One Night With My Teacher

One Night With My Teacher
20


__ADS_3

"Tunggu sebentar non, saya lapor dulu" Jawab satpam. Maya mengangguk pelan. Dia mengusap wajahnya karena air hujan yang membasahi wajahnya membuat pandangannya sedikit kabur.


Cukup lama Maya menunggu namun geebang tidak kunjung di bukakan oleh satpam. Maya yang semakin kedinginan memeluk erat tas milik Ivan.


"Apa kamu tidak mau menemuiku Van?" Guman Maya dalam hati.


Maya pun menyerah, dia menaruh tas Ivan di pos satpam yang kosong. Dia berjalan keluar dari pos untuk pulang kerumahnya.


Di persimpangan jalan, Maya menunggu lampu berubah warna merah karena dia ingin menyeberang jalan. Namun saat melihat mobil berwarna merah, Maya melihat Ivan yang sedang mengemudikan mobil tersebut. Ivan juga melihat Maya yang kehujanan dan basah kuyup tapi dia tidak memperdulikan Maya.


"Ivan" Guman Maya.


"Ivan tunggu" Teriak Maya. Maya berlari mengikuti mobil Ivan. Ivan melihat dari sepionnya kalau Maya sedang mmberlari mengikutinya.


"Pulang lah Maya" Ucap Ivan lirih tapi tetap melajukan mobilnya.


Brack.


Maya terserempet motor dari belakang. Ivan yang melihat seketika itu juga menghentikan mobilnya. Dia kekuar dari mobil lalu menghampiri Maya.


"Maya kamu tidak apa apa kan?" Tanya Ivan khawatir.


"Ivan, akhirnya kamu mau menemuiku" Ucap Maya tersenyum.


"Kamu gila ya, apa kamu pikir ini jalan punya kamu sendiri? Kalau mau bunuh diri lihat lihat tempat" Ucap Ivan marah.


"Gelangku" Ucap Maya yang merasa gelangnya hilang. Dia mencari gelang pemberian Ivan kemarin tanpa memperdulikan Ivan yang sedang marah marah.


"May, dengarkan aku" Teriak Ivan marah.


"Iya Van nanti dulu aku mau cari gelang ku" Ucap Maya mencari cari gelangnya.


Ivan yang semakin marah ikut mencari gelang Maya. Tak lama Ivan menemukan gelang Maya.


"Ini kan yang kamu cari? Hanya karena ini kamu tidak peduli dengan luka kamu itu" Ucap Ivan marah.


"Gelangku" Ucap Maya tersenyum dan berniat ingin mengambil gelangnya dari tangan Ivan. Bukannya membeikan gelang yang ia pegang pada Maya. Ivan malah melempar gelang Maya ke arah kolam yang berada di tengah tengah jalan raya.


"Ivan, itu gelang ku" Ucap Maya marah.


"Aku tidak peduli, ayo ikut aku. Kita obati luka kamu" Ucap Ivan menarik tangan Maya.


"Enggak, aku mau gelangku kembali" Teriak Maya marah.


"Terserah kamu Maya, aku tidak peduli" Ucap Ivan marah juga. Ivan bediri lalu kembali masuk ke dalam mobilnya. Dia melajukan mobilnya kembali tanpa meperdulikan Maya yang masuk ke dalam kolam air mancur untuk mencari gelangnya.

__ADS_1


Saat sampai di rumah Ivan langsung masuk ke dalam kamar mandi. Dia mulai membersihkan dirinya karena basah kehujanan.


Tak lama, Ivan keluar dari kamar mandi. Dia melihat tas sekolahnya yang sudah berada di atas meja kamarnya. Ivan mengambil tas tersebut, tanpa dia sadar dia telah menjatuhkan buku dari dalam tas.


"Buku siapa ini?" Guman Ivan mengambil buku yang terjatuh di lantai itu.


Ivan membuka buku itu dan tertulis nama Maya Yuliana pada buku tersebut. Ivan kembali membuka halaman berikutnya. Ivan tersenyum ketika melihat gambar gambar lucu yang di buat Maya.


"Aku baru tau kalau dia suka menggambar" Ucap Ivan terus membuka lembar demi lembar buku Maya. Sampai pada gambar terahir. Ivan melihat gambar dirinya yang sedang tertidur pulas di meja sekolah.


"Maya" Ucap Ivan terharus.


Ivan tersadar kembali tentang Maya. Dia melihat hujan yang masih deras dan di tambah langit yang sudah mulai gelap. Ivan melempar handuknya ke atas ranjang. Dia berlari keluar dari rumah dengan hanya memakai celana pendeka dan kaos lengan pendek.


"Ivan, mau ke mana kamu?" Teriak Dika ketika melihat Ivan berlari keluar tanpa membawa payung.


"Mau ke mana dia?" Guman Dika. Dika segera menyuruh anak buahnya mengikuti Ivan.


Di persimpangan jalan.


Ivan melihat Maya yang masih mencari gelangnya di kolam. Ivan berhenti berlari dan mulai berjalan perlahan menghampiri Maya.


"Ah aku menemukannya" Teriak Maya kegirangan setelah menemukan gekangnya. Maya keluar dari kolam lalu duduk di pembatas kolam.


Maya tersenyum cantik dengan memeprlihatkan gelang yang ia temukan tadi.


"Aku menemukannya" Ucap Maya menggerak gerakkan gelangnya ke udara.


Ivan berlari menghampiri Maya lalu memeluk Maya erat.


"Maafkan aku May, maafkan aku" Ucap Ivan menyesal.


"Iya nggak apa apa kok" Jawab Maya tersenyum.


Ivan melepaskan pelukannya. Dia mengusap wajah Maya yang basah kuyup dan terhalang rambut Maya yang panjang.


"Aku janji tidak akan marah lagi ke kamu" Ucap Ivan tersenyum. Maya mengangguk pelan dan memperlihatkan senyumannya.


Ivan mengajak Maya untuk pulang ke rumahnya setelah anak buah Dika membawakan mobil untuk menjemput Ivan dan juga Maya.


Saat sampai di rumah Ivan, Maya di suruh Ivan untuk mandi dulu di kamarnya.


"Apa aku tidak apa apa mandi di kamar kamu?" Tanya Maya.


"Enggak apa apa May, lagian kamar lain sedang di renovasi jadi tidak bisa di pakai" Jawab Ivan.

__ADS_1


"Ya sudah, aku mandi dulu kalau begitu" Ucap Maya. Maua masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Saat Maya di kamar mandi, Ivan memilih ganti baju dulu sambil menunggu Maya.


Tak lama Maya susah selesai mandi, dia keluar dari kamar mandi menggunakan handuk kimono milik Ivan.


Brack


Maya terpeleset saat melangkah keluar dari kamar mandi.


"Maya, kamu nggak apa apa kan?" Tanya Ivan khawatir.


"Kakiku sakit" Ucap Maya kesakitan.


"Aku gendong kamu ke ranjang ya" Ucap Ivan dan di angguki oleh Maya. Ivan menggendong Maya dan membawanya ke arah ranjang tidurnya.


"Apa kaki kamu masih sakit?" Tanya Ivan khawatir.


"Iya " Jawab Maya mengangguk. Ivan memberi bantal pada kaki Maya yang sakit.


"Makasih ya Van, kamu sudah sangat baik sama aku" Ucap Maya tersenyum.


"Jangan bicara seperti itu May. Aku tulus bantu kamu" Ucap Ivan dengan melihat keadaan kaki Maya.


"Seperti ini apa sudah nyaman?" Tanya Ivan.


"Sudah kok" Jawab Maya.


"Ya sudah kamu istirahat sekarang, besuk aku akan telfon Dokter untuk memeriksa kaki kamu" Ucap Ivan.


Ivan turun dari ranjang, dia menyelimuti Maya lalu mencium kening Maya.


"Istirahat lah yang tenang" Ucap Ivan lembut.


Maya menarik kerah baju Ivan lalu mencium bibir Ivan. Ivan yang menerima ciuman dari Maya pun terkejut.


"Maya" Ucap Ivan lirih.


"Aku tau kalau kamu suka sama aku Van. Maaf karena aku tidak meresponnya" Ucap Maya.


"Aku memang mencintai kamu Maya, tapi aku tidak ingin memaksa kamu" Ucap Ivan membelai lembut kepala Maya.


# Selamat membaca ya kak


# Terima kasih banyak


🙏🙏🙏😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2