One Night With My Teacher

One Night With My Teacher
Eps 28


__ADS_3

"Iya Jef. Kamu tenang saja, mamah akan mengerahkan anak buah mamah untuk cari Naila ke luar negri" Ucap Sinta.


"Sekarang kita pulang saja dulu. Kamu tinggal di rumah mamah lagi. Mamah tidak mengijinkan kamu untuk tinggal di luar sendiri" Ucap Sinta.


"Aku ingin cari Naila mah" Ucap Jefri lirih.


"Iya tapi nanti nak. Kamu harus istriahat dulu. Lihatlah penampilan kamu sekarang ini. Apa kamu akan menemui Naila dengan penampilan seperti ini?" Ucap Sinta.


"Kita pulang dulu ya nak. Kamu tenangkan diri kamu dulu. Biar Jaya yang mencari Naila" Ucap Sinta lagi.


Jefri mengangguk pelan. Dia bangkit dari duduk nya lalu keluar dari ruangan Sinta bersamaan dengan Sinta. Dia tidak bisa meninggalkan Jefri dalam keadaan terpuruk ini.


Di sisi lain, Naila yang baru selesai menjemur pakaian nya. Dia duduk di atas papan dengan menatap jauh ke depan.


"Apa saat ini kamu mencari ku By? Atau malah kamu sudah kembali dengan wanita itu?" Guman Naila sedih.


Naila teringat kembali dengan ucapan Jefri saat berada di rumah orang tua nya. Dia merasa sedih karena dia merasa bahwa diri nya telah salah menikah dengan Jefri.


"Hai Nai. Sedang melihat apa?" Tanya Reza yang setiap hari menghampiri diri nya untuk menemani Naila mengobrol.


"Hai Za. Aku cuma merasakan angin yang sudah mulai hangat. Sebentar lagi musim panas. Nggak terasa telah usai sekolah kita yang melelahkan" Ucap Naila.


"Iya ya. Aku merasa senang karena bisa lulus, yah walaupun tidak seperti kamu yang mendapatkan nilai tertinggi" Ucap Reza.


"Salah Siapa kamu malas belajar" Celetuk Naila.


"Enak saja. Aku belajar terus tau, tapi emang otak ku saja yang nggak sampai" Ucap Reza.


"Hahahaha bisa saja kamu Za" Naila tertawa.


Reza rersenyum melihat Naila yang sudah bisa tertawa. Jujur dia sangat senang bisa lebih dekat dengan Naila. Namun masih ada yang mengganjal dalam hati nya tentang pernikahan Naila dan Jefri.


Reza ingin sekali bertanya pada Naila soal pernikahan nya. Namun ia tidak ingin membuat Naila sedih dengan pertanyaan nya itu.


"Kenapa? Kalau ada yang ingin kamu tanyakan, tantakan saja tidak usah di pendam" Ucap Naila.


"Enggak kok Nai. Aku senang saja bisa lihat kamu tersenyum" Ucap Reza.


"Apaan sih Za. Nggak lucu taunggak" Ucap Naila tersenyum.


"Oh iya. Kamu mau kuliah di mana? Dengan nilai kamu itu, kamu bisa memilih universitas sesuka kamu. Bahkan kamu bisa kuliah di luar negri" Ucap Reza.

__ADS_1


"Enggak Za. Aku maukuliah di luar kota saja" Jawab Naila tertunduk.


Reza kembali melihat wajah Naila yang sedih. Dia tau Kalau Naila sedang tertekan dengan pilihan nya sendiri saat ini.


"Bagus dong" Ucap Reza semangat.


"Maksudnya?" Tanga Naila bingung.


"Ya bagus. Karena aku bisa mengikuti kamu kuliah di mana. Aku akan terus menemani kamu" Ucap Reza.


"Nggak usah la Za. Kamu masuk ke universitas yang kamu ingin kan saja" Ucap Naila.


"Nggak ada yang membuat ku tertarik. Mending aku ikut kamu saja biar nggak kesepian" Ucap Reza.


"Lagian masak akutega sih membiarkan temanku yang masih kecil ini pergi sendirian" Ucap Reza dengan mencubit pipi Naila gemas.


"Aduh Reza sakit." Ucap Naila dengan memukuli bahu Reza.


"Nih nih rasain biar kamu rasain apa yang aku rasain" Ucap Naila tertawa.


"Hahaha ampun Nai, sakit Nai ampun" Ucap Reza tertawa.


Reza dan Naila tertawa lepas. Mereka bercanda layaknya anak SMA yang ceria tanpa beban. Reza senang melihat Naila tertawa karena itu mampu membuat Naila sedikit melupakan kesedihan nya.


Jefri sudah bagai orang gila yang entah ke mana arah hidup nya. Dia setiap hari di rumah hanya duduk diam di balkon kamar nya dengan pandangan kosong menatap jalan di depan rumah nya.


Sudah satu tahun sejak kepergian Naila yang entah ke mana. Kedua orang tua Jefri sudah mencari ke luar negri hingga menghabiskan banyak biaya. Namun tidak juga menemukan Naila.


"Apa yang harus kita lakukan pah. Aku khawatir dengan Jefri jika terus seperti ini pah" Ucap Sinta sedih.


"Papah juga tidak tau mah. Papah sudah mencari ke manapun namun tidak juga menemukan Naila mah" Jawab Angga.


"Terus kita harus gimana pah? Mamah tidak tega melihat Jefri seperti itu" Ucap Sinta.


"Apa kita beri dia pekerjaan saja untuk menyibukkan diri nya. Agar dia bisa sedikit melupakan kesedihan nya itu" Ucap Angga


"Iya pah, mamah setuju. Mungkin dengan menyibukkan diri, Jefri akan mampu sedikit melupakan kesedihan nya. Kita juga bisa fokus mencari keberadaan Naila" Ucap Sinta.


"Baik lah. Minggu depan biar Jefri papah tempatkan di perusahaan kita yang ada di kota S" Ucap Angga.


"Iya pah" Jawab Sinta.

__ADS_1


Di kota S.


Naila dan Reza sedang berada di fakultas yang satu tahun ini mereka tempati untuk menuntut ilmu.


Penampilan Naila berubah sejak ia masuk kuliah satu tahun lalu. Dia memotong rambut nya menjadi sebahu dan pakaian nya pun sedikit sexy.


"Nai makan yuk sebelum masuk. Aku belum makan tadi pagi" Ucap Reza.


"Kamu saja lah yang makan. Aku ingin ke perpustakaan. Ada buku yang ingin aku pinjam" Ucap Naila.


"Oh ya sudah. Tunggu aku di perpustakaan ya, aku beli makan sebentar" Ucap Reza berlari meninggalkan Naila.


Naila berjalan kearah perpustakaan kampus. Dia masuk lalu mulai mencari cari buku yang ia akan linjam untuk mata kuliah nya.


"Akhir nya aku mendapatkan buku nya" Ucap Naila yang sudah mendapat buku yang ia inginkan.


Naila membawa buku nya ke arah kursi. Dia mulai membuka buku yang ia ambil lalu menyalin nya ke dalam buku catatan nya.


"Hai, apa boleh aku gabung?" Tanya seorang wanita yang anggun dengan rambut lurus tergerai indah.


"Silahkan" Jawab Naila cuek.


"Nama ku Yuri. Siapa nama kamu?" Tanya gadis yang duduk di depan Naila.


"Naila" Jawab Naila singkat.


"Nama kamu bagus" Ucap Yuri sopan.


Naila hanya tersenyum sekilas lalu kembali fokus dengan buku nya. Yuri menatap Naila yang serius dengan buku nya. Dia tersenyum melihat keseriusan Naila.


"Ada yang lucu" Cetus Naila.


"Tidak ada. Aku suka melihat kamu yang serius seperti ini. Sangat berbeda jauh dengan penampilan kamu. Akukira kamu gadis yang hanya bisa pamer badan kamu saja" Ucap Yuri.


"Apa maksud kamu?" Ucap Naila marah.


"Hahaha maaf maaf bukan maksud ku untuk menghina kamu. Tapi aku kagum dengan kamu. Walaupun dengan pakaian yang seperti itu, kamu seorang kutu buku" Ucap Yuri.


"Nggak lucu" Ucap Naila tegas.


# selamat membaca ya kak

__ADS_1


# terima kasih banyak


🙏🙏🙏😊😊😊


__ADS_2