat kak Maya lupa dengan kesedihannya" Jawab Surya.
"Kamu seperti orang yang lagi jatuh cinta saja" Ucap Nala.
"Kak, apa aku salah jika suka sama kak Maya?" Tanya Surya.
Plack
Nala memukul kepala Surya karena bicara yang aneh aneh.
"Sakit kak" Ucap Surya kesakitan.
"Habis kamu kalau bicara enggak di pikir dulu apa gimana sih? Maya itu teman ku jadi jangan main main" Ucap Nala marah.
__ADS_1
"Yang main main siapa sih kak. Aku serius dengan ucapanku" Ucap Surya serius. Nala menghentikan aktifitasnya. Dia melepaskan apron yang ia pakai.
"Tolong kamu siapkan pesanannya ya" Ucap Nala pada pegawainya.
"Baik bu" Jawab pegawai.
"Sini kamu, ikut kakak sekarang" Pinta Nala menarik tangan Surya dan mengajak Surya ke luar kafe. Mereka duduk di bangku taman yang ada di area kafe.
"Jelaskan ke kakak sekarang. Apa kamu serius dengan ucapan kamu tadi?" Tanya Nala.
"Iya kak, aku sudah suka sama kak Maya sejak pertama kali aku ketemu sama dia di acara pembukaan kafe waktu itu" Jawab Surya.
"Tapi dia lebih tua dari kamu Surya. Kalian terpaut 3 tahun, kamu jangan aneh aneh deh" Ucap Nala.
"Kak, aku tidak pernah main main jika soal perasaan. Kakak tau seberapa seriusnya aku soal perasaan. Kak berikan ijin kakak agar aku bisa mendekati kak Maya. Aku sungguh menyukai kak Maya, kak" Ucap Surya memegangi kedua tangan Nala.
"Jadi malam ini kamu ingin mengutarakan perasaan kamu ke Maya?" Tanya Nala.
"Iya kak, tapi itu jika kakak mengijinkannya" Jawab Surya.
"Kakak tidak bisa melarang kamu untuk suka dengan siapa Surya. Kamu sudah cukup dewasa untuk mengambil keputusan kamu sendiri. Tapi satu hal yang harus kamu tau, saingan kamu bukan lah orang biasa" Ucap Nala.
"Aku tau kak, Ivan bukan? Pembisnis muda yang kaya raya itu" Ucap Surya.
"Iya, tapi jika kamu memang serius dengan Maya. Kakak tidak akan melarang kamu. Buat lah Maya bahagia Surya, dia sudah cukup menanggung kesengsaraan dalam hidupnya selama ini." Ucap Nala memegang bahu Surya.
"Terima kasih kak" Ucap Surya tersenyum.
"Berjuang lah Surya" Ucap Nala.
"Pasti kak" Jawab Surya serius.
Malam harinya.
Surya sudah sampai lagi ke kafe. Dia memakai kemeja yang kancinya terbuka dengan kaos hitam di dalamnya. Dia juga memakai celana panjang jins sepatu putih.
"Sudah datang, sebentar ya aku mau buat satu menu lagi" Ucap Maya yang masih bekerja di bar.
"Iya kak" Jawab Surya. Nala yang tau Surya sudah datang menghampirinya. Dia duduk di kursi sebelah Surya.
# Selamat membaca ya kak
# Terima kasih banyak
🙏🙏🙏😊😊😊
__ADS_1